Search This Blog

Monday, 13 December 2010

AKANKAH PERTANYAANKU TERJAWAB?

Nama: Agus Suryawan
Nim : 1102409016
Makul : Broad Casting


Tahun 2020 di Hirosyima, disebuah rumah yang besar ada seorang anak yang tidak suka bergaul, Sin namanya. Dia adalah anak dari Prof. Hirosi Nakata seorang arkeolog dan Tsuko Minami seorang ahli hukum, pemikiran anak ini sangat kritis.
Di ruang keluarga Sin bercakap-cakap dengan ayahnya prof. Hirosi Nakata mengenai rencana kepergian mereka ke Hokaido.
Prof. Hirosi : Sin, ayah mau mengajakmu ke Hokaido besok senin apakah kamu mau?
Sin : oh tentu saja Ayah. Tapi untuk apa kita pergi kesana?
Prof. Hirosi : ayah mendapat tugas, untuk meneliti sebuah situs purbakala disana.
Sin : wah pasti menyenangkan, bagaimana dengan ibu? Apakah dia akan ikut?
Prof. Hirosi : tidak, dia ada urusan dengan clientnya.
Sin : dimana kita akan menginap?
Prof. Hirosi : kita akan menginap di Hyusino Ichi (penginapan di dekat gunung Fuji).
Keesokan harinya, pukul 04.45 Sin masih tidur, saat itu terdengar suara orang yang memanggil dan mengetuk pintu.
Prof. Hirosi : (tok..tok..tok) Sin bangun sudah pagi, siap-siap untuk berangkat, Sin ayolah bangun
Karena mendengar suara panggikan tersebut Sin pun bangun dari tidurnya,
Sin : Ia Ayah, ini aku sudah bangun,
Prof. Hirosi : Nak, cepat mandi dan persiapkan barang-barangmu pukul 05.30 kita akan berangkat agar ayah tidak terlambat ketempat penelitian.
Sin : Ia ayah, aku segera mandi.
Pukul 05.30 di ruang tengah
Sin : Ok Ayah, semua barang-barangku sudah kubawa, kapan kita akan berangkat?
Prof. Hirosi : (melihat jamnya) karena sekarang sudah pukul 05.30 maka kita berangkat sekarang,
Selama perjalanan mereka bercakap didalam mobil
Sin : Ayah, situs apa yang akan Ayah teliti?
Prof. Hirosi : Sebuah baju perang peninggalan Perang Meijin,
Sin : Berapa hari ayah akan meneliti?
Prof. Hirosi : Sekitar 2 mingguan. Memangnya ada apa?
Sin : Tidak ada apa-apa sih, Yah Cuma pengen tahu aja.
Pukul 09.15 mereka sampai di penginapan, setelah menurunkan semua barang-barang dan membawanya kekamar
Sin : Ayah aku mau berkeliling dulu ya?
Prof. Hirosi : Silahkan, cobalah bergaul dengn orang-orang disini karena kita akan disini selama 2 minggu kedepan.
Sin : baik Yah,
Sin berkeliling ke seluruh penjuruh penginapan, di belakang penginapan tersebut terdapat sebuah gudang yang sudah sangat tua, Sin kembali lagi ke penginapan, di ruang tengah ia betemu Mrs. Hiori(pemilik penginapan Hyusino Ichi)
Mrs. Hiori : Selamat pagi!
Sin : Pagi, Mrs!
Mrs. Hiori : Apakah kamu yang datang tadi pagi?
Sin : Ia, maaf Anda siapa, ya?
Mrs. Hiori : Oh, maaf Saya belum memperkenalkan diri, nama Saya Hiori Haruno. Tapi saya biasa di panggil Hiori. Kamu?
Sin : Saya SinRuy Masaru, biasanya di panggil Sin. Senang berkenalan dengan Anda.
Mrs. Hiori : Sama-sama, maaf ya,Sin. Saya harus ke atas dulu.
Sin : Ia.
Sin berjalan kembali kekamarnya saat dalam perjalanan keluar orang dari kamar 119, orangnya bertubuh kekar, dengan kumis tebal tatapan matanya yang tajam, mereka saling berpapasan.
Sin : Selamat pagi,
Mr. Alex : (dengan suara yang tegas) Selamat pagi.
Sin sampai di kamar 121, kamarnya sendiri
Sin : Aku kembali,
Prof. Hirosi : Oh kamu sudah kembali, ayo kita makan siang dulu. Setelah ini ayah akan pergi ketempat penelitian ayah.
Sin : Baik, Yah.
Pelayan : (tok...tok...tok) Pesanan untuk kamar 121,
Sin : Iya,( sambil membuka pintu) Terima kasih.
Pelayan : Sama-sama.
Setelah selesai makan Sin melanjutkan berkeliling kembali, tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 17.30 ia pun kembali ke kamarnya. Keesokan harinya terdengar suara gaduh diluar ruangan. Sin keluar dari kamarnya, ada sekerumunan orang sedang membicarakan soal pembunuhan,
Sin : Maaf Mrs, ada apa ya?
Pelayan : Mrs Hiori di temukan meninggal digudang belakang,
Sin : Benarkah itu?
Pelayan : Ia, tadi saat tukang kebun sedang membersihkan halaman belakang, ia iseng mengintip gudang di belakang, saat itu ia melihal seperti ada yang tergantung. Kemudian dia memberi tahu saya, kami berdua berusaha masuk tapi terkunci saat kuncinya kami cari tidak ada, padahal Mrs, Hiori biasanya meletakkan kunci itu di rak atas (tempat kunci-kunci penginapan). Karena tidak ada kami dobrak pintu tersebut, lalu kami menemukan mayat Mrs. Hiori tergantung.
Sin : Terimakasih Mrs.
Dengan rasa penasaran ia ke gudang belakang, saat itu di belakang sudah ada banyak polisi yang sedang meneliti tempat kejadian, Sin mau masuk kedalam gudang, saat itu seorang polisi menghampirinya.
Polisi : Maaf Tuan anda tidak di perbolehkan masuk,
Sin : Maaf Pak, saya hanya ingin melihat sebentar saja.
Polisi : Tidak boleh, warga sipil tidak di perbolehkan masuk
Sin : Baiklah kalau begitu, terima kasih Pak.
Sin mulai melakukan penyelidikannya, ia mulai menanyakan alibi tiap-tiap orang. Dan juga bertanya pada polisi kapan Mrs. Hiori meninggal. Ternyata sekitar pukul 20.00-20.15
# Sin dengan pelayan
Sin : Maaf Mrs, dimana Anda berada pada saat pukul 20.00 - 20.15 ?
Pelayan : Saya sedang mengantarkan makanan keruang 101, setelah itu, saya melanjutkan untuk bersih-bersih didapur.
Sin : Baiklah, terima kasih Mrs.
# Sin dengan tukang kebun
Sin : Maaf Mr, bolehkah saya bertanya?
Tukang kebun : Silahkan.
Sin : Dimana Anda berada pada saat pukul 20.00 - 20.15 ?
Tukang kebun : Saat itu saya bersih-bersih dapur Mr.
Sin : Setelah itu?
Tukang kebun : Saya pergi keluar sebentar untuk membeli pesanan.
Sin : Terimakasih Mr
# Sin dengan Mr Alex
Sin : Maaf Tuan Alex dimana Anda berada pada saat pukul 20.00 – 20.15?
Mr. Alex : Saya berada diruang tengah bersama dengan para penghuni yang lain sampai pukul 21.00
Setelah menanyai semuanya termasuk polisi Sin mendapat petunjuk, namun masih belum jelas, siapa yang kemungkinan melakukan hal tersebut. Saat polisi tidak ada yang berada di gudang belakang Sin pun masuk, didalam ruangan agak gelap, terdapat rumah laba-laba lumayan banyak karena tempat tersebut jarang dimasuki, debunya lumayan tebal, di sudut ruangan terdapat tumpukan kotak-kotak. Di bagian atas terlihat bekas goresan tali tempat Mrs Hiori ditemukan menggantung,
Sin : (apa benar ,Mrs Hiori bunuh diri?, tapi kalau pembunuhan siapa pelakunya dan bagaimana caranya sehingga kunci bisa di temukan didalam ruangan?)
Saat itu tiba-tiba ada tikus berlari (sambit berbunyi cit...cit), tiba-tiba sin mendapat titik terang dari kasus ini
Sin : Aha, mungkinkah itu. (dia melihat kelantai) ternyata lantai ini agak miring. Cara pembunuhan sudah aku temukan sekarang tinggal mencari tahu siapa pelakunya karena dilihat dari alibi mereka tidak ada yang bisa melakukan pembunuhan pada pukul 20.00-20.15
Sin berjalan kembali keruang tengah, ia bertemu ayahnya yang seorang arkeolog. Dari ayahnya ia tahu bahwa ada obat yang bisa mengaburkan waktu orang meninggal. Dan ia berhasil menemukan siapa yang memiliki, kemungkinan membunuh Mrs hiori, dia mengumpulkan semua penghuni rumah, dia menanyakan kembali alibi mereka agar lebih yakin.
Sin : Saya sudah tahu sekarang.
Mr. Alex : Tahu tentang apa?
Sin : Mrs. Hiori tidak bunuh diri melainkan dibunuh?
Mr.Alex, pelayan, dan tukang kebun : Apa?
Sin : Ia dia dibunuh,
Pelayan : Siapa pelakunya?
Sin : Tuan Alex lah yang melakukan pembunuhan tersebut.
Mr. Alex : Bagaimana mungkin saya pelakunya? Bukankah Kamu tahu sendiri saya ada dimana saat kejadian dan juga kuncinya ditemukan didalam ruangan yang tertutup dan hanya ada 1 pintu untuk masuk.
Pelayan : Ia Mr. Sin bagaimana mungkin, kan didalamnya masih ada pintu lagi dan kunci pintu tersebut adalah kunci khusus, yang tidak bisa dibuat tiruannya.
Sin : Bukan lah sesuatu yang sulit untuk memasukkan kunci tersebut kedalam ruangan.
Tukang kebun : Bagaimana caranya apakah bisa? Kan ruangannya tertutup?
Sin : Mari kita ketempat kejadian. (setelah sampai) Mr alex memasukkan kunci pintu kedalam kue yang dia buat berbentuk bundar kemudian dia mengelindingkannya lewat lubang yang ada disebelah kanan. Coba kalian perhatikan ruangan ini,
Pelayan : Ia benar, tapi yang sebelah dalam walaupun ada lubang tapi disebelah kiri. Bagaimana bisa?
Sin : Memang kalau di perhatikan sekilas tidak mungkin. Cobalah perhatikan dengan seksama. Bukankah ruangan ini ruangannya tidak begitu rata? Bukankah sedikit miring kekiri? sehingga kue yang berisi kunci mengelinding ke tempat yang di harapkan.
Mr. alex : Bukankah tadi kamu bilang kuncinya ada di dalam kue? Lalu dimana kue tersebut? Kenapa tidak ada?
Sin : itu merupakan hal yang mudah. Kue tersebut sudah dimakan oleh tikus yang ada dalam ruangan ini. Kemarin waktu saya masuk kesini saya melihat ada tikus
Saat sin sedang menjelaskan tiba-tiba ada tikus berlari (sambil berbunyi cit...cit),
Mr. Alex : lalu kapan saya melakukannya? Bukankah saya berada di ruang tengah saat kejadian itu? Penghuni yang lainpun tahu itu.
Sin : Anda membunuh Mrs Hiori Nakata bukan lah pada jam tersebut tapi 30 menit sebelumnya, kemudian anda menyuntikkan obat NOD (natrium organisme deoxsidasi) obat ini mampu menghambat pembekuan darah, dan sulit untuk di temukan saat sudah bercampur dalam darah, kemudian anda membawanya kebelakang dan menggantungnya dalam ruangan tersebut, setelah itu anda kembali keruang tengah dan berkumpul dengan penghuni lainnya
Pelayan : Benarkah itu Mr. Alex?
Mr. Alex : Benar apa yang dikatakan anak ini.
Pelayan : Kenapa anda melakukan hal tersebut? Bukankah Mrs Hiroi orang yang baik?
Mr. Alex : Orang yang baik apanya? Dia hanya berpura-pura baik. Kemarin saya tanpa sengaja mendengar percakapannya tentang penginapan ini, ternyata ia mendapat penginapan ini dari Nakayamaa yang bukan lain adalah Ayah Saya, dia melakukan hal yang licik sehingga Ayah Saya kehilangan semua hartanya termasuk penginapan ini, dan Saya menjadi terlantar. Maka dia pantas untuk mendapat balasai ini.
Karena tuan alex sudah mengakui perbuatannya maka polisi membawanya kekantos polisi untuk mendapatkan hukuman, sin dan penghuni lainnya kembali kekamar masing-masing.
Prof. Hirosi : Wah hebat sekali Kau Sin, bagaimana kamu bisa memecahkan masalah tersebut.
Sin : Hanya sebuah kebetulan saja, oh ya ayah apakah obat NOD mudah didapattkan?
Prof. Hirosi : Obat itu sebenarnya tidak diperjual belikan, karena hanya orang tertentu yang bisa memilikinya, perijinannya pun khusus. Untuk apa kamu tanyakan itu
Sin : Tidak apa-apa ayah (sambil tertawa kecil) terima kasih untuk penjelasannya ayah. Aku kembali kekamar dulu (“kalo begitu darimana ia mendapatkan obat tersebut? Pasti ini bukan pembunuhan biasa. Siapa yang ada dibalik semua ini?”)

AKANKAH PERTANYAANKU TERJAWAB?
To be continue...