Pengertian sumberdaya manusia
Sumber daya manusia adalah seluruh kemampuan atau potensi penduduk yang berada di
dalam suatu wilayah tertentu beserta karakteristik atau ciri demografis, sosial maupun ekonominya yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembangunan.
Pengelolaan sumberdaya manusia
Undang-undang Pokok Kepegawaian No. 43/1999 perubahan atas Undang-undangn No. 8/1974 sumberdaya manusia harus dikelola agar hasil menjadi maksimal. Yaitu dengan manajemen sumberdaya manusia.
Manajemen sumber daya manusia menyangkut desain dan implementasi sistem perencanaan, penyusunan karyawan, pengembangan karyawan, pengelolaan karier, evaluasi kinerja, kompensasi karyawan dan hubungan ketenagakerjaan yang baik. Manajemen sumber daya manusia melibatkan semua keputusan dan praktek manajemen yang mempengaruhi secara lansung sumber daya manusianya.
Tujuan pengelolaan sumberdaya manusia
Tujuan pengelolaan sumberdaya alam adalah agar dapat mencapai hasil yang maksimal dan meningkatkan kualitas tiap individu sehingga sumberdaya manusia kita berkualitas dan dapat bersaing dengan sumberdaya manusia dari negara lain.
Faktor penyebab kurangnya pengelolaan sumberdaya manusia
1) Kepercayaan dan agama
Faktor kepercayaan mempengaruhi orang dalam penerimaan KB. Ada agama atau kepercayaan tertentu yang tidak membolehkan penganutnya mengikuti KB. Dengan sedikitnya peserta KB berarti kelahiran lebih banyak dibanding bila peserta KB banyak.
2) Tingkat pendidikan
Semakin tinggi orang sekolah berarti terjadi penundaan pernikahan yang berarti pula penundaan kelahiran. Selain itu pendidikan mengakibatkan orang merencanakan jumlah anak secara rasional. Bukan rahasia lagi bahwa situasi dunia pendidikan di Indonesia setelah 56 tahun menikmati ‘kemerdekaan’ masih carut marut. Sebagai contoh, data yang dirilis Unesco (2000) tentang peringkat pembangunan manusia menunjukkan komposisi peringkat pencapaian pendidikan, kesehatan, dan penghasilan pada setiap manusia Indonesia salalu menunjukkan tren menurun. Didasarkan pada hasil survei dari sebanyak 174 negara di dunia, indeks pembangunan manusia (IPM) Indonesia yang pada tahun 1996 hanya menempati urutan ke-102, mampu menaikan peringkat ke-99 pada tahun 1997. Namun, pada 1998 turun keurutan 105 dan menurun ke urutan 109 pada tahun 1999. Data rendahnya IPM ini sekaligus pula merefleksikan rendahnya daya saing SDM
Indonesia dalam percaturan global.
3) Kondisi perekonomian
Penduduk yang perekonomiannya baik tidak memikirkan perencanaan jumlah anak karena merasa mampu mencukupi kebutuhannya. Jika suatu negara berlaku seperti itu maka penduduknya menjadi banyak.
4) Kebijakan pemerintah
Kebijakan pemerintah mempengaruhi apakah ada pembatasan kelahiran atau penambahan jumlah kelahiran. Selain itu kondisi pemerintah yang tidak stabil misalnya kondisi perang akan mengurangi angka kelahiran.
5) Adat istiadat di masyarakat
Kebiasaan dan cara pandang masyarakat mempengaruhi jumlah penduduk. Misalnya nilai anak, ada yang menginginkan anak sebanyak-banyaknya, ada yang menilai anak laki-laki lebih tinggi dibanding perempuan atau sebaliknya, sehingga mengejar untuk mendapatkan anak laki-laki atau sebaliknya.
6) Kematian dan kesehatan
Kematian dan kesehatan berkaitan dengan jumlah kelahiran bayi. Kesehatan yang baik memungkinkan bayi lebih banyak yang hidup dan kematian bayi yang rendah akan menambah pula jumlah kelahiran.
7) Struktur Penduduk
Penduduk yang sebagian besar terdiri dari usia subur, jumlah kelahiran lebih tinggi dibandingkan yang mayoritas usia non produktif (misalnya lebih banyak anak-anak dan orang-orang tua usia).
Peran-peran SDM
1.Setiap SDM akan dituntut keberhasilan dalam Fungsi kerjanya untuk mampu menjadi katalisator perubahan di dalam perusahaan.
2.SDM harus mampu berperan dalam mempercepat dan mengelola proses perubahan yang dicanangkan oleh perusahaan secara efektif.
3.Disamping itu, SDM dituntut pula untuk mampu mengenali hambatan-hambatan yang mungkin dihadapi oleh perusahaan bila perubahan dilakukan.
Dengan demikian dapat mencegah terjadinya gejolak sosial, yang kontra produktif di dalam perusahaan.
Tetapi permasalahan Untuk mewujudkan peran-peran seperti tersebut di atas, tampaknya bukanlah hal yang mudah. Banyak masalah yang harus dihadapi oleh SDM. Masalah-masalah tersebut antara lain sebagai berikut :
1.Belum tersosialisasinya pemahaman tentang Fungsi SDM sebagai sebuah profesi yang bersifat multi disipliner (Psikologi, Ekonomi/Manajemen/Bisnis, Hukum, Teknologi Informasi/Manajemen Informasi) di kalangan praktisi SDM. Hal ini terkadang membuat para praktisi SDM hanya memusatkan sejumlah aspek saja dari disiplin ilmu SDM tersebut. Hal ini mungkin terjadi karena para praktisi yang bersangkutan kurang memahami disiplin ilmu lainnya dibandingkan dengan disiplin ilmu yang dikuasainya.
2.Peran tradisional dari Fungsi SDM di masa lalu membuat banyak praktisi SDM yang mempunyai keterbatasan dalam memahami strategi bisnis dan keuangan perusahaan secara menyeluruh
3.Mahalnya investasi di bidang Sistim Informasi SDM (Human Resources Information System).
Cara penanggulangannya :
1.Para SDM sudah selayaknya menanamkan kesadaran bahwa dalam setiap kebijakan yang dibuat maupun tindakan yang dilakukan, haruslah memberikan nilai tambah kepada apa yang dikerjakannya. Nilai tambah ini tidak saja bersifat kualitatif, tetapi juga kuantitatif, yang dapat diukur keberhasilannya. Untuk itulah dalam penyusunan sasaran-sasaran sebaiknya didasarkan atas kriteria-kriteria SMART (Specific, Measurable, Achieveable, Realistic, Time Frame), yang berati bahwa setiap sasaran yang dibuat harus jelas, dapat diukur, dapat dicapai, realistis, dan mempunyai ukuran waktu yang jelas. Ada beberapa pendekatan yang dapat digunakan dalam menyusun sasaran-sasaran di bidang SDM, antara lain Performance Management, Balance Scorecard.
2.Untuk meluaskan wawasannya di bidang SDM, maka para praktisi SDM diharapkan untuk dapat secara aktif terlibat dalam membangun jaringan SDM melalui asosiasi-asosiasi SDM, baik yang bersifat lintas bisnis maupun bisnis sejenis.
3.Para praktisi SDM perlu lebih banyak meluangkan waktu untuk membaca buku-buku/koran/majalah atau mendengarkan ulasan-ulasan di bidang bisnis, bertukar-pikiran dengan para praktisi bisnis di dalam perusahaan, maupun di luar perusahaan, dan secara proaktif memberikan saran-saran kepada manajemen puncak di perusahaan tentang langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh Fungsi SDM dalam mendukung keberhasilan bisnis perusahaan.
4.Meningkatkan pengetahuan di bidang finansial dengan cara bertukar pikiran dengan para praktisi keuangan di dalam perusahaan, maupun dengan menghadiri pelatihan mengenai keuangan, yang dirancang khusus bagi para manajer/praktisi di luar Bidang Keuangan.
5.Para SDM dapat memberikan pelayanan yang cepat dan tepat di bidang administrasi kepada manajemen dan para karyawan antara lain melalui penggunaan teknologi tepat guna di bidang sistim informasi (HRIS), evaluasi proses kerja, implementasi pendekatan Manajemen Mutu Terpadu (Total Quality Management), dan sebagainya
6.Fungsi SDM harus dapat memberikan contoh kepada fungsi-fungsi lain di dalam perusahaan dalam hal memulai dan menerima perubahan. Fungsi SDM dapat terus menyempurnakan proses kerjanya, melalui umpan balik yang diterima dari hasil audit internal di bidang SDM, survey pendapat karyawan, maupun dengan menerapkan prinsip-prinsip yang menekankan pada upaya untuk selalu melakukan perbaikan-perbaikan mutu secara berkesinambungan dalam setiap kebijakan yang dibuat atau dalam setiap tindakan yang dilakukan.
7.Mengingat mahalnya perangkat lunak sistim informasi SDM (HRIS), maka mengembangkan sendiri sistim informasi SDM merupakan salah satu kiat yang dapat dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan bekerja sama dengan ahli-ahli yang ada di dalam perusahaan atau tenaga ahli lepas. Sistim yang dikembangkan ini, harus didasarkan atas hasil survey dan analisa yang mendalam mengenai kebutuhan dan manfaat yang diperoleh dari investasi bidang HRIS ini. Kiat yang lain adalah dengan melakukan outsourcing kebutuhan HRIS kepada pihak diluar perusahaan.
Search This Blog
Saturday, 8 May 2010
Thursday, 6 May 2010
pertumbuhan remaja dan masalahnya
Seperti yang kita ketahui masa kedewasaan ialah masa yang lebih dari sekedar satu tingkat diatas masa anak-anak. Masa ini pasti akan dilewati oleh setiap individu, periode transisi yang penting bagi pengembangan emosi. Ini adalah periode meninggalkan ketergantungan masa kanak-kanak dan menuju masa dewasa. Kedewasaan mirip seperti wisatawan yang pergi dari satu tempat namun belum sampai tempat berikutnya.
Masa transisi anak menuju remaja dibagi menjadi tiga tahap, masing-masing masa memiliki ciri yang khusus tapi tidak memiliki batas yang jelas. Pembagiannya ialah:
(1)masa remaja awal/dini (early adolescence) umur 11 – 13 tahun
(2)masa remaja pertengahan (middle adolescence) umur 14 – 16 tahun
(3)masa remaja lanjut (late adolescence) umur 17 – 20 tahun
Remaja akan mengalami periode perkembangan fisik dan psikis yaitu sebagai berikut :
1. Masa pra-pubertas (12 - 13 tahun)
2. Masa pubertas (14 - 16 tahun)
3. Masa akhir pubertas (17 - 18 tahun)
4. Periode remaja Adolesen (19 - 21 tahun)
A.Ciri - Ciri Masa Remaja
Masa remaja adalah suatu masa perubahan. Pada masa remaja terjadi perubahan yang cepat baik secara fisik, maupun psikologis. Ada beberapa perubahan yang terjadi selama masa remaja:
1.Peningkatan emosional yang terjadi secara cepat pada masa remaja awal yang dikenal dengan sebagai masa storm & stress.
2.Perubahan fisik disertai kematangan seksual, perubahan fisik yang terjadi secara cepat, baik perubahan internal seperti sistem sirkulasi, pencernaan, dan sistem respirasi maupun perubahan eksternal seperti tinggi badan, berat badan, dan proporsi tubuh sangat berpengaruh terhadap konsep diri remaja
3.Perubahan dalam hal yang menarik bagi dirinya dan hubungan dengan orang lain. Selama masa remaja banyak hal-hal yang menarik bagi dirinya dibawa dari masa kanak-kanak digantikan dengan hal menarik yang baru dan lebih matang.
4.Perubahan nilai, dimana apa yang mereka anggap penting pada masa kanak-kanak menjadi kurang penting karena sudah mendekati dewasa
5.Kebanyakan remaja bersikap ambivalen dalam menghadapi perubahan yang terjadi.
B.Remaja dan Pubertas
Kedewasaan dan pubertas itu berbeda, kedewasaan merujuk pada semua tahap yang dilewati untuk mencapai tingkatan kedewasaan. Sedangkan pubertasi ialah hal yang hanya berkaitan dengan kematangan seksual.
Kedewasaan, pada anak perempuan terjadi pada usia 13-18 tahun. Sedangkan pada anak laki-laki usia 14-18 tahun,sebaliknya pubertasa merupakan periode yang tumpang tindih. Selama waktu 4 tahun, 2 tahun untuk menyiapkan reproduksi tumbuh. Sedang sisa 2 tahun berikutnya digunakan untuk menyelesaikan proses. Rata-rata anak perempuan tumbuh pada usia 10-12 dan anak laki-laki pada usia 12-13 tahun. Pada usia ini anak mengalami pertumbuhan yang luar biasa. Anak perempuan biasanya tumbuh lebih awal namun dalam waktu yang tidak terlalu lama akan tersusul oleh anak laki-laki.
Pengontrol masa pubertas ialah glandula endokrin yang ditemukan dalam otak, di leher, diatas ginjal, dan sistem reproduksi. Glandula ini menghasilkan zatkimia yang dikenal sebagai hormon.
1.Perubahan Pubertas pada Anak Perempuan
Muncul pada usia 10 hingga 12 tahun dengan ciri-ciri yang tampak adalah sebagai berikut:
a.Perubahan payudara
seperti pigmen areola dan pembesaran puting dan otot payudara terjadi pada tahap paling awal, biasanya satu payudara mengalami pertumbuhan lebih cepat dibanding payudara yang satunya. Tapi ini wajar, seiring berjalannya waktu ukurannya akan sama.
b.Membesarnya pinggul dan melebarnya pangkal paha.
c.Tumbuh rambut pada kemaluan atau bisa juga tumbuh ditempat lain, termasuk ketiak.
d.Menstruasi
Terjadi dua tahun setelah manifestasi pubertas yang pertama. Siklus menstruasi biasanya setiap 28 hari sekali dan berakhir setelah 5 hari
2.Perubahan Pubertas pada Anak Laki-Laki
Muncul pada usia 12-13 tahun denganciri-ciri yang nampak ialah sebagai berikut:
a.Pembesaran alat kelamin luar, yaitu penis dan testis.
b.Tumbuh rambut pada kemaluan, ketiak, antar kemaluan dengan pusar, pada paha, pada wajah ( rambut pada wajah biasanya tumbuh 2 tahun setelah rambut pada kemaluan).
c.Suara berubah keluarnya air mani pada malam hari, hal ini sama dengan menstruasi pada anak perempuan.
C.Kedewasaan dan Seks
Dorongan seks pada perilaku kedewasaan memiliki arti penting, menurut Feud, ”seksualitas mempengaruhi dan dipengaruhi” oleh perilaku disetiap bidang kegiatan dan kehidupan.pada masa-masa ini remaja perlu bimbingan dari orang tua agar mereka tidak melakukan perilaku yang menyimpang seperti homoseksualitas, mastrubasi, dll.
D.Masalah Penyalahgunaan Obat
Peyalahgunaan obat sering terjadi pada remaja di negara-negara Asia, sebagian besar pecandu obat menunjukkan tanda-tanda konflik, kebingungan, masalah mental, turunnya prestasi di sekolah, salah pergaulan, dan emosional. Untuk menanggulangi penyimpangan ini, hal yang dapat dilakukan oleh orangtua adalah :
1.Meyediakan fasilitas rekreasi dan hiburan dalam keluarga maupun asrama
2.Pemanfaatan energi remaja dalam kegiatan konstruktif dan minat sehat lainnya.
3.Mengenalkan bahaya penyalah gunaan obat di kalangan remaja.
4.Menyediakan fasilitas psikiater secara periodik disekolah.
5.Menerapkan cek kesehatan secara tegas.
E.Remaja dan Orangtua
Sifat yang berkesan dimasa remaja ialah ketika remaja cenderung berjarak dari orangtua, suasana hati sering berubah-ubah, beberapa remaja menjadi tertutup dan tidak suka bergaul. Pada masa ini remaja biasanya remaja mulai memberontak pada orangtua dan terhadap kemapanan. Kenyataan ini melawan semua hal yang otoriter, afiliasi yang ia pilih biasanya bertentangan dengan keinginan dan harapan orangtua .
Soetjiningsih membagi permasalahan remaja menjadi tujuh masalah, yaitu :
1.terganggunya nutrisi
2.penggunaan obat terlarang,
3.terganggunya kesehatan jiwa,
4.masalah kesehatan gigi
5.penyakit yang terkait dengan lingkungan bersih
6.gangguan kesehatan karena hubungan seks
7.trauma fisik dan psikis karena sebagai korban kekerasan.
Keluarga perlu mengajarkan budi pekerti guna membangun tiga sifat utama yaitu:
1.Pertama, manusia berkarakter mulia yang mempunyai prinsip yang baik. Mereka yakin akan kehormatan, integritas, kewajiban, belas kasih, keadilan dan nilai etika lain. Prinsip-prinsip tersebut kemudian dikenal dengan istilah Enam Pilar Karakter.
2.Kedua, manusia berkarakter mulia yang mempunyai nurani yang kuat. Kesadaran nurani adalah semacam kompas moral internal yang membantu anak remaja kita membedakan benar dan salah
3.Ketiga, manusia berkarakter mulia yang mempunyai keberanian moral, kemauan untuk mendengarkan suara hati nurani dan melakukan hal yang benar, kendati harus menanggung resiko yang tidak menyenangkan
F.Kesenjangan Remaja
Proporsi anak perempuan dan laki-laki untuk mengagumi sehingga menjadi tergila-gila atau berfantasi terhadap lawan jenis biasanya tidak dapat dihindari. Obyek yang dikagumi -biasanya disebut idola- digunakan oleh remaja sebagai model yang menjadi impian masa depannya. Para peneliti mengatakan bahwa kesenangan jauh lebih intensif dan lebih kuat pada anak perempuan dibandingkan anak laki-laki.
Masa transisi anak menuju remaja dibagi menjadi tiga tahap, masing-masing masa memiliki ciri yang khusus tapi tidak memiliki batas yang jelas. Pembagiannya ialah:
(1)masa remaja awal/dini (early adolescence) umur 11 – 13 tahun
(2)masa remaja pertengahan (middle adolescence) umur 14 – 16 tahun
(3)masa remaja lanjut (late adolescence) umur 17 – 20 tahun
Remaja akan mengalami periode perkembangan fisik dan psikis yaitu sebagai berikut :
1. Masa pra-pubertas (12 - 13 tahun)
2. Masa pubertas (14 - 16 tahun)
3. Masa akhir pubertas (17 - 18 tahun)
4. Periode remaja Adolesen (19 - 21 tahun)
A.Ciri - Ciri Masa Remaja
Masa remaja adalah suatu masa perubahan. Pada masa remaja terjadi perubahan yang cepat baik secara fisik, maupun psikologis. Ada beberapa perubahan yang terjadi selama masa remaja:
1.Peningkatan emosional yang terjadi secara cepat pada masa remaja awal yang dikenal dengan sebagai masa storm & stress.
2.Perubahan fisik disertai kematangan seksual, perubahan fisik yang terjadi secara cepat, baik perubahan internal seperti sistem sirkulasi, pencernaan, dan sistem respirasi maupun perubahan eksternal seperti tinggi badan, berat badan, dan proporsi tubuh sangat berpengaruh terhadap konsep diri remaja
3.Perubahan dalam hal yang menarik bagi dirinya dan hubungan dengan orang lain. Selama masa remaja banyak hal-hal yang menarik bagi dirinya dibawa dari masa kanak-kanak digantikan dengan hal menarik yang baru dan lebih matang.
4.Perubahan nilai, dimana apa yang mereka anggap penting pada masa kanak-kanak menjadi kurang penting karena sudah mendekati dewasa
5.Kebanyakan remaja bersikap ambivalen dalam menghadapi perubahan yang terjadi.
B.Remaja dan Pubertas
Kedewasaan dan pubertas itu berbeda, kedewasaan merujuk pada semua tahap yang dilewati untuk mencapai tingkatan kedewasaan. Sedangkan pubertasi ialah hal yang hanya berkaitan dengan kematangan seksual.
Kedewasaan, pada anak perempuan terjadi pada usia 13-18 tahun. Sedangkan pada anak laki-laki usia 14-18 tahun,sebaliknya pubertasa merupakan periode yang tumpang tindih. Selama waktu 4 tahun, 2 tahun untuk menyiapkan reproduksi tumbuh. Sedang sisa 2 tahun berikutnya digunakan untuk menyelesaikan proses. Rata-rata anak perempuan tumbuh pada usia 10-12 dan anak laki-laki pada usia 12-13 tahun. Pada usia ini anak mengalami pertumbuhan yang luar biasa. Anak perempuan biasanya tumbuh lebih awal namun dalam waktu yang tidak terlalu lama akan tersusul oleh anak laki-laki.
Pengontrol masa pubertas ialah glandula endokrin yang ditemukan dalam otak, di leher, diatas ginjal, dan sistem reproduksi. Glandula ini menghasilkan zatkimia yang dikenal sebagai hormon.
1.Perubahan Pubertas pada Anak Perempuan
Muncul pada usia 10 hingga 12 tahun dengan ciri-ciri yang tampak adalah sebagai berikut:
a.Perubahan payudara
seperti pigmen areola dan pembesaran puting dan otot payudara terjadi pada tahap paling awal, biasanya satu payudara mengalami pertumbuhan lebih cepat dibanding payudara yang satunya. Tapi ini wajar, seiring berjalannya waktu ukurannya akan sama.
b.Membesarnya pinggul dan melebarnya pangkal paha.
c.Tumbuh rambut pada kemaluan atau bisa juga tumbuh ditempat lain, termasuk ketiak.
d.Menstruasi
Terjadi dua tahun setelah manifestasi pubertas yang pertama. Siklus menstruasi biasanya setiap 28 hari sekali dan berakhir setelah 5 hari
2.Perubahan Pubertas pada Anak Laki-Laki
Muncul pada usia 12-13 tahun denganciri-ciri yang nampak ialah sebagai berikut:
a.Pembesaran alat kelamin luar, yaitu penis dan testis.
b.Tumbuh rambut pada kemaluan, ketiak, antar kemaluan dengan pusar, pada paha, pada wajah ( rambut pada wajah biasanya tumbuh 2 tahun setelah rambut pada kemaluan).
c.Suara berubah keluarnya air mani pada malam hari, hal ini sama dengan menstruasi pada anak perempuan.
C.Kedewasaan dan Seks
Dorongan seks pada perilaku kedewasaan memiliki arti penting, menurut Feud, ”seksualitas mempengaruhi dan dipengaruhi” oleh perilaku disetiap bidang kegiatan dan kehidupan.pada masa-masa ini remaja perlu bimbingan dari orang tua agar mereka tidak melakukan perilaku yang menyimpang seperti homoseksualitas, mastrubasi, dll.
D.Masalah Penyalahgunaan Obat
Peyalahgunaan obat sering terjadi pada remaja di negara-negara Asia, sebagian besar pecandu obat menunjukkan tanda-tanda konflik, kebingungan, masalah mental, turunnya prestasi di sekolah, salah pergaulan, dan emosional. Untuk menanggulangi penyimpangan ini, hal yang dapat dilakukan oleh orangtua adalah :
1.Meyediakan fasilitas rekreasi dan hiburan dalam keluarga maupun asrama
2.Pemanfaatan energi remaja dalam kegiatan konstruktif dan minat sehat lainnya.
3.Mengenalkan bahaya penyalah gunaan obat di kalangan remaja.
4.Menyediakan fasilitas psikiater secara periodik disekolah.
5.Menerapkan cek kesehatan secara tegas.
E.Remaja dan Orangtua
Sifat yang berkesan dimasa remaja ialah ketika remaja cenderung berjarak dari orangtua, suasana hati sering berubah-ubah, beberapa remaja menjadi tertutup dan tidak suka bergaul. Pada masa ini remaja biasanya remaja mulai memberontak pada orangtua dan terhadap kemapanan. Kenyataan ini melawan semua hal yang otoriter, afiliasi yang ia pilih biasanya bertentangan dengan keinginan dan harapan orangtua .
Soetjiningsih membagi permasalahan remaja menjadi tujuh masalah, yaitu :
1.terganggunya nutrisi
2.penggunaan obat terlarang,
3.terganggunya kesehatan jiwa,
4.masalah kesehatan gigi
5.penyakit yang terkait dengan lingkungan bersih
6.gangguan kesehatan karena hubungan seks
7.trauma fisik dan psikis karena sebagai korban kekerasan.
Keluarga perlu mengajarkan budi pekerti guna membangun tiga sifat utama yaitu:
1.Pertama, manusia berkarakter mulia yang mempunyai prinsip yang baik. Mereka yakin akan kehormatan, integritas, kewajiban, belas kasih, keadilan dan nilai etika lain. Prinsip-prinsip tersebut kemudian dikenal dengan istilah Enam Pilar Karakter.
2.Kedua, manusia berkarakter mulia yang mempunyai nurani yang kuat. Kesadaran nurani adalah semacam kompas moral internal yang membantu anak remaja kita membedakan benar dan salah
3.Ketiga, manusia berkarakter mulia yang mempunyai keberanian moral, kemauan untuk mendengarkan suara hati nurani dan melakukan hal yang benar, kendati harus menanggung resiko yang tidak menyenangkan
F.Kesenjangan Remaja
Proporsi anak perempuan dan laki-laki untuk mengagumi sehingga menjadi tergila-gila atau berfantasi terhadap lawan jenis biasanya tidak dapat dihindari. Obyek yang dikagumi -biasanya disebut idola- digunakan oleh remaja sebagai model yang menjadi impian masa depannya. Para peneliti mengatakan bahwa kesenangan jauh lebih intensif dan lebih kuat pada anak perempuan dibandingkan anak laki-laki.
Wednesday, 5 May 2010
Pendidikan masyarakat multikultural
Oleh: Ki Supriyoko
PENDIDIKAN dan masyarakat multikultural itu memiliki hubungan timbal balik (reciprocal relationship). Artinya, bila pada satu sisi pendidikan memiliki peran signifikan guna membangun masyarakat multikultural, di sisi lain masyarakat multikultural dengan segala karakternya memiliki potensi signifikan untuk memberhasilkan fungsi dan peran pendidikan umumnya.
Itu berarti, penguatan di satu sisi, langsung atau tidak langsung, akan memberi penguatan pada sisi lain. Penguatan terhadap pendidikan, misalnya dengan memperbaiki sistem dan mengefektifkan kegiatan belajar, akan menambah keberhasilan dalam membangun masyarakat multikultural. Di sisi lain, penguatan pada masyarakat multikultural, yaitu dengan mengelola potensi yang dimiliki secara benar, akan menambah keberhasilan fungsi dan peran pendidikan umumnya.
Implikasinya, dilakukannya penguatan pada kedua sisi secara simultan akan memberi hasil optimal, baik dari sisi peran pendidikan maupun pembangunan masyarakat multikultural sendiri.
Potensi masyarakat multikultural
Bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa majemuk, ditandai dengan banyaknya etnis, suku, agama, budaya, kebiasaan, di dalamnya. Di sisi lain, masyarakat Indonesia dikenal sebagai masyarakat multikultural, masyarakat yang anggotanya memiliki latar belakang budaya (cultural background) beragam.
Kemajemukan dan multikulturalitas mengisyaratkan adanya perbedaan. Bila dikelola secara benar, kemajemukan dan multikulturalitas menghasilkan energi hebat. Sebaliknya, bila tidak dikelola secara benar, kemajemukan dan multikulturalitas bisa menimbulkan bencana dahsyat. Kolaborasi positif orang buta dan orang lumpuh dapat meningkatkan produktivitasnya belasan kali lipat.
Dalam konteks pendidikan, kemajemukan bangsa dan multikulturalitas masyarakat Indonesia merupakan potensi yang "hebat" bila dikelola secara benar.Sebaliknya, kemajemukan bangsa dan multikulturalitas masyarakat Indonesia merupakan potensi yang "jahat" bila tidak bisa dikelola secara benar.
Setiap komunitas dengan latar belakang budaya tertentu pasti memiliki local genius yang berupa nilai-nilai positif dan negatif. Nilai positif dan negatif ini bila di-share dengan komunitas lain, secara mutualistik akan menghasilkan daya yang jauh lebih produktif dari semula. Ini merupakan potensi masyarakat multikultural yang dapat dikembangkan untuk memberhasilkan peran pendidikan.
Realitas seperti itu sering dilupakan para pengelola pendidikan. Perbedaan lebih dilihat sebagai sumber perpecahan, bukan potensi untuk berprestasi.
Padahal, secara empiris telah terbukti, local genius yang dimiliki kelompok-kelompok masyarakat telah memberhasilkan fungsi dan peran pendidikan; misalnya, dengan mengambil nilai-nilai positif yang diyakini kelompok masyarakat akan memudahkan guru dalam menanamkan sikap positif pada anak didik. Demikian juga dengan mengambil nilai- nilai filosofis yang diyakini kelompok masyarakat tertentu dapat memperlancar tugas guru dalam mengembangkan akhlak siswanya.
Peran pendidikan
Dalam konteks membangun masyarakat multikultural, selain berperan meningkatkan mutu bangsa agar dapat duduk sama rendah, berdiri sama tinggi dengan bangsa-bangsa lain, pendidikan juga berperan memberi perekat antara berbagai perbedaan di antara komunitas kultural atau kelompok masyarakat yang memiliki latar belakang budaya berbeda-beda agar lebih meningkat komitmennya dalam berbangsa dan bernegara.
Jenis perekat yang dipakai ialah pembangunan karakter dan semangat kebangsaan atau nation and character building (NCB). Dalam hal ini, karakter kebangsaan merupakan pengembangan jati diri bangsa Indonesia yang (pernah) dikenal sebagai bangsa yang ramah, sopan, toleran, dan sebagainya. Sedangkan semangat kebangsaan adalah keinginan yang amat mendasar dari setiap komponen masyarakat untuk berbangsa.
Karakter dan semangat kebangsaan seperti itu akan berkembang, baik secara natural maupun kultural, menuju tercapainya persatuan dan kesatuan bangsa. Dalam konteks NCB, bangsa itu adalah satu dan tidak terpisah-pisahkan. Persatuan dan kesatuan merupakan konsekuensi logis pengembangan jati diri dan keinginan mendasar untuk berbangsa.
Dalam konteks NCB, tiap komponen bangsa memiliki kedudukan, hak dan kewajiban sama. Etnis Melayu memiliki kedudukan yang sama dengan etnis Cina dan etnis-etnis lain; suku Aceh memiliki hak yang sama dengan suku Sunda dan suku-suku lain; demikian pula pemeluk agama Islam mempunyai kewajiban yang sama dengan pemeluk agama Katolik dan agama-agama lain dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Semua komponen bangsa mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama untuk mengembangkan bangsa.
Khusus di bidang nation building, tampaknya hal ini perlu dibenahi kembali dalam tata kehidupan bangsa Indonesia. Banyak remaja dan pemuda kini asing dengan sejarah nasional; begitu pula dengan siswa SD, SLTP, SMU, dan SMK, bahkan mahasiswa di perguruan tinggi. Padahal, sejarah nasional sarat muatan kebangsaan, baik nilai maupun pesan, untuk senantiasa berdisiplin dalam berbangsa. Itu sebabnya, semangat kebangsaan perlu dikembangkan terus.
Bagaimana dengan character building? Rasanya tak banyak berbeda. Munculnya banyak kasus yang destruktif dalam konteks kebangsaan, misalnya terjadinya sentimen antaretnis, perselisihan antarsuku, sampai perang antar(pemeluk) agama, menunjukkan karakter kebangsaan Indonesia saat ini lemah. Karakter kebangsaan ini harus selalu dipupuk dan disirami agar dapat tumbuh dengan baik.
Pengembangan karakter kebangsaan itu tidak sekadar untuk menjadikan anggota masyarakat multikultural Indonesia dapat berperilaku baik, santun, ramah; tetapi lebih dari itu, dapat memupuk jiwa yang senantiasa berdisiplin dalam berbangsa. Baik, santun, ramah adalah nilai- nilai konstruktif dalam kehidupan, tetapi belum begitu bermakna dalam konteks semangat kebangsaan. Jadi, karakter yang dikembangkan tidak hanya character for the individual well being, tetapi lebih dari itu, character for the national well being yang diperlukan untuk mengembangkan semangat kebangsaan. Dari sisi moral, yang dikembangkan tidak sekadar individual morality, tetapi sampai kepada social morality.
Konon kita ini adalah bangsa besar yang berkarakter; tetapi mengapa sampai hari ini masih ditemui bentrok antarsuku, perang antar(pemeluk) agama, perkelahian antaretnis, pertikaian antarkelompok, dan sejenisnya? Entahlah, yang jelas itu semua menunjukkan pendidikan di negeri ini belum sepenuhnya berhasil menjalankan fungsi dan memainkan peranannya. Sayang, kini hampir tidak ada lagi pemimpin yang sungguh-sungguh peduli terhadap pendidikan bangsa.
Prof Dr Ki Supriyoko MPd Guru Besar Universitas Sarjanawiyata Taman Siswa Yogyakarta;
Wakil Presiden Pan-Pacific Association of Private Education (PAPE) yang Bermarkas di Tokyo, Jepang
PENDIDIKAN dan masyarakat multikultural itu memiliki hubungan timbal balik (reciprocal relationship). Artinya, bila pada satu sisi pendidikan memiliki peran signifikan guna membangun masyarakat multikultural, di sisi lain masyarakat multikultural dengan segala karakternya memiliki potensi signifikan untuk memberhasilkan fungsi dan peran pendidikan umumnya.
Itu berarti, penguatan di satu sisi, langsung atau tidak langsung, akan memberi penguatan pada sisi lain. Penguatan terhadap pendidikan, misalnya dengan memperbaiki sistem dan mengefektifkan kegiatan belajar, akan menambah keberhasilan dalam membangun masyarakat multikultural. Di sisi lain, penguatan pada masyarakat multikultural, yaitu dengan mengelola potensi yang dimiliki secara benar, akan menambah keberhasilan fungsi dan peran pendidikan umumnya.
Implikasinya, dilakukannya penguatan pada kedua sisi secara simultan akan memberi hasil optimal, baik dari sisi peran pendidikan maupun pembangunan masyarakat multikultural sendiri.
Potensi masyarakat multikultural
Bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa majemuk, ditandai dengan banyaknya etnis, suku, agama, budaya, kebiasaan, di dalamnya. Di sisi lain, masyarakat Indonesia dikenal sebagai masyarakat multikultural, masyarakat yang anggotanya memiliki latar belakang budaya (cultural background) beragam.
Kemajemukan dan multikulturalitas mengisyaratkan adanya perbedaan. Bila dikelola secara benar, kemajemukan dan multikulturalitas menghasilkan energi hebat. Sebaliknya, bila tidak dikelola secara benar, kemajemukan dan multikulturalitas bisa menimbulkan bencana dahsyat. Kolaborasi positif orang buta dan orang lumpuh dapat meningkatkan produktivitasnya belasan kali lipat.
Dalam konteks pendidikan, kemajemukan bangsa dan multikulturalitas masyarakat Indonesia merupakan potensi yang "hebat" bila dikelola secara benar.Sebaliknya, kemajemukan bangsa dan multikulturalitas masyarakat Indonesia merupakan potensi yang "jahat" bila tidak bisa dikelola secara benar.
Setiap komunitas dengan latar belakang budaya tertentu pasti memiliki local genius yang berupa nilai-nilai positif dan negatif. Nilai positif dan negatif ini bila di-share dengan komunitas lain, secara mutualistik akan menghasilkan daya yang jauh lebih produktif dari semula. Ini merupakan potensi masyarakat multikultural yang dapat dikembangkan untuk memberhasilkan peran pendidikan.
Realitas seperti itu sering dilupakan para pengelola pendidikan. Perbedaan lebih dilihat sebagai sumber perpecahan, bukan potensi untuk berprestasi.
Padahal, secara empiris telah terbukti, local genius yang dimiliki kelompok-kelompok masyarakat telah memberhasilkan fungsi dan peran pendidikan; misalnya, dengan mengambil nilai-nilai positif yang diyakini kelompok masyarakat akan memudahkan guru dalam menanamkan sikap positif pada anak didik. Demikian juga dengan mengambil nilai- nilai filosofis yang diyakini kelompok masyarakat tertentu dapat memperlancar tugas guru dalam mengembangkan akhlak siswanya.
Peran pendidikan
Dalam konteks membangun masyarakat multikultural, selain berperan meningkatkan mutu bangsa agar dapat duduk sama rendah, berdiri sama tinggi dengan bangsa-bangsa lain, pendidikan juga berperan memberi perekat antara berbagai perbedaan di antara komunitas kultural atau kelompok masyarakat yang memiliki latar belakang budaya berbeda-beda agar lebih meningkat komitmennya dalam berbangsa dan bernegara.
Jenis perekat yang dipakai ialah pembangunan karakter dan semangat kebangsaan atau nation and character building (NCB). Dalam hal ini, karakter kebangsaan merupakan pengembangan jati diri bangsa Indonesia yang (pernah) dikenal sebagai bangsa yang ramah, sopan, toleran, dan sebagainya. Sedangkan semangat kebangsaan adalah keinginan yang amat mendasar dari setiap komponen masyarakat untuk berbangsa.
Karakter dan semangat kebangsaan seperti itu akan berkembang, baik secara natural maupun kultural, menuju tercapainya persatuan dan kesatuan bangsa. Dalam konteks NCB, bangsa itu adalah satu dan tidak terpisah-pisahkan. Persatuan dan kesatuan merupakan konsekuensi logis pengembangan jati diri dan keinginan mendasar untuk berbangsa.
Dalam konteks NCB, tiap komponen bangsa memiliki kedudukan, hak dan kewajiban sama. Etnis Melayu memiliki kedudukan yang sama dengan etnis Cina dan etnis-etnis lain; suku Aceh memiliki hak yang sama dengan suku Sunda dan suku-suku lain; demikian pula pemeluk agama Islam mempunyai kewajiban yang sama dengan pemeluk agama Katolik dan agama-agama lain dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Semua komponen bangsa mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama untuk mengembangkan bangsa.
Khusus di bidang nation building, tampaknya hal ini perlu dibenahi kembali dalam tata kehidupan bangsa Indonesia. Banyak remaja dan pemuda kini asing dengan sejarah nasional; begitu pula dengan siswa SD, SLTP, SMU, dan SMK, bahkan mahasiswa di perguruan tinggi. Padahal, sejarah nasional sarat muatan kebangsaan, baik nilai maupun pesan, untuk senantiasa berdisiplin dalam berbangsa. Itu sebabnya, semangat kebangsaan perlu dikembangkan terus.
Bagaimana dengan character building? Rasanya tak banyak berbeda. Munculnya banyak kasus yang destruktif dalam konteks kebangsaan, misalnya terjadinya sentimen antaretnis, perselisihan antarsuku, sampai perang antar(pemeluk) agama, menunjukkan karakter kebangsaan Indonesia saat ini lemah. Karakter kebangsaan ini harus selalu dipupuk dan disirami agar dapat tumbuh dengan baik.
Pengembangan karakter kebangsaan itu tidak sekadar untuk menjadikan anggota masyarakat multikultural Indonesia dapat berperilaku baik, santun, ramah; tetapi lebih dari itu, dapat memupuk jiwa yang senantiasa berdisiplin dalam berbangsa. Baik, santun, ramah adalah nilai- nilai konstruktif dalam kehidupan, tetapi belum begitu bermakna dalam konteks semangat kebangsaan. Jadi, karakter yang dikembangkan tidak hanya character for the individual well being, tetapi lebih dari itu, character for the national well being yang diperlukan untuk mengembangkan semangat kebangsaan. Dari sisi moral, yang dikembangkan tidak sekadar individual morality, tetapi sampai kepada social morality.
Konon kita ini adalah bangsa besar yang berkarakter; tetapi mengapa sampai hari ini masih ditemui bentrok antarsuku, perang antar(pemeluk) agama, perkelahian antaretnis, pertikaian antarkelompok, dan sejenisnya? Entahlah, yang jelas itu semua menunjukkan pendidikan di negeri ini belum sepenuhnya berhasil menjalankan fungsi dan memainkan peranannya. Sayang, kini hampir tidak ada lagi pemimpin yang sungguh-sungguh peduli terhadap pendidikan bangsa.
Prof Dr Ki Supriyoko MPd Guru Besar Universitas Sarjanawiyata Taman Siswa Yogyakarta;
Wakil Presiden Pan-Pacific Association of Private Education (PAPE) yang Bermarkas di Tokyo, Jepang
Cerita Ruri
Ini merupakan cerita mengenai perjuangan seorang anak manusia, bernama Ruri dengan kondisi ekonomi orang tua yang bisa dikatakan pas-pasan ia ingin bersekolah agar nantinya ia bisa membahagiakan orangtuanya. Tiap hari ia harus bangun pagi karena ia harus berangkat kesekolah dengan berjalan kaki, jarak sekolah dengan rumahnya sekitar 2 km. Begitulah kesehariannya. walaupun anak ini tidak terlalu suka bergaul namun jika ada teman yang membutuhkan bantuannya ia mau menolong. Ruri anaknya tidak terlalu suka bergaul karena sudah terbiasa sendiri. sejak SD sekolahnya sudah tidak bersama dengan teman-teman satu desanya, dia punya seorang teman cewek anaknya bisa dikatakan cantik, Ismy namanya. teman Ruri biasa berbagi dan bercerita mengenai pelajarannya dan juga berbagi keluh kesah dengan Ismy, tiap pulang sekolah mereka selalu bersama karena rumah mereka satu arah, mereka berjalan bersama sambil bercanda dijalan seperti anak-anak pada umumnya, sesekali mereka beristirahat untuk melepas lelah sambil memandangi awan yang ada dilangit, lama kelamaan antara mereka timbulah ikatan yang cukup erat seperti ikatan kakak dan adik. Seiring berjalannya waktu mereka berdua bertambah dewasa, tidak terasa waktu cepat berlalu mereka kini sudah duduk dibangku kelas 6 masa-masa yang biasanya mereka lalui bersama sedikit-demi sedikit mulai berkurang Karena masing-masing dari mereka punya kesibukan sendiri untuk menghadapi ujian sekolah.
Setelah beberapa minggu Ujian sekolahpun telah selesai, dan kini tibalah saat perpisahan suasana terasa sangat menyedihkan dan juga haru. Banyak anak yang meneteskan airmata karena mereka akan berpisah dengan sahabat yang selama ini selalu bersama mereka, sahabat yang biasa bermain bersama, sahabat yang biasa tertawa bersama, sahabat yang biasa diajak berbagi cerita. Para gurupun ikut larut dalam suasana haru, bahkan ada juga guru yang ikut menangis, karena mereka harus berpisah dengan anak-anak yang mereka didik. Beberapa minggu kemudian tibalah waktu pendaftaran masuk kesekolah menengah pertama. Sejak saat inilah kehidupan Ruri berubah, karena Ismy sahabatnya sejak kecil, sahabat yang biasa ia ajak berbagi cerita tidak meneruskan kesekolah dimana ia bersekolah mendaftar, Ruripun merasa kesepian ia merasa bahwa sahabatnya telah meninggalkannya.
Masa orientasi siswa di sekolah menengah pertama dimulai Ruri mendapat kenalan banyak teman temannya baik-baik meskipun ada satu dua orang yang nakal, namun karena rasa kecewanya terhadap Ismy dan juga karena sejak kecil ia terbiasa sendiri, Rury mulai menutup diri terhadap teman yang datang dan ingin bermain bersamanya. Seiring berjalannya waktu Rury mulai bisa menerima perpisahannya dengan Ismy, ia mulai mau bermain dengan anak-anak yang lain namun tetap hanya ada satu teman yang benar-benar dekat dan ia percaya. Sejak Rury sekolah di SMP ia lebih sering bergaul dengan anak SMA hal ini mempengaruhi cara berfikirnya sehingga cara berfikirnya sudah tidak seperti anak-anak seusianya dan rasa individualnya makin bertambah karena ia berfikir bahwa tidak ada anak seusianya yang mengertia dan dapat diajak berbagi pendapat dengannya. Tiga tahun berlalu dengan cepat tibalah saat ujian nasional, ujian berlangsung selama tiga hari, saat-saat ujian terasa begitu membosankan.
Tibalah saat pengumuman ujian nasional, saat pengumuman Ruri mendapat nilai yang lumayan bagus, walaupun tidak sebagus teman-temanya kemudian Ruri masuk ke SMA, yang ia inginkan. Saat kelas satu ia mencoba untuk membaur dengan teman-temannya namun hal tersebut tidak mudah karena ia terbiasa menyendiri, seiring berjalannya kini Ruri sudah kelas dua, pada saat mulai kelas dua inilah anak satu kelas terbagi menjadi dua kelompok, kelompok Ruri terdiri dari lima orang mereka biasa menyebut kelompok mereka sebagai pandara anggota kelompok ini ialah anak-anak yang dahulunya terbiasa menyendiri seperti Ruri. kedua kelompok ini saling bersaing untuk mendapatkan nilai yang baik dalam setiap pelajaran dua kelompok ini tidak pernah sependapat. Seiring berjalannya waktu kedua kelompok ini akhirnya mau bersatu dikarenakan mereka sudah kelas tiga selain itu mereka juga mulai sadar bahwa tujuan mereka bersaing selama ini ialah untuk mendapatkan nilai yang baik dalam setiap pelajaran......
Setelah beberapa minggu Ujian sekolahpun telah selesai, dan kini tibalah saat perpisahan suasana terasa sangat menyedihkan dan juga haru. Banyak anak yang meneteskan airmata karena mereka akan berpisah dengan sahabat yang selama ini selalu bersama mereka, sahabat yang biasa bermain bersama, sahabat yang biasa tertawa bersama, sahabat yang biasa diajak berbagi cerita. Para gurupun ikut larut dalam suasana haru, bahkan ada juga guru yang ikut menangis, karena mereka harus berpisah dengan anak-anak yang mereka didik. Beberapa minggu kemudian tibalah waktu pendaftaran masuk kesekolah menengah pertama. Sejak saat inilah kehidupan Ruri berubah, karena Ismy sahabatnya sejak kecil, sahabat yang biasa ia ajak berbagi cerita tidak meneruskan kesekolah dimana ia bersekolah mendaftar, Ruripun merasa kesepian ia merasa bahwa sahabatnya telah meninggalkannya.
Masa orientasi siswa di sekolah menengah pertama dimulai Ruri mendapat kenalan banyak teman temannya baik-baik meskipun ada satu dua orang yang nakal, namun karena rasa kecewanya terhadap Ismy dan juga karena sejak kecil ia terbiasa sendiri, Rury mulai menutup diri terhadap teman yang datang dan ingin bermain bersamanya. Seiring berjalannya waktu Rury mulai bisa menerima perpisahannya dengan Ismy, ia mulai mau bermain dengan anak-anak yang lain namun tetap hanya ada satu teman yang benar-benar dekat dan ia percaya. Sejak Rury sekolah di SMP ia lebih sering bergaul dengan anak SMA hal ini mempengaruhi cara berfikirnya sehingga cara berfikirnya sudah tidak seperti anak-anak seusianya dan rasa individualnya makin bertambah karena ia berfikir bahwa tidak ada anak seusianya yang mengertia dan dapat diajak berbagi pendapat dengannya. Tiga tahun berlalu dengan cepat tibalah saat ujian nasional, ujian berlangsung selama tiga hari, saat-saat ujian terasa begitu membosankan.
Tibalah saat pengumuman ujian nasional, saat pengumuman Ruri mendapat nilai yang lumayan bagus, walaupun tidak sebagus teman-temanya kemudian Ruri masuk ke SMA, yang ia inginkan. Saat kelas satu ia mencoba untuk membaur dengan teman-temannya namun hal tersebut tidak mudah karena ia terbiasa menyendiri, seiring berjalannya kini Ruri sudah kelas dua, pada saat mulai kelas dua inilah anak satu kelas terbagi menjadi dua kelompok, kelompok Ruri terdiri dari lima orang mereka biasa menyebut kelompok mereka sebagai pandara anggota kelompok ini ialah anak-anak yang dahulunya terbiasa menyendiri seperti Ruri. kedua kelompok ini saling bersaing untuk mendapatkan nilai yang baik dalam setiap pelajaran dua kelompok ini tidak pernah sependapat. Seiring berjalannya waktu kedua kelompok ini akhirnya mau bersatu dikarenakan mereka sudah kelas tiga selain itu mereka juga mulai sadar bahwa tujuan mereka bersaing selama ini ialah untuk mendapatkan nilai yang baik dalam setiap pelajaran......
Tuesday, 4 May 2010
Pola pembinaan Penegak pandega
Di dalam Pola dan Mekanisme Pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega wadah-wadah pembinaan tersebut terdiri dari Dewan Ambalan bagi Pramuka Penegak, Dewan Racana bagi Pramuka Pandega, Dewan Kerja di tingkat Kwartir, Satuan Karya (SAKA) melalui Dewan Saka, Sangga Kerja, dan Kelompok Kerja. Melalui wadah-wadah pembinaan inilah Penegak dan Pandega dibina agar dapat menjadi kader yang berguna bagi nusa, bangsa, dan masyarakat disekitarnya.
Pentingnya kaderisasi bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dapat dilihat dalam rencana kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega periode tahun 1998-2003 yang salah satu prioritas sasarannya adalah kaderisasi Pramuka Penegak dan Pandega. Di dalam uraian pelaksanaannya, yaitu melalui upaya meningkatnya jumlah Pembina Pramuka, terjaminnya proses kaderisasi yang mantap dalam Dewan Kerja dan wadah-wadah pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega, serta menjadi pemimpin dalam Gerakan Pramuka baik sebagai pembina maupun menjadi pengurus Kwartir. Bagaimanapun, kaderisasi suatu hal yang sangat penting dalam upaya menjaga kesinambungan dan meningkatkan serta mengembangkan kemampuan organisasi agar mencapai tujuan. Terlebih, dengan kaderisasi yang baik, demokrasi pun akan tumbuh dan berkembang dengan baik, karena tidak terjadi kultus individu yang merupakan ketergantungan atas seorang pemimpin atau yang sering disebut primordialisme.
Melihat perkembangan yang ada saat ini, kaderisasi kembali lagi menjadi pertanyaan, apakah wadah-wadah pembinaan yang ada dalam Penegak dan Pandega sudah memiliki dan menjalankan pengaderan dengan baik. Banyak kalangan yang berpendapat, saat ini wadah-wadah pembinaan yang ada mengalami krisis kader untuk mengelola wadah-wadah pembinaan tersebut. Tidak hanya terjadi dikalangan Dewan Kerja, tetapi sudah menjalar ke seluruh wadah-wadah pembinaan yang ada. Kalangan ini memperlihatkan, dengan menurunnya aktivitas-aktivitas kegiatan yang diselenggarakan oleh Pramuka Penegak dan Pandega, hanya sedikit Penegak dan Pandegayang ikut serta seleksi perekrutan anggota Dewan Kerja, kualitas kegiatan yang cenderung menurun, kurangnya kreativitas baru dalam kegiatan yang dikelola, dan menurunnya jumlah Penegak dan Pandega. Sedangkan sebagian kalangan menganggap tidaklah separah itu keadaan yang terjadi. Kalangan ini berargumen, mulai banyak anggota Dewan Kerja maupun pengurus yang ada dalam Dewan Ambalan, Dewan Racana maupun Dewan Saka serta kepanitiaan dalam sangga kerja atau sebagai anggota suatu kelompok kerja yang berusia lebih muda dibandingkan periode-periode sebelumnya. Sehingga wajar saja dalam masa transisi, kegiatan-kegiatan yang dilakukan kualitasnya pun masih belum sebanding dengan masa lalu. Apabila melihat Pola dan Mekanisme Pembinaan Penegak dan Pandega, baik saat ini berlaku SK Kwarnas 080 tahun 1988 maupun yang sebelumnya tahun 1980, dan juga melihat beberapa asumsi permasalahan dalam beberapa Rencana Kerja Dewan Kerja, ternyata proses kaderisasi dalam wadah-wadah pembinaan Penegak dan Pandega masih belum berjalan secara optimal. Paling tidak, dapat dikelompokkan dalam beberapa permasalahan.
Keorganisasian
Organisasi merupakan sarana untuk mencapai tujuan. Namun, agar tercapainya tujuan, perlu dikelola oleh orang-orang yang memiliki kemampuan, perhatian, dan waktu yang cukup agar dapat menyelenggarakan kegiatan-kegiatan dalam usahanya untuk mencapai tujuan. Kegiatan juga sebagai sarana kaderisasi untuk mengembangkan kemampuannya. Baik sebagai panitia ataupun sebagai peserta. Dan memperkuat tali silaturrahmi antar peserta ataupun panitia. Untuk itu, kegiatan menjadi tulang punggung pembinaan.
Secara umum, salah satu tujuan dibentuknya wadah-wadah pembinaan adalah untuk membina dan mengembangkan kepemimpinannya sehingga dapat menjadi kader pemimpin sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka. Selain itu, wadah-wadah pembinaan dibentuk sebagai bagian dari metode kepramukaan.
Namun, ternyata wadah-wadah pembinaan yang ada, yang seharusnya melahirkan kader-kader pemimpin bangsa dan masyarakat mengalami krisis kader, dari Dewan Ambalan sampai Kelompok Kerja. Menjadi pertanyaan besar, apakah karena wadah-wadah pembinaan yang ada sudah tidak lagi menarik atau sistemnya yang menyebabkan wadah-wadah pembinaan tersebut tidak berkembang. Atau, karena tiadanya yang membina wadah-wadah pembinaan tersebut sehingga dibiarkan kacau tak tentu arah. Bagaimanapun setiap wadah pembinaan memiliki lembaga induk. Gudep sebagai lembaga induk Dewan Ambalan dan Dewan Racana, Saka sebagai lembaga induk Dewan Saka, Kwartir sebagai lembaga induk Dewan Kerja, serta sangga kerja dan kelompok kerja lembaga induknya yang membentuk kedua wadah pembinaan ini. Dengan demikian, wadah-wadah pembinaan ini memiliki keterbatasan dan ketergantungan terhadap lembaga induknya tersebut. Apabila lembaga induknya tidak peduli atau tidak berjalan dengan baik, sulit bagi wadah-wadah pembinaan untuk berkembang.
Wadah pembinaan sebagai organisasi terdiri dari sekumpulan anggota Penegak dan Pandega. Seharusnya, sebagai anggota mereka memahami organisasinya, sehingga secara sukarela dan sadar berpartisipasi aktif dalam wadah pembinaan yang diikutinya. Anggota tersebut berusaha meningkatkan kemampuannya secara aktif dalam wadah pembinaan tersebut. Namun, yang berkembang ternyata tidaklah sesuai konsep tersebut. Cukup banyak anggota suatu wadah pembinaan yang tidak mengetahui apa tujuan mereka berada di wadah pembinaan tersebut. Dan, walaupun tahu, seringkali juga tidak aktif. Istilahnya, hanya numpang nama, menuntut hak, lupa kewajiban. Alasan klasiknya, sibuk kuliah, ada ujian atau sibuk kerja. Tentu saja hal ini akan merugikan anggota lain yang ingin aktif, misalkan menghambat pleno. Bagaimanapun, suatu organisasi akan berkembang apabila didukung oleh para anggota yang sadar mengapa mereka berada di dalamnya, dan mengorbankan tenaga serta waktunya untuk kepentingan organisasi. Kepemimpinan pengurus wadah-wadah pembinaan yang ada juga sangat berpengaruh terhadap kemajuan wadah-wadah pembinaan tersebut. Kenyataan yang ada, suatu organisasi akan lebih cepat berkembang apabila para pimpinannya aktif mengelola organisasi tersebut. Apabila pimpinannya tidak aktif, tentu saja berimbas kepada anggotanya. Sehebat-hebatnya suatu sistem, kalau pimpinannya bersikap masa bodoh terhadap perkembangan dan permasalahan yang ada dalam organisasi yang dipimpinnya akan sulit wadah pembinaan tersebut mencapai tujuannya.
Dengan demikian, kaderisasi dalam wadah-wadah pembinaan akan berjalan apabila berisi anggota-anggota yang sadar dan aktif dalam organisasinya tersebut, perhatian lembaga induk, dan kepemimpinan yang baik serta didukung oleh sistem yang baik pula. Tanpa hal tersebut, sulit rasanya kaderisasi dalam wadah-wadah pembinaan yang ada untuk berjalan dengan baik.
Pelatihan
Latihan merupakan hal yang terpenting dalam menempa diri untuk dapat mencapai keinginannya. Begitu pentingnya, sampai ada slogan lebih baik mandi keringat dalam latihan daripada bersimbah darah dalam pertempuran. Namun, hal ini yang seringkali terlupakan dalam dunia Penegak dan Pandega.
Di dalam Gerakan Pramuka, pengembangan diri seorang Penegak dan Pandega menggunakan sarana yang disebut Syarat Kecakapan Umum (SKU) dan Syarat Kecakapan Khusus (SKK). SKU merupakan standar bagi seorang Penegak dan Pandega sesuai dengan tingkatannya. Sedangkan SKK merupakan kemampuan standar seorang Penegak dan Pandega atas suatu keahlian atau kemampuan tertentu. SKU dan SKK merupakan stimulus dalam upaya pengembangan diri Penegak dan Pandega. Dengan demikian, seorang Penegak dan Pandega minimal mempunyai kemampuan yang ada dalam SKU dan SKK tersebut. Diharapkan lebih dari standar tersebut dengan terus-menerus mengembangkan kemampuan pribadinya. Untuk SKK, diharapkan keterampilan yang dimilikinya terus diasah sehingga menjadi kelebihan tersendiri bagi dirinya. Jadi tidak berhenti hanya sampai didapatkannya TKK.
Namun, Gugusdepan sebagai ujung tombak pembinaan melalui para pembinanya mulai banyak yang tidak menjalankan standar minimal tersebut dengan baik. Seringkali seorang Pramuka Penegak Bantara tidak tahu apa itu Dewan Kerja atau Saka. Akibatnya, suatu kegiatan pelatihan seperti LPK atau KPDK harus mengulang kembali materi tentang Dewan Kerja dari dasar yang seharusnya lebih kepada pengembangan wacana dan diskusi.
Begitu pula dalam kegiatan pelatihan yang diadakan oleh Dewan Kerja ataupun Saka. Sampai saat ini belum ada suatu sistem yang jelas mengenai kegiatan pelatihan. Di dalam kegiatan pelatihan yang diadakan Dewan Kerja, masih belum ada kesepakatan apakah sistem pelatihannya berjenjang atau tidak. Begitu pula dengan materi yang diberikan. Apabila bercermin dengan organisasi kepemudaan lain, militer, atau yang lebih dekat, sistem pelatihan untuk pembina, pada umumnya sistem yang diterapkan berjenjang, waktu yang jelas, dan memiliki materi standar. Dalam sebagian organisasi kepemudaan, penjenjangan, waktu pelaksanaan beserta materinya dibahas tuntas dalam musywarah pimpinan mereka. Sehingga hasilnya mengikat dari pusat sampai yang terbawah. Dengan demikian, hasilnya dapat terukur dengan jelas secara umum dan memiliki kateristik tersendiri. Begitu pula dalam Saka, belum ada kegiatan pelatihan yang jelas dan terarah dengan baik. Yang ada, perubahan-perubahan SKK yang Surat keputusannya belum tentu sampai pada tingkatan pelaksananya. Itulah sekelumit gambaran permasalahan yang dihadapi oleh organisasi kader yang mengalami krisis kader. Tentu saja masih banyak permasalahan kaderisasi yang dihadapi suatu wadah pembinaan. Dan ini tentu saja dapat menjadi pembelajaran dan tantangan untuk terus maju dengan tidak lupa berusaha dan berdoa.
Pentingnya kaderisasi bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dapat dilihat dalam rencana kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega periode tahun 1998-2003 yang salah satu prioritas sasarannya adalah kaderisasi Pramuka Penegak dan Pandega. Di dalam uraian pelaksanaannya, yaitu melalui upaya meningkatnya jumlah Pembina Pramuka, terjaminnya proses kaderisasi yang mantap dalam Dewan Kerja dan wadah-wadah pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega, serta menjadi pemimpin dalam Gerakan Pramuka baik sebagai pembina maupun menjadi pengurus Kwartir. Bagaimanapun, kaderisasi suatu hal yang sangat penting dalam upaya menjaga kesinambungan dan meningkatkan serta mengembangkan kemampuan organisasi agar mencapai tujuan. Terlebih, dengan kaderisasi yang baik, demokrasi pun akan tumbuh dan berkembang dengan baik, karena tidak terjadi kultus individu yang merupakan ketergantungan atas seorang pemimpin atau yang sering disebut primordialisme.
Melihat perkembangan yang ada saat ini, kaderisasi kembali lagi menjadi pertanyaan, apakah wadah-wadah pembinaan yang ada dalam Penegak dan Pandega sudah memiliki dan menjalankan pengaderan dengan baik. Banyak kalangan yang berpendapat, saat ini wadah-wadah pembinaan yang ada mengalami krisis kader untuk mengelola wadah-wadah pembinaan tersebut. Tidak hanya terjadi dikalangan Dewan Kerja, tetapi sudah menjalar ke seluruh wadah-wadah pembinaan yang ada. Kalangan ini memperlihatkan, dengan menurunnya aktivitas-aktivitas kegiatan yang diselenggarakan oleh Pramuka Penegak dan Pandega, hanya sedikit Penegak dan Pandegayang ikut serta seleksi perekrutan anggota Dewan Kerja, kualitas kegiatan yang cenderung menurun, kurangnya kreativitas baru dalam kegiatan yang dikelola, dan menurunnya jumlah Penegak dan Pandega. Sedangkan sebagian kalangan menganggap tidaklah separah itu keadaan yang terjadi. Kalangan ini berargumen, mulai banyak anggota Dewan Kerja maupun pengurus yang ada dalam Dewan Ambalan, Dewan Racana maupun Dewan Saka serta kepanitiaan dalam sangga kerja atau sebagai anggota suatu kelompok kerja yang berusia lebih muda dibandingkan periode-periode sebelumnya. Sehingga wajar saja dalam masa transisi, kegiatan-kegiatan yang dilakukan kualitasnya pun masih belum sebanding dengan masa lalu. Apabila melihat Pola dan Mekanisme Pembinaan Penegak dan Pandega, baik saat ini berlaku SK Kwarnas 080 tahun 1988 maupun yang sebelumnya tahun 1980, dan juga melihat beberapa asumsi permasalahan dalam beberapa Rencana Kerja Dewan Kerja, ternyata proses kaderisasi dalam wadah-wadah pembinaan Penegak dan Pandega masih belum berjalan secara optimal. Paling tidak, dapat dikelompokkan dalam beberapa permasalahan.
Keorganisasian
Organisasi merupakan sarana untuk mencapai tujuan. Namun, agar tercapainya tujuan, perlu dikelola oleh orang-orang yang memiliki kemampuan, perhatian, dan waktu yang cukup agar dapat menyelenggarakan kegiatan-kegiatan dalam usahanya untuk mencapai tujuan. Kegiatan juga sebagai sarana kaderisasi untuk mengembangkan kemampuannya. Baik sebagai panitia ataupun sebagai peserta. Dan memperkuat tali silaturrahmi antar peserta ataupun panitia. Untuk itu, kegiatan menjadi tulang punggung pembinaan.
Secara umum, salah satu tujuan dibentuknya wadah-wadah pembinaan adalah untuk membina dan mengembangkan kepemimpinannya sehingga dapat menjadi kader pemimpin sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka. Selain itu, wadah-wadah pembinaan dibentuk sebagai bagian dari metode kepramukaan.
Namun, ternyata wadah-wadah pembinaan yang ada, yang seharusnya melahirkan kader-kader pemimpin bangsa dan masyarakat mengalami krisis kader, dari Dewan Ambalan sampai Kelompok Kerja. Menjadi pertanyaan besar, apakah karena wadah-wadah pembinaan yang ada sudah tidak lagi menarik atau sistemnya yang menyebabkan wadah-wadah pembinaan tersebut tidak berkembang. Atau, karena tiadanya yang membina wadah-wadah pembinaan tersebut sehingga dibiarkan kacau tak tentu arah. Bagaimanapun setiap wadah pembinaan memiliki lembaga induk. Gudep sebagai lembaga induk Dewan Ambalan dan Dewan Racana, Saka sebagai lembaga induk Dewan Saka, Kwartir sebagai lembaga induk Dewan Kerja, serta sangga kerja dan kelompok kerja lembaga induknya yang membentuk kedua wadah pembinaan ini. Dengan demikian, wadah-wadah pembinaan ini memiliki keterbatasan dan ketergantungan terhadap lembaga induknya tersebut. Apabila lembaga induknya tidak peduli atau tidak berjalan dengan baik, sulit bagi wadah-wadah pembinaan untuk berkembang.
Wadah pembinaan sebagai organisasi terdiri dari sekumpulan anggota Penegak dan Pandega. Seharusnya, sebagai anggota mereka memahami organisasinya, sehingga secara sukarela dan sadar berpartisipasi aktif dalam wadah pembinaan yang diikutinya. Anggota tersebut berusaha meningkatkan kemampuannya secara aktif dalam wadah pembinaan tersebut. Namun, yang berkembang ternyata tidaklah sesuai konsep tersebut. Cukup banyak anggota suatu wadah pembinaan yang tidak mengetahui apa tujuan mereka berada di wadah pembinaan tersebut. Dan, walaupun tahu, seringkali juga tidak aktif. Istilahnya, hanya numpang nama, menuntut hak, lupa kewajiban. Alasan klasiknya, sibuk kuliah, ada ujian atau sibuk kerja. Tentu saja hal ini akan merugikan anggota lain yang ingin aktif, misalkan menghambat pleno. Bagaimanapun, suatu organisasi akan berkembang apabila didukung oleh para anggota yang sadar mengapa mereka berada di dalamnya, dan mengorbankan tenaga serta waktunya untuk kepentingan organisasi. Kepemimpinan pengurus wadah-wadah pembinaan yang ada juga sangat berpengaruh terhadap kemajuan wadah-wadah pembinaan tersebut. Kenyataan yang ada, suatu organisasi akan lebih cepat berkembang apabila para pimpinannya aktif mengelola organisasi tersebut. Apabila pimpinannya tidak aktif, tentu saja berimbas kepada anggotanya. Sehebat-hebatnya suatu sistem, kalau pimpinannya bersikap masa bodoh terhadap perkembangan dan permasalahan yang ada dalam organisasi yang dipimpinnya akan sulit wadah pembinaan tersebut mencapai tujuannya.
Dengan demikian, kaderisasi dalam wadah-wadah pembinaan akan berjalan apabila berisi anggota-anggota yang sadar dan aktif dalam organisasinya tersebut, perhatian lembaga induk, dan kepemimpinan yang baik serta didukung oleh sistem yang baik pula. Tanpa hal tersebut, sulit rasanya kaderisasi dalam wadah-wadah pembinaan yang ada untuk berjalan dengan baik.
Pelatihan
Latihan merupakan hal yang terpenting dalam menempa diri untuk dapat mencapai keinginannya. Begitu pentingnya, sampai ada slogan lebih baik mandi keringat dalam latihan daripada bersimbah darah dalam pertempuran. Namun, hal ini yang seringkali terlupakan dalam dunia Penegak dan Pandega.
Di dalam Gerakan Pramuka, pengembangan diri seorang Penegak dan Pandega menggunakan sarana yang disebut Syarat Kecakapan Umum (SKU) dan Syarat Kecakapan Khusus (SKK). SKU merupakan standar bagi seorang Penegak dan Pandega sesuai dengan tingkatannya. Sedangkan SKK merupakan kemampuan standar seorang Penegak dan Pandega atas suatu keahlian atau kemampuan tertentu. SKU dan SKK merupakan stimulus dalam upaya pengembangan diri Penegak dan Pandega. Dengan demikian, seorang Penegak dan Pandega minimal mempunyai kemampuan yang ada dalam SKU dan SKK tersebut. Diharapkan lebih dari standar tersebut dengan terus-menerus mengembangkan kemampuan pribadinya. Untuk SKK, diharapkan keterampilan yang dimilikinya terus diasah sehingga menjadi kelebihan tersendiri bagi dirinya. Jadi tidak berhenti hanya sampai didapatkannya TKK.
Namun, Gugusdepan sebagai ujung tombak pembinaan melalui para pembinanya mulai banyak yang tidak menjalankan standar minimal tersebut dengan baik. Seringkali seorang Pramuka Penegak Bantara tidak tahu apa itu Dewan Kerja atau Saka. Akibatnya, suatu kegiatan pelatihan seperti LPK atau KPDK harus mengulang kembali materi tentang Dewan Kerja dari dasar yang seharusnya lebih kepada pengembangan wacana dan diskusi.
Begitu pula dalam kegiatan pelatihan yang diadakan oleh Dewan Kerja ataupun Saka. Sampai saat ini belum ada suatu sistem yang jelas mengenai kegiatan pelatihan. Di dalam kegiatan pelatihan yang diadakan Dewan Kerja, masih belum ada kesepakatan apakah sistem pelatihannya berjenjang atau tidak. Begitu pula dengan materi yang diberikan. Apabila bercermin dengan organisasi kepemudaan lain, militer, atau yang lebih dekat, sistem pelatihan untuk pembina, pada umumnya sistem yang diterapkan berjenjang, waktu yang jelas, dan memiliki materi standar. Dalam sebagian organisasi kepemudaan, penjenjangan, waktu pelaksanaan beserta materinya dibahas tuntas dalam musywarah pimpinan mereka. Sehingga hasilnya mengikat dari pusat sampai yang terbawah. Dengan demikian, hasilnya dapat terukur dengan jelas secara umum dan memiliki kateristik tersendiri. Begitu pula dalam Saka, belum ada kegiatan pelatihan yang jelas dan terarah dengan baik. Yang ada, perubahan-perubahan SKK yang Surat keputusannya belum tentu sampai pada tingkatan pelaksananya. Itulah sekelumit gambaran permasalahan yang dihadapi oleh organisasi kader yang mengalami krisis kader. Tentu saja masih banyak permasalahan kaderisasi yang dihadapi suatu wadah pembinaan. Dan ini tentu saja dapat menjadi pembelajaran dan tantangan untuk terus maju dengan tidak lupa berusaha dan berdoa.
Sejarah komputer
Sejak dahulu kala, proses pengolahan data telah dilakukan oleh manusia. Manusia juga menemukan alat-alat mekanik dan elektronik untuk membantu manusia dalam penghitungan dan pengolahan data supaya bisa mendapatkan hasil lebih cepat. Komputer yang kita temui saat ini adalah suatu evolusi panjang dari penemuan-penemuan manusia sejah dahulu kala berupa mekanik maupun elektronik
Saat ini kompuite dan piranti pendukungnya telah masuk dalam setiap aspek kehidupan dan pekerjaan. Komputer yang ada sekarang memiliki kemampuan yang lebih dari sekedar perhitungan matematik biasa. Diantaranya adalah sistem komputer di kassa supermarket yang mampu membaca kode barang belanja, sentral telepon yang menangani jutaan panggilan dan komunikasi, jaringan komputer dan internet yang menghubungkan berbagai tempat di dunia.
SEJARAH KOMPUTER MENURUT PERIODENYA ADALAH:
A. ALAT HITUNG TRADISIONAL DAN KALKULATOR MEKANIK
ALAT HITUNG TRADISIONAL dan KALKULATOR MEKANIKAbacus, yang muncul sekitar 5000 tahun yang lalu di Asia kecil dan masih digunakan di beberapa tempat hingga saat ini dapat dianggap sebagai awal mula mesin komputasi.Alat ini memungkinkan penggunanya untuk melakukan perhitungan menggunakan biji-bijian geser yang diatur pada sebuah rak. Para pedagang di masa itu menggunakan abacus untuk menghitung transaksi perdagangan. Seiring dengan munculnya pensil dan kertas, terutama di Eropa, abacus kehilangan popularitasnya Setelah hampir 12 abad, muncul penemuan lain dalam hal mesin komputasi. Pada tahun 1642,
Blaise Pascal (1623-1662), yang pada waktu itu berumur 18 tahun, menemukan apa yang ia sebut sebagai kalkulator roda numerik (numerical wheel calculator) untuk membantu ayahnya melakukan perhitungan pajak. Kotak persegi kuningan ini yang dinamakan Pascaline, menggunakan delapan roda putar bergerigi untuk menjumlahkan bilangan hingga delapan digit. Alat ini merupakan alat penghitung bilangan berbasis sepuluh. Kelemahan alat ini adalah hanya terbatas untuk melakukan penjumlahan
Tahun 1694, seorang matematikawan dan filsuf Jerman, Gottfred Wilhem von Leibniz (1646-1716) memperbaiki Pascaline dengan membuat mesin yang dapat mengalikan. Sama seperti pendahulunya, alat mekanik ini bekerja dengan menggunakan roda-roda gerigi. Dengan mempelajari catatan dan gambar-gambar yang dibuat oleh Pascal, Leibniz dapat menyempurnakan alatnya.
Barulah pada tahun 1820, kalkulator mekanik mulai populer. Charles Xavier Thomas de Colmar menemukan mesin yang dapat melakukan empat fungsi aritmatik dasar. Kalkulator mekanik Colmar, arithometer, mempresentasikan pendekatan yang lebih praktis dalam kalkulasi karena alat tersebut dapat melakukan penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Dengan kemampuannya, arithometer banyak dipergunakan hingga masa Perang Dunia I. Bersama-sama dengan Pascal dan Leibniz, Colmar membantu membangun era komputasi mekanikal.
Awal mula komputer yang sebenarnya dibentuk oleh seorang profesor matematika Inggris, Charles Babbage (1791-1871). Tahun 1812, Babbage memperhatikan kesesuaian alam antara mesin mekanik dan matematika yaitu mesin mekanik sangat baik dalam mengerjakan tugas yang sama berulangkali tanpa kesalahan; sedang matematika membutuhkan repetisi sederhana dari suatu langkah-langkah tertenu. Masalah tersebut kemudain berkembang hingga menempatkan mesin mekanik sebagai alat untuk menjawab kebutuhan mekanik. Usaha Babbage yang pertama untuk menjawab masalah ini muncul pada tahun 1822 ketika ia mengusulkan suatu mesin untuk melakukanperhitungan persamaan differensial. Mesin tersebut dinamakan Mesin Differensial. Dengan menggunakan tenaga uap, mesin tersebut dapat menyimpan program dan dapat melakukan kalkulasi serta mencetak hasilnya secara otomatis
Setelah bekerja dengan Mesin Differensial selama sepuluh tahun, Babbage tiba-tiba terinspirasi untuk memulai membuat komputer general-purpose yang pertama, yang disebut Analytical Engine. Asisten Babbage, Augusta Ada King (1815-1842) memiliki peran penting dalam pembuatan mesin ini. Ia membantu merevisi rencana, mencari pendanaan dari pemerintah Inggris, dan mengkomunikasikan spesifikasi Analytical Engine kepada publik. Selain itu, pemahaman Augusta yang baik tentang mesin ini memungkinkannya membuat instruksi untuk dimasukkan ke dalam mesin dan juga membuatnya menjadi programmer wanita yang pertama. Pada tahun 1980, Departemen Pertahanan Amerika Serikat menamakan sebuah bahasa pemrograman dengan nama ADA sebagai penghormatan kepadanya.
Mesin uap Babbage, walaupun tidak pernah selesai dikerjakan, tampak sangat primitif apabila dibandingkan dengan standar masa kini. Bagaimanapun juga, alat tersebut menggambarkan elemen dasar dari sebuah komputer modern dan juga mengungkapkan sebuah konsep penting. Terdiri dari sekitar 50.000 komponen, disain dasar dari Analytical Engine menggunakan kartu-kartu perforasi (berlubang-lubang) yang berisi instruksi operasi bagi mesin tersebut.
Pada 1889, Herman Hollerith (1860-1929) juga menerapkan prinsip kartu perforasi untuk melakukan penghitungan. Tugas pertamanya adalah menemukan cara yang lebih cepat untuk melakukan perhitungan bagi Biro Sensus Amerika Serikat. Sensus sebelumnya yang dilakukan di tahun 1880 membutuhkan waktu tujuh tahun untuk menyelesaikan perhitungan. Dengan berkembangnya populasi, Biro tersebut memperkirakan bahwa dibutuhkan waktu sepuluh tahun untuk menyelesaikan perhitungan sensus.
Hollerith menggunakan kartu perforasi untuk memasukkan data sensus yang kemudian diolah oleh alat tersebut secara mekanik. Sebuah kartu dapat menyimpan hingga 80 variabel. Dengan menggunakan alat tersebut, hasil sensus dapat diselesaikan dalam waktu enam minggu. Selain memiliki keuntungan dalam bidang kecepatan, kartu tersebut berfungsi sebagai media penyimpan data. Tingkat kesalahan perhitungan juga dapat ditekan secara drastis. Hollerith kemudian mengembangkan alat tersebut dan menjualnya ke masyarakat luas. Ia mendirikan Tabulating Machine Company pada tahun 1896 yang kemudian menjadi International Business Machine (1924) setelah mengalami beberapa kali merger. Perusahaan lain seperti Remington Rand and Burroghs juga memproduksi alat pembaca kartu perforasi untuk usaha bisnis. Kartu perforasi digunakan oleh kalangan bisnis dn pemerintahan untuk permrosesan data hingga tahun 1960.
Pada masa berikutnya, beberapa insinyur membuat penemuan baru lainnya. Vannevar Bush (18901974) membuat sebuah kalkulator untuk menyelesaikan persamaan differensial di tahun 1931. Mesin tersebut dapat menyelesaikan persamaan differensial kompleks yang selama ini dianggap rumit oleh kalangan akademisi. Mesin tersebut sangat besar dan berat karena ratusan gerigi dan poros yang dibutuhkan untuk melakukan perhitungan. Pada tahun 1903, John V. Atanasoff dan Clifford Berry mencoba membuat komputer elektrik yang menerapkan aljabar Boolean pada sirkuit elektrik. Pendekatan ini didasarkan pada hasil kerja George Boole (1815-1864) berupa sistem biner aljabar, yang menyatakan bahwa setiap persamaan matematik dapat dinyatakan sebagai benar atau salah. Dengan mengaplikasikan kondisi benar-salah ke dalam sirkuit listrik dalam bentuk terhubung-terputus, Atanasoff dan Berry membuat komputer elektrik pertama di tahun 1940. Namun proyek mereka terhenti karena kehilangan sumber pendanaan.
B. KOMPUTER GENERASI PERTAMA
Dengan terjadinya Perang Dunia Kedua, negara-negara yang terlibat dalam perang tersebut berusaha mengembangkan komputer untuk mengeksploitasi potensi strategis yang dimiliki komputer. Hal ini meningkatkan pendanaan pengembangan komputer serta mempercepat kemajuan teknik komputer. Pada tahun 1941, Konrad Zuse, seorang insinyur Jerman membangun sebuah komputer Z3, untuk mendisain pesawat terbang dan peluru kendali.
Pihak sekutu juga membuat kemajuan lain dalam pengembangan kekuatan komputer. Tahun 1943, pihak Inggris menyelesaikan komputer pemecah kode rahasia yang dinamakan Colossus untuk memecahkan kode-rahasia yang digunakan Jerman. Dampak pembuatan Colossus tidak terlalu mempengaruhi perkembangan industri komputer dikarenakan dua alasan. Pertama, colossus bukan merupakan komputer serbaguna general-purpose computer), ia hanya didisain untuk memecahkan kode rahasia. Kedua, keberadaan mesin ini dijaga kerahasiaannya hingga satu dekade setelah perang berakhir.
Usaha yang dilakukan oleh pihak Amerika pada saat itu menghasilkan suatu kemajuan lain. Howard H. Aiken (1900-1973), seorang insinyur Harvard yang bekerja dengan IBM, berhasil memproduksi kalkulator elektronik untuk US Navy. Kalkulator tersebut berukuran panjang setengah lapangan bola kaki dan memiliki rentang kabel sepanjang 500 mil. The Harvd-IBM Automatic Sequence Controlled Calculator, atau Mark I, merupakan komputer relai elektronik. Ia menggunakan sinyal elektromagnetik untuk menggerakkan komponen mekanik. Mesin tersebut beropreasi dengan lambat (ia membutuhkan 3-5 detik untuk setiap perhitungan) dan tidak fleksibel (urutan kalkulasi tidak dapat diubah). Kalkulator tersebut dapat melakukan perhitungan aritmatik dasar dan persamaan yang lebih kompleks.
Perkembangan komputer lain pada masa ini adalah Electronic Numerical Integrator and Computer (ENIAC), yang dibuat oleh kerjasama antara pemerintah Amerika Serikat dan University of Pennsylvania. Terdiri dari 18.000 tabung vakum, 70.000 resistor, dan 5 juta titik solder, komputer tersebut merupakan mesin yang sangat besar yang mengkonsumsi daya sebesar 160kW. Komputer ini dirancang oleh John Presper Eckert (1919-1995) dan John W. Mauchly (1907-1980), ENIAC merupakan komputer serbaguna (general purpose computer) yang bekerja 1000 kali lebih cepat dibandingkan Mark I.Pada pertengahan 1940-an, John von Neumann (1903-1957) bergabung dengan tim University of Pennsylvania dalam usha membangun konsep desin komputer yang hingga 40 tahun mendatang masih dipakai dalam teknik komputer.
Von Neumann mendesain Electronic Discrete Variable Automatic komputer (EDVAC) pada tahun 1945 dengan sebuah memori untuk menampung baik program ataupun data. Teknik ini memungkinkan komputer untuk berhenti pada suatu saat dan kemudian melanjutkan pekerjaannya kembali. Kunci utama arsitektur von Neumann adalah unit pemrosesan sentral (CPU), yang memungkinkan seluruh fungsi komputer untuk dikoordinasikan melalui satu sumber tunggal. Tahun 1951, UNIVAC I (Universal Automatic Computer I) yang dibuat oleh Remington Rand, menjadi komputer komersial pertama yang memanfaatkan model arsitektur von Neumann tersebut. Baik Badan Sensus Amerika Serikat dan General Electric memiliki UNIVAC. Salah satu hasil mengesankan yang dicapai oleh UNIVAC dalah keberhasilannya dalam memprediksi kemenangan Dwilight D. Eisenhower dalam pemilihan presiden tahun 1952.
Komputer Generasi pertama dikarakteristik dengan fakta bahwa instruksi operasi dibuat secara spesifik untuk suatu tugas tertentu. Setiap komputer memiliki program kode-biner yang berbeda yang disebut "bahasa mesin" (machine language). Hal ini menyebabkan komputer sulit untuk diprogram dan membatasi kecepatannya. Ciri lain komputer generasi pertama adalah penggunaan tube vakum (yang membuat komputer pada masa tersebut berukuran sangat besar) dan silinder magnetik untuk penyimpanan data.
C. KOMPUTER GENERASI KEDUA
Pada tahun 1948, penemuan transistor sangat mempengaruhi perkembangan komputer. Transistor menggantikan tube vakum di televisi, radio, dan komputer. Akibatnya, ukuran mesin-mesin elektrik berkurang drastis. Transistor mulai digunakan di dalam komputer mulai pada tahun 1956. Penemuan lain yang berupa pengembangan memori inti-magnetik membantu pengembangan komputer generasi kedua yang lebih kecil, lebih cepat, lebih dapat diandalkan, dan lebih hemat energi dibanding para pendahulunya. Mesin pertama yang memanfaatkan teknologi baru ini adalah superkomputer. IBM membuat superkomputer bernama Stretch, dan Sprery-Rand membuat komputer bernama LARC. Komputer-komputer ini, yang dikembangkan untuk laboratorium energi atom, dapat menangani sejumlah besar data, sebuah kemampuan yang sangat dibutuhkan oleh peneliti atom. Mesin tersebut sangat mahal dan cenderung terlalu kompleks untuk kebutuhan komputasi bisnis, sehingga membatasi kepopulerannya. Hanya ada dua LARC yang pernah dipasang dan digunakan: satu di Lawrence Radiation Labs di Livermore, California, dan yang lainnya di US Navy Research and Development Center di Washington D.C. Komputer generasi kedua menggantikan bahasa mesin dengan bahasa assembly. Bahasa assembly adalah bahasa yang menggunakan singkatan-singkatan untuk menggantikan kode biner.
Pada awal 1960-an, mulai bermunculan komputer generasi kedua yang sukses di bidang bisnis, di universitas, dan di pemerintahan. Komputer-komputer generasi kedua ini merupakan komputer yang sepenuhnya menggunakan transistor. Mereka juga memiliki komponen-komponen yang dapat diasosiasikan dengan komputer pada saat ini: printer, penyimpanan dalam disket, memory, sistem operasi, dan program. Salah satu contoh penting komputer pada masa ini adalah IBM 1401 yang diterima secara luas di kalangan industri. Pada tahun 1965, hampir seluruh bisnis-bisnis besar menggunakan komputer generasi kedua untuk memproses informasi keuangan.
Program yang tersimpan di dalam komputer dan bahasa pemrograman yang ada di dalamnya memberikan fleksibilitas kepada komputer. Fleksibilitas ini meningkatkan kinerja dengan harga yang pantas bagi penggunaan bisnis. Dengan konsep ini, komputer dapat mencetak faktur pembelian konsumen dan kemudian menjalankan desain produk atau menghitung daftar gaji. Beberapa bahasa pemrograman mulai bermunculan pada saat itu. Bahasa pemrograman Common Business-Oriented Language (COBOL) dan Formula Translator (FORTRAN) mulai umum digunakan. Bahasa pemrograman ini menggantikan kode mesin yang rumit dengan kata-kata, kalimat, dan formula matematika yang lebih mudah dipahami oleh manusia. Hal ini memudahkan seseorang untuk memprogram dan mengatur komputer. Berbagai macam karir baru bermunculan (programmer, analyst, dan ahli sistem komputer). Industri piranti lunak juga mulai bermunculan dan berkembang pada masa komputer generasi kedua ini.
D. KOMPUTER GENERASI KETIGA
Walaupun transistor dalam banyak hal mengungguli tube vakum, namun transistor menghasilkan panas yang cukup besar, yang dapat berpotensi merusak bagian-bagian internal komputer. Batu kuarsa (quartz rock) menghilangkan masalah ini. Jack Kilby, seorang insinyur di Texas Instrument, mengembangkan sirkuit terintegrasi (IC: integrated circuit) di tahun 1958. IC mengkombinasikan tiga komponen elektronik dalam sebuah piringan silikon kecil yang terbuat dari pasir kuarsa. Para ilmuwan kemudian berhasil memasukkan lebih banyak komponen-komponen ke dalam suatu chip tunggal yang disebut semikonduktor. Hasilnya, komputer menjadi semakin kecil karena komponen-komponen dapat dipadatkan dalam chip. Kemajuan komputer generasi ketiga lainnya adalah penggunaan sistem operasi (operating system) yang memungkinkan mesin untuk menjalankan berbagai program yang berbeda secara serentak dengan sebuah program utama yang memonitor dan mengkoordinasi memori komputer.
E. KOMPUTER GENERASI KEEMPAT
Setelah IC, tujuan pengembangan menjadi lebih jelas yaitu mengecilkan ukuran sirkuit dan komponen-komponen elektrik. Large Scale Integration (LSI) dapat memuat ratusan komponen dalam sebuah chip. Pada tahun 1980-an, Very Large Scale Integration (VLSI) memuat ribuan komponen dalam sebuah chip tunggal.Ultra-Large Scale Integration (ULSI) meningkatkan jumlah tersebut menjadi jutaan. Kemampuan untuk memasang sedemikian banyak komponen dalam suatu keping yang berukuran setengah keping uang logam mendorong turunnya harga dan ukuran komputer. Hal tersebut juga meningkatkan daya kerja, efisiensi dan kehandalan komputer. Chip Intel 4004 yang dibuat pada tahun 1971 membawa kemajuan pada IC dengan meletakkan seluruh komponen dari sebuah komputer (central processing unit, memori, dan kendali input/output) dalam sebuah chip yangsangat kecil. Sebelumnya, IC dibuat untuk mengerjakan suatu tugas tertentu yang spesifik. Sekarang, sebuah mikroprosesor dapat diproduksi dan kemudian diprogram untuk memenuhi seluruh kebutuhan yang diinginkan. Tidak lama kemudian, setiap perangkat rumah tangga seperti microwave oven, televisi, dan mobil dengan electronic fuel injection dilengkapi dengan mikroprosesor.
Perkembangan yang demikian memungkinkan orang-orang biasa untuk menggunakan komputer biasa. Komputer tidak lagi menjadi dominasi perusahaan-perusahaan besar atau lembaga pemerintah. Pada pertengahan tahun 1970-an, perakit komputer menawarkan produk komputer mereka ke masyarakat umum. Komputer-komputer ini, yang disebut minikomputer, dijual dengan paket piranti lunak yang mudah digunakan oleh kalangan awam. Piranti lunak yang paling populer pada saat itu adalah program word processing dan spreadsheet. Pada awal 1980-an, video game seperti Atari 2600 menarik perhatian konsumen pada komputer rumahan yang lebih canggih dan dapat diprogram.Pada tahun 1981, IBM memperkenalkan penggunaan Personal Computer (PC) untuk penggunaan di rumah, kantor, dan sekolah. Jumlah PC yang digunakan melonjak dari 2 juta unit di tahun 1981 menjadi 5,5 juta unit di tahun 1982. Sepuluh tahun kemudian, 65 juta PC digunakan. Komputer melanjutkan evolusinya menuju ukuran yang lebih kecil, dari komputer yang berada di atas meja (desktop computer) menjadi komputer yang dapat dimasukkan ke dalam tas (laptop), atau bahkan komputer yang dapat digenggam (palmtop).
IBM PC bersaing dengan Apple Macintosh dalam memperebutkan pasar komputer. Apple Macintosh menjadi terkenal karena mempopulerkan sistem grafis pada komputernya, sementara saingannya masih menggunakan komputer yang berbasis teks. Macintosh juga mempopulerkan penggunaan piranti mouse.
Pada masa sekarang, kita mengenal perjalanan IBM compatible dengan pemakaian CPU: IBM PC/486, Pentium, Pentium II, Pentium III, Pentium IV (Serial dari CPU buatan Intel). Juga kita kenal AMD k6, Athlon, dsb. Ini semua masuk dalam golongan komputer generasi keempat. Seiring dengan menjamurnya penggunaan komputer di tempat kerja, cara-cara baru untuk menggali potensi terus dikembangkan. Seiring dengan bertambah kuatnya suatu komputer kecil, komputer-komputer tersebut dapat dihubungkan secara bersamaan dalam suatu jaringan untuk saling berbagi memori, piranti lunak,informasi, dan juga untuk dapat saling berkomunikasi satu dengan yang lainnya. Komputer jaringan memungkinkan komputer tunggal untuk membentuk kerjasama elektronik untuk menyelesaikan suatu proses tugas. Dengan menggunakan perkabelan langsung (disebut juga local area network, LAN), atau kabel telepon, jaringan ini dapat berkembang menjadi sangat besar.
F. KOMPUTER GENERASI KELIMA
Mendefinisikan komputer generasi kelima menjadi cukup sulit karena tahap ini masih sangat muda. Contoh imajinatif komputer generasi kelima adalah komputer fiksi HAL9000 dari novel karya Arthur C. Clarke berjudul 2001:Space Odyssey. HAL menampilkan seluruh fungsi yang diinginkan dari sebuah komputer generasi kelima. Dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence), HAL dapat cukup memiliki nalar untuk melakukan percapakan dengan manusia, menggunakan masukan visual, dan belajar dari pengalamannya sendiri.
Walaupun mungkin realisasi HAL9000 masih jauh dari kenyataan, banyak fungsi-fungsi yang dimilikinya sudah terwujud. Beberapa komputer dapat menerima instruksi secara lisan dan mampu meniru nalar manusia. Kemampuan untuk menterjemahkan bahasa asing juga menjadi mungkin. Fasilitas ini tampak sederhan. Namun fasilitas tersebut menjadi jauh lebih rumit dari yang diduga ketika programmer menyadari bahwa pengertian manusia sangat bergantung pada konteks dan pengertian daripada sekedar menterjemahkan kata-kata secara langsung.
Banyak kemajuan di bidang disain komputer dan teknologi semakin memungkinkan pembuatan komputer generasi kelima. Dua kemajuan rekayasa yang terutama adalah kemampuan pemrosesan paralel, yang akan menggantikan model von Neumann. Model von Neumann akan digantikan dengan sistem yang mampu mengkoordinasikan banyak CPU untuk bekerja secara serempak. Kemajuan lain adalah teknologi superkonduktor yang memungkinkan aliran elektrik tanpa ada hambatan apapun, yang nantinya dapat mempercepat kecepatan informasi.
Jepang adalah negara yang terkenal dalam sosialisasi jargon dan proyek komputer generasi kelima. Lembaga ICOT (Institute for new Computer Technology) juga dibentuk untuk merealisasikannya. Banyak kabar yang menyatakan bahwa proyek ini telah gagal, namun beberapa informasi lain bahwa keberhasilan proyek komputer generasi kelima ini akan membawa perubahan baru paradigma komputerisasi di dunia. Kita tunggu informasi mana yang lebih valid dan membuahkan hasil.
Saat ini kompuite dan piranti pendukungnya telah masuk dalam setiap aspek kehidupan dan pekerjaan. Komputer yang ada sekarang memiliki kemampuan yang lebih dari sekedar perhitungan matematik biasa. Diantaranya adalah sistem komputer di kassa supermarket yang mampu membaca kode barang belanja, sentral telepon yang menangani jutaan panggilan dan komunikasi, jaringan komputer dan internet yang menghubungkan berbagai tempat di dunia.
SEJARAH KOMPUTER MENURUT PERIODENYA ADALAH:
A. ALAT HITUNG TRADISIONAL DAN KALKULATOR MEKANIK
ALAT HITUNG TRADISIONAL dan KALKULATOR MEKANIKAbacus, yang muncul sekitar 5000 tahun yang lalu di Asia kecil dan masih digunakan di beberapa tempat hingga saat ini dapat dianggap sebagai awal mula mesin komputasi.Alat ini memungkinkan penggunanya untuk melakukan perhitungan menggunakan biji-bijian geser yang diatur pada sebuah rak. Para pedagang di masa itu menggunakan abacus untuk menghitung transaksi perdagangan. Seiring dengan munculnya pensil dan kertas, terutama di Eropa, abacus kehilangan popularitasnya Setelah hampir 12 abad, muncul penemuan lain dalam hal mesin komputasi. Pada tahun 1642,
Blaise Pascal (1623-1662), yang pada waktu itu berumur 18 tahun, menemukan apa yang ia sebut sebagai kalkulator roda numerik (numerical wheel calculator) untuk membantu ayahnya melakukan perhitungan pajak. Kotak persegi kuningan ini yang dinamakan Pascaline, menggunakan delapan roda putar bergerigi untuk menjumlahkan bilangan hingga delapan digit. Alat ini merupakan alat penghitung bilangan berbasis sepuluh. Kelemahan alat ini adalah hanya terbatas untuk melakukan penjumlahan
Tahun 1694, seorang matematikawan dan filsuf Jerman, Gottfred Wilhem von Leibniz (1646-1716) memperbaiki Pascaline dengan membuat mesin yang dapat mengalikan. Sama seperti pendahulunya, alat mekanik ini bekerja dengan menggunakan roda-roda gerigi. Dengan mempelajari catatan dan gambar-gambar yang dibuat oleh Pascal, Leibniz dapat menyempurnakan alatnya.
Barulah pada tahun 1820, kalkulator mekanik mulai populer. Charles Xavier Thomas de Colmar menemukan mesin yang dapat melakukan empat fungsi aritmatik dasar. Kalkulator mekanik Colmar, arithometer, mempresentasikan pendekatan yang lebih praktis dalam kalkulasi karena alat tersebut dapat melakukan penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Dengan kemampuannya, arithometer banyak dipergunakan hingga masa Perang Dunia I. Bersama-sama dengan Pascal dan Leibniz, Colmar membantu membangun era komputasi mekanikal.
Awal mula komputer yang sebenarnya dibentuk oleh seorang profesor matematika Inggris, Charles Babbage (1791-1871). Tahun 1812, Babbage memperhatikan kesesuaian alam antara mesin mekanik dan matematika yaitu mesin mekanik sangat baik dalam mengerjakan tugas yang sama berulangkali tanpa kesalahan; sedang matematika membutuhkan repetisi sederhana dari suatu langkah-langkah tertenu. Masalah tersebut kemudain berkembang hingga menempatkan mesin mekanik sebagai alat untuk menjawab kebutuhan mekanik. Usaha Babbage yang pertama untuk menjawab masalah ini muncul pada tahun 1822 ketika ia mengusulkan suatu mesin untuk melakukanperhitungan persamaan differensial. Mesin tersebut dinamakan Mesin Differensial. Dengan menggunakan tenaga uap, mesin tersebut dapat menyimpan program dan dapat melakukan kalkulasi serta mencetak hasilnya secara otomatis
Setelah bekerja dengan Mesin Differensial selama sepuluh tahun, Babbage tiba-tiba terinspirasi untuk memulai membuat komputer general-purpose yang pertama, yang disebut Analytical Engine. Asisten Babbage, Augusta Ada King (1815-1842) memiliki peran penting dalam pembuatan mesin ini. Ia membantu merevisi rencana, mencari pendanaan dari pemerintah Inggris, dan mengkomunikasikan spesifikasi Analytical Engine kepada publik. Selain itu, pemahaman Augusta yang baik tentang mesin ini memungkinkannya membuat instruksi untuk dimasukkan ke dalam mesin dan juga membuatnya menjadi programmer wanita yang pertama. Pada tahun 1980, Departemen Pertahanan Amerika Serikat menamakan sebuah bahasa pemrograman dengan nama ADA sebagai penghormatan kepadanya.
Mesin uap Babbage, walaupun tidak pernah selesai dikerjakan, tampak sangat primitif apabila dibandingkan dengan standar masa kini. Bagaimanapun juga, alat tersebut menggambarkan elemen dasar dari sebuah komputer modern dan juga mengungkapkan sebuah konsep penting. Terdiri dari sekitar 50.000 komponen, disain dasar dari Analytical Engine menggunakan kartu-kartu perforasi (berlubang-lubang) yang berisi instruksi operasi bagi mesin tersebut.
Pada 1889, Herman Hollerith (1860-1929) juga menerapkan prinsip kartu perforasi untuk melakukan penghitungan. Tugas pertamanya adalah menemukan cara yang lebih cepat untuk melakukan perhitungan bagi Biro Sensus Amerika Serikat. Sensus sebelumnya yang dilakukan di tahun 1880 membutuhkan waktu tujuh tahun untuk menyelesaikan perhitungan. Dengan berkembangnya populasi, Biro tersebut memperkirakan bahwa dibutuhkan waktu sepuluh tahun untuk menyelesaikan perhitungan sensus.
Hollerith menggunakan kartu perforasi untuk memasukkan data sensus yang kemudian diolah oleh alat tersebut secara mekanik. Sebuah kartu dapat menyimpan hingga 80 variabel. Dengan menggunakan alat tersebut, hasil sensus dapat diselesaikan dalam waktu enam minggu. Selain memiliki keuntungan dalam bidang kecepatan, kartu tersebut berfungsi sebagai media penyimpan data. Tingkat kesalahan perhitungan juga dapat ditekan secara drastis. Hollerith kemudian mengembangkan alat tersebut dan menjualnya ke masyarakat luas. Ia mendirikan Tabulating Machine Company pada tahun 1896 yang kemudian menjadi International Business Machine (1924) setelah mengalami beberapa kali merger. Perusahaan lain seperti Remington Rand and Burroghs juga memproduksi alat pembaca kartu perforasi untuk usaha bisnis. Kartu perforasi digunakan oleh kalangan bisnis dn pemerintahan untuk permrosesan data hingga tahun 1960.
Pada masa berikutnya, beberapa insinyur membuat penemuan baru lainnya. Vannevar Bush (18901974) membuat sebuah kalkulator untuk menyelesaikan persamaan differensial di tahun 1931. Mesin tersebut dapat menyelesaikan persamaan differensial kompleks yang selama ini dianggap rumit oleh kalangan akademisi. Mesin tersebut sangat besar dan berat karena ratusan gerigi dan poros yang dibutuhkan untuk melakukan perhitungan. Pada tahun 1903, John V. Atanasoff dan Clifford Berry mencoba membuat komputer elektrik yang menerapkan aljabar Boolean pada sirkuit elektrik. Pendekatan ini didasarkan pada hasil kerja George Boole (1815-1864) berupa sistem biner aljabar, yang menyatakan bahwa setiap persamaan matematik dapat dinyatakan sebagai benar atau salah. Dengan mengaplikasikan kondisi benar-salah ke dalam sirkuit listrik dalam bentuk terhubung-terputus, Atanasoff dan Berry membuat komputer elektrik pertama di tahun 1940. Namun proyek mereka terhenti karena kehilangan sumber pendanaan.
B. KOMPUTER GENERASI PERTAMA
Dengan terjadinya Perang Dunia Kedua, negara-negara yang terlibat dalam perang tersebut berusaha mengembangkan komputer untuk mengeksploitasi potensi strategis yang dimiliki komputer. Hal ini meningkatkan pendanaan pengembangan komputer serta mempercepat kemajuan teknik komputer. Pada tahun 1941, Konrad Zuse, seorang insinyur Jerman membangun sebuah komputer Z3, untuk mendisain pesawat terbang dan peluru kendali.
Pihak sekutu juga membuat kemajuan lain dalam pengembangan kekuatan komputer. Tahun 1943, pihak Inggris menyelesaikan komputer pemecah kode rahasia yang dinamakan Colossus untuk memecahkan kode-rahasia yang digunakan Jerman. Dampak pembuatan Colossus tidak terlalu mempengaruhi perkembangan industri komputer dikarenakan dua alasan. Pertama, colossus bukan merupakan komputer serbaguna general-purpose computer), ia hanya didisain untuk memecahkan kode rahasia. Kedua, keberadaan mesin ini dijaga kerahasiaannya hingga satu dekade setelah perang berakhir.
Usaha yang dilakukan oleh pihak Amerika pada saat itu menghasilkan suatu kemajuan lain. Howard H. Aiken (1900-1973), seorang insinyur Harvard yang bekerja dengan IBM, berhasil memproduksi kalkulator elektronik untuk US Navy. Kalkulator tersebut berukuran panjang setengah lapangan bola kaki dan memiliki rentang kabel sepanjang 500 mil. The Harvd-IBM Automatic Sequence Controlled Calculator, atau Mark I, merupakan komputer relai elektronik. Ia menggunakan sinyal elektromagnetik untuk menggerakkan komponen mekanik. Mesin tersebut beropreasi dengan lambat (ia membutuhkan 3-5 detik untuk setiap perhitungan) dan tidak fleksibel (urutan kalkulasi tidak dapat diubah). Kalkulator tersebut dapat melakukan perhitungan aritmatik dasar dan persamaan yang lebih kompleks.
Perkembangan komputer lain pada masa ini adalah Electronic Numerical Integrator and Computer (ENIAC), yang dibuat oleh kerjasama antara pemerintah Amerika Serikat dan University of Pennsylvania. Terdiri dari 18.000 tabung vakum, 70.000 resistor, dan 5 juta titik solder, komputer tersebut merupakan mesin yang sangat besar yang mengkonsumsi daya sebesar 160kW. Komputer ini dirancang oleh John Presper Eckert (1919-1995) dan John W. Mauchly (1907-1980), ENIAC merupakan komputer serbaguna (general purpose computer) yang bekerja 1000 kali lebih cepat dibandingkan Mark I.Pada pertengahan 1940-an, John von Neumann (1903-1957) bergabung dengan tim University of Pennsylvania dalam usha membangun konsep desin komputer yang hingga 40 tahun mendatang masih dipakai dalam teknik komputer.
Von Neumann mendesain Electronic Discrete Variable Automatic komputer (EDVAC) pada tahun 1945 dengan sebuah memori untuk menampung baik program ataupun data. Teknik ini memungkinkan komputer untuk berhenti pada suatu saat dan kemudian melanjutkan pekerjaannya kembali. Kunci utama arsitektur von Neumann adalah unit pemrosesan sentral (CPU), yang memungkinkan seluruh fungsi komputer untuk dikoordinasikan melalui satu sumber tunggal. Tahun 1951, UNIVAC I (Universal Automatic Computer I) yang dibuat oleh Remington Rand, menjadi komputer komersial pertama yang memanfaatkan model arsitektur von Neumann tersebut. Baik Badan Sensus Amerika Serikat dan General Electric memiliki UNIVAC. Salah satu hasil mengesankan yang dicapai oleh UNIVAC dalah keberhasilannya dalam memprediksi kemenangan Dwilight D. Eisenhower dalam pemilihan presiden tahun 1952.
Komputer Generasi pertama dikarakteristik dengan fakta bahwa instruksi operasi dibuat secara spesifik untuk suatu tugas tertentu. Setiap komputer memiliki program kode-biner yang berbeda yang disebut "bahasa mesin" (machine language). Hal ini menyebabkan komputer sulit untuk diprogram dan membatasi kecepatannya. Ciri lain komputer generasi pertama adalah penggunaan tube vakum (yang membuat komputer pada masa tersebut berukuran sangat besar) dan silinder magnetik untuk penyimpanan data.
C. KOMPUTER GENERASI KEDUA
Pada tahun 1948, penemuan transistor sangat mempengaruhi perkembangan komputer. Transistor menggantikan tube vakum di televisi, radio, dan komputer. Akibatnya, ukuran mesin-mesin elektrik berkurang drastis. Transistor mulai digunakan di dalam komputer mulai pada tahun 1956. Penemuan lain yang berupa pengembangan memori inti-magnetik membantu pengembangan komputer generasi kedua yang lebih kecil, lebih cepat, lebih dapat diandalkan, dan lebih hemat energi dibanding para pendahulunya. Mesin pertama yang memanfaatkan teknologi baru ini adalah superkomputer. IBM membuat superkomputer bernama Stretch, dan Sprery-Rand membuat komputer bernama LARC. Komputer-komputer ini, yang dikembangkan untuk laboratorium energi atom, dapat menangani sejumlah besar data, sebuah kemampuan yang sangat dibutuhkan oleh peneliti atom. Mesin tersebut sangat mahal dan cenderung terlalu kompleks untuk kebutuhan komputasi bisnis, sehingga membatasi kepopulerannya. Hanya ada dua LARC yang pernah dipasang dan digunakan: satu di Lawrence Radiation Labs di Livermore, California, dan yang lainnya di US Navy Research and Development Center di Washington D.C. Komputer generasi kedua menggantikan bahasa mesin dengan bahasa assembly. Bahasa assembly adalah bahasa yang menggunakan singkatan-singkatan untuk menggantikan kode biner.
Pada awal 1960-an, mulai bermunculan komputer generasi kedua yang sukses di bidang bisnis, di universitas, dan di pemerintahan. Komputer-komputer generasi kedua ini merupakan komputer yang sepenuhnya menggunakan transistor. Mereka juga memiliki komponen-komponen yang dapat diasosiasikan dengan komputer pada saat ini: printer, penyimpanan dalam disket, memory, sistem operasi, dan program. Salah satu contoh penting komputer pada masa ini adalah IBM 1401 yang diterima secara luas di kalangan industri. Pada tahun 1965, hampir seluruh bisnis-bisnis besar menggunakan komputer generasi kedua untuk memproses informasi keuangan.
Program yang tersimpan di dalam komputer dan bahasa pemrograman yang ada di dalamnya memberikan fleksibilitas kepada komputer. Fleksibilitas ini meningkatkan kinerja dengan harga yang pantas bagi penggunaan bisnis. Dengan konsep ini, komputer dapat mencetak faktur pembelian konsumen dan kemudian menjalankan desain produk atau menghitung daftar gaji. Beberapa bahasa pemrograman mulai bermunculan pada saat itu. Bahasa pemrograman Common Business-Oriented Language (COBOL) dan Formula Translator (FORTRAN) mulai umum digunakan. Bahasa pemrograman ini menggantikan kode mesin yang rumit dengan kata-kata, kalimat, dan formula matematika yang lebih mudah dipahami oleh manusia. Hal ini memudahkan seseorang untuk memprogram dan mengatur komputer. Berbagai macam karir baru bermunculan (programmer, analyst, dan ahli sistem komputer). Industri piranti lunak juga mulai bermunculan dan berkembang pada masa komputer generasi kedua ini.
D. KOMPUTER GENERASI KETIGA
Walaupun transistor dalam banyak hal mengungguli tube vakum, namun transistor menghasilkan panas yang cukup besar, yang dapat berpotensi merusak bagian-bagian internal komputer. Batu kuarsa (quartz rock) menghilangkan masalah ini. Jack Kilby, seorang insinyur di Texas Instrument, mengembangkan sirkuit terintegrasi (IC: integrated circuit) di tahun 1958. IC mengkombinasikan tiga komponen elektronik dalam sebuah piringan silikon kecil yang terbuat dari pasir kuarsa. Para ilmuwan kemudian berhasil memasukkan lebih banyak komponen-komponen ke dalam suatu chip tunggal yang disebut semikonduktor. Hasilnya, komputer menjadi semakin kecil karena komponen-komponen dapat dipadatkan dalam chip. Kemajuan komputer generasi ketiga lainnya adalah penggunaan sistem operasi (operating system) yang memungkinkan mesin untuk menjalankan berbagai program yang berbeda secara serentak dengan sebuah program utama yang memonitor dan mengkoordinasi memori komputer.
E. KOMPUTER GENERASI KEEMPAT
Setelah IC, tujuan pengembangan menjadi lebih jelas yaitu mengecilkan ukuran sirkuit dan komponen-komponen elektrik. Large Scale Integration (LSI) dapat memuat ratusan komponen dalam sebuah chip. Pada tahun 1980-an, Very Large Scale Integration (VLSI) memuat ribuan komponen dalam sebuah chip tunggal.Ultra-Large Scale Integration (ULSI) meningkatkan jumlah tersebut menjadi jutaan. Kemampuan untuk memasang sedemikian banyak komponen dalam suatu keping yang berukuran setengah keping uang logam mendorong turunnya harga dan ukuran komputer. Hal tersebut juga meningkatkan daya kerja, efisiensi dan kehandalan komputer. Chip Intel 4004 yang dibuat pada tahun 1971 membawa kemajuan pada IC dengan meletakkan seluruh komponen dari sebuah komputer (central processing unit, memori, dan kendali input/output) dalam sebuah chip yangsangat kecil. Sebelumnya, IC dibuat untuk mengerjakan suatu tugas tertentu yang spesifik. Sekarang, sebuah mikroprosesor dapat diproduksi dan kemudian diprogram untuk memenuhi seluruh kebutuhan yang diinginkan. Tidak lama kemudian, setiap perangkat rumah tangga seperti microwave oven, televisi, dan mobil dengan electronic fuel injection dilengkapi dengan mikroprosesor.
Perkembangan yang demikian memungkinkan orang-orang biasa untuk menggunakan komputer biasa. Komputer tidak lagi menjadi dominasi perusahaan-perusahaan besar atau lembaga pemerintah. Pada pertengahan tahun 1970-an, perakit komputer menawarkan produk komputer mereka ke masyarakat umum. Komputer-komputer ini, yang disebut minikomputer, dijual dengan paket piranti lunak yang mudah digunakan oleh kalangan awam. Piranti lunak yang paling populer pada saat itu adalah program word processing dan spreadsheet. Pada awal 1980-an, video game seperti Atari 2600 menarik perhatian konsumen pada komputer rumahan yang lebih canggih dan dapat diprogram.Pada tahun 1981, IBM memperkenalkan penggunaan Personal Computer (PC) untuk penggunaan di rumah, kantor, dan sekolah. Jumlah PC yang digunakan melonjak dari 2 juta unit di tahun 1981 menjadi 5,5 juta unit di tahun 1982. Sepuluh tahun kemudian, 65 juta PC digunakan. Komputer melanjutkan evolusinya menuju ukuran yang lebih kecil, dari komputer yang berada di atas meja (desktop computer) menjadi komputer yang dapat dimasukkan ke dalam tas (laptop), atau bahkan komputer yang dapat digenggam (palmtop).
IBM PC bersaing dengan Apple Macintosh dalam memperebutkan pasar komputer. Apple Macintosh menjadi terkenal karena mempopulerkan sistem grafis pada komputernya, sementara saingannya masih menggunakan komputer yang berbasis teks. Macintosh juga mempopulerkan penggunaan piranti mouse.
Pada masa sekarang, kita mengenal perjalanan IBM compatible dengan pemakaian CPU: IBM PC/486, Pentium, Pentium II, Pentium III, Pentium IV (Serial dari CPU buatan Intel). Juga kita kenal AMD k6, Athlon, dsb. Ini semua masuk dalam golongan komputer generasi keempat. Seiring dengan menjamurnya penggunaan komputer di tempat kerja, cara-cara baru untuk menggali potensi terus dikembangkan. Seiring dengan bertambah kuatnya suatu komputer kecil, komputer-komputer tersebut dapat dihubungkan secara bersamaan dalam suatu jaringan untuk saling berbagi memori, piranti lunak,informasi, dan juga untuk dapat saling berkomunikasi satu dengan yang lainnya. Komputer jaringan memungkinkan komputer tunggal untuk membentuk kerjasama elektronik untuk menyelesaikan suatu proses tugas. Dengan menggunakan perkabelan langsung (disebut juga local area network, LAN), atau kabel telepon, jaringan ini dapat berkembang menjadi sangat besar.
F. KOMPUTER GENERASI KELIMA
Mendefinisikan komputer generasi kelima menjadi cukup sulit karena tahap ini masih sangat muda. Contoh imajinatif komputer generasi kelima adalah komputer fiksi HAL9000 dari novel karya Arthur C. Clarke berjudul 2001:Space Odyssey. HAL menampilkan seluruh fungsi yang diinginkan dari sebuah komputer generasi kelima. Dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence), HAL dapat cukup memiliki nalar untuk melakukan percapakan dengan manusia, menggunakan masukan visual, dan belajar dari pengalamannya sendiri.
Walaupun mungkin realisasi HAL9000 masih jauh dari kenyataan, banyak fungsi-fungsi yang dimilikinya sudah terwujud. Beberapa komputer dapat menerima instruksi secara lisan dan mampu meniru nalar manusia. Kemampuan untuk menterjemahkan bahasa asing juga menjadi mungkin. Fasilitas ini tampak sederhan. Namun fasilitas tersebut menjadi jauh lebih rumit dari yang diduga ketika programmer menyadari bahwa pengertian manusia sangat bergantung pada konteks dan pengertian daripada sekedar menterjemahkan kata-kata secara langsung.
Banyak kemajuan di bidang disain komputer dan teknologi semakin memungkinkan pembuatan komputer generasi kelima. Dua kemajuan rekayasa yang terutama adalah kemampuan pemrosesan paralel, yang akan menggantikan model von Neumann. Model von Neumann akan digantikan dengan sistem yang mampu mengkoordinasikan banyak CPU untuk bekerja secara serempak. Kemajuan lain adalah teknologi superkonduktor yang memungkinkan aliran elektrik tanpa ada hambatan apapun, yang nantinya dapat mempercepat kecepatan informasi.
Jepang adalah negara yang terkenal dalam sosialisasi jargon dan proyek komputer generasi kelima. Lembaga ICOT (Institute for new Computer Technology) juga dibentuk untuk merealisasikannya. Banyak kabar yang menyatakan bahwa proyek ini telah gagal, namun beberapa informasi lain bahwa keberhasilan proyek komputer generasi kelima ini akan membawa perubahan baru paradigma komputerisasi di dunia. Kita tunggu informasi mana yang lebih valid dan membuahkan hasil.
Monday, 3 May 2010
Saka Wana bakti
Satuan Karya Pramuka (Saka) Wanabakti merupakan salah satu Saka (Satuan Karya) dalam Gerakan Pramuka Indonesia yang memberikan bekal pengetahuan dan ketrampilan khusus di bidang kehutanan dan lingkungan hidup serta menanamkan rasa cinta dan tanggung jawab dalam mengelola sumberdaya alam. Ruang lingkup materinya meliputi pengelolaan hutan, pemeliharaan hutan dan sumber daya alam, penyelamatan hutan dan lingkungan hidup, dan pemanfaatan hasil hutan bagi masyarakat. Tentunya tanpa meninggalkan materi-materi kepramukaan lainnya.
Satuan Karya Pramuka atau biasa disingkat dengan saka merupakan terobosan yang dilakukan oleh Gerakan Pramuka dalam memberikan wadah kepada anggotanya, terutama Penegak dan Pandega (berusia 16-25 tahun) untuk mendalami berbagai bidang kejuruan. Selain Saka Wanabakti juga masih terdapat beberapa saka lainnya seperti Saka Bhayangkara, Saka Dirgantara, Saka Bahari, Saka Wira Kartika, Saka Taruna Bumi, Saka Bhakti Husada, dan Saka Kencana (Keluarga Berencana).
Tujuan dibentuknya Saka Wanabakti adalah untuk memberi wadah pendidikan di bidang kehutanan kepada anggota Gerakan Pramuka, terutama Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega agar mereka dapat membantu membina dan mengembangkan kegiatan pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup, melaksanakan secara nyata, produktif dan berguna bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega sebagai baktinya terhadap pembangunan masyarakat, bangsa dan negara.
Kegiatan kesakaan dilaksanakan di gugusdepan dan satuan karya Pramuka disesuaikan dengan usia dan kemampuan jasmani dan rohani peserta didik. Kegiatan pendidikan tersebut dilaksanakan sedapat-dapatnya dengan praktek berupa kegiatan nyata yang memberi kesempatan peserta didik untuk menerapkan sendiri pengetahuan dan kecakapannya dengan menggunakan perlengkapan yang sesuai dengan keperluannya.
Saka yang bergerak dalam bidang cinta kehutanan dan lingkungan hidup ini terselenggara berdasarkan Keputusan bersama antara Departemen Kehutanan Republik Indonesia dan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka yang ditandatangani pada tanggal 27 Oktober 1983 du Jakarta.
Penyelenggaraan Saka Wanabhakti dilaksanakan oleh Gerakan Pramuka bekerja sama dengan Departemen Kehutanan, Perum Perhutani ataupun dengan LSM lingkungan hidup. Latihan dan kegiatan Saka Wanabakti diselenggarakan di tingkat Kwartir Ranting (Kecamatan) atau Kwartir Cabang (Kabupaten/Kota).
Saka Wanabhakti beranggotakan:
Pembina Pramuka sebagai Pamong Saka (Pendidik) dan Instruktur.
Pramuka Penegak (usia 16-20 tahun) sebagai peserta didik
Pramuka Pandega (usia 21-25 tahun) sebagai peserta didik
Pramuka Penggalang (usia 11-15 tahun) juga dapat mengikuti kegiatan saka Wanabakti sebagai peminat.
Dalam Saka Wanabhakti setiap anggota selain diberikan materi kepramukaan sebagaimana dalam kegiatan pramuka biasa juga diberikan penekanan kepada beberapa materi yang berkaitan dengan kehutanan, sumber daya alam dan lingkungan hidup. Materi khusus dalam Saka Wanabhakti ini di kelompokkan dalam 4 (empat) krida, yaitu:
1.Krida Tata Wana yang meliputi perisalah hutan; pengukuran dan pemetaan hutan; dan penginderaan jauh.
2.Krida Reksa Wana yang meliputi keragaman hayati; konservasi kawasan; perlindungan hutan; konservasi jenis satwa; konservasi jenis tumbuhan; pemanduan; penelusuran gua; pendakian, pengendalian kebakaran hutan dan lahan; pengamatan satwa; penangkaran satwa; pengendalian perburuan; dan pembudidayaan tumbuhan.
3.Krida Bina Wana yang meliputi konservasi tanah dan air; perbenihan; pembibitan; penanaman dan pemeliharaan; perlebahan; budi daya jamur; dan persuteraan alam.
4.Krida Guna Wana yang meliputi: pengenalan jenis pohon; pencacahan pohon; pengukuran kayu; kerajinan hutan kayu; pengolahan hasil hutan; dan penyulingan minyak astiri.
Saka Wanabakti memiliki lambang yang berbentuk segi lima di dalamnya terdapat lambang Departemen Kehutanan dan lambang Gerakan Pramuka. Lambang ini selain digunakan sebagai bendera juga dikenakan sebagai tanda pengenal yang dipasang di lengan baju sebelah kiri. Lambang ini mempunyai arti kiasan sebagai berikut:
Pohon hijau melambangkan hutan yang subur yang mempunyai berbagai fungsi dalam upaya konservasi sumberdaya alam dan lingkungan hidup.
Pohon hitam melambangkan hutan yang produktif yang berfungsi sebagai sarana pendukung pembangunan nasional.
Garis-garis lengkung biru melambangkan fungsi hutan sebagai pengatur tata air.
Warna dasar coklat melambangkan tanah yang subur berkat adanya usaha konservasi tanah.
Tunas kelapa kuning melambangkan kegemilangan generasi muda yang tergabung dalam Saka Wanabakti yang giat mendukung pembangunan hutan dan kehutanan serta pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup.
Segilima melambangkan falsafah bangsa yaitu Pancasila yang merupakan azas tunggal bagi Saka Wanabhakti.
Keseluruhan lambang Saka Wanabakti ini mencerminkan anggota Satuan Karya Pramuka Wanabakti yang aktif membantu usaha pembangunan hutan dan kehutanan serta pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup guna mencapai masyarakat Indonesia yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Satuan Karya Pramuka atau biasa disingkat dengan saka merupakan terobosan yang dilakukan oleh Gerakan Pramuka dalam memberikan wadah kepada anggotanya, terutama Penegak dan Pandega (berusia 16-25 tahun) untuk mendalami berbagai bidang kejuruan. Selain Saka Wanabakti juga masih terdapat beberapa saka lainnya seperti Saka Bhayangkara, Saka Dirgantara, Saka Bahari, Saka Wira Kartika, Saka Taruna Bumi, Saka Bhakti Husada, dan Saka Kencana (Keluarga Berencana).
Tujuan dibentuknya Saka Wanabakti adalah untuk memberi wadah pendidikan di bidang kehutanan kepada anggota Gerakan Pramuka, terutama Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega agar mereka dapat membantu membina dan mengembangkan kegiatan pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup, melaksanakan secara nyata, produktif dan berguna bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega sebagai baktinya terhadap pembangunan masyarakat, bangsa dan negara.
Kegiatan kesakaan dilaksanakan di gugusdepan dan satuan karya Pramuka disesuaikan dengan usia dan kemampuan jasmani dan rohani peserta didik. Kegiatan pendidikan tersebut dilaksanakan sedapat-dapatnya dengan praktek berupa kegiatan nyata yang memberi kesempatan peserta didik untuk menerapkan sendiri pengetahuan dan kecakapannya dengan menggunakan perlengkapan yang sesuai dengan keperluannya.
Saka yang bergerak dalam bidang cinta kehutanan dan lingkungan hidup ini terselenggara berdasarkan Keputusan bersama antara Departemen Kehutanan Republik Indonesia dan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka yang ditandatangani pada tanggal 27 Oktober 1983 du Jakarta.
Penyelenggaraan Saka Wanabhakti dilaksanakan oleh Gerakan Pramuka bekerja sama dengan Departemen Kehutanan, Perum Perhutani ataupun dengan LSM lingkungan hidup. Latihan dan kegiatan Saka Wanabakti diselenggarakan di tingkat Kwartir Ranting (Kecamatan) atau Kwartir Cabang (Kabupaten/Kota).
Saka Wanabhakti beranggotakan:
Pembina Pramuka sebagai Pamong Saka (Pendidik) dan Instruktur.
Pramuka Penegak (usia 16-20 tahun) sebagai peserta didik
Pramuka Pandega (usia 21-25 tahun) sebagai peserta didik
Pramuka Penggalang (usia 11-15 tahun) juga dapat mengikuti kegiatan saka Wanabakti sebagai peminat.
Dalam Saka Wanabhakti setiap anggota selain diberikan materi kepramukaan sebagaimana dalam kegiatan pramuka biasa juga diberikan penekanan kepada beberapa materi yang berkaitan dengan kehutanan, sumber daya alam dan lingkungan hidup. Materi khusus dalam Saka Wanabhakti ini di kelompokkan dalam 4 (empat) krida, yaitu:
1.Krida Tata Wana yang meliputi perisalah hutan; pengukuran dan pemetaan hutan; dan penginderaan jauh.
2.Krida Reksa Wana yang meliputi keragaman hayati; konservasi kawasan; perlindungan hutan; konservasi jenis satwa; konservasi jenis tumbuhan; pemanduan; penelusuran gua; pendakian, pengendalian kebakaran hutan dan lahan; pengamatan satwa; penangkaran satwa; pengendalian perburuan; dan pembudidayaan tumbuhan.
3.Krida Bina Wana yang meliputi konservasi tanah dan air; perbenihan; pembibitan; penanaman dan pemeliharaan; perlebahan; budi daya jamur; dan persuteraan alam.
4.Krida Guna Wana yang meliputi: pengenalan jenis pohon; pencacahan pohon; pengukuran kayu; kerajinan hutan kayu; pengolahan hasil hutan; dan penyulingan minyak astiri.
Saka Wanabakti memiliki lambang yang berbentuk segi lima di dalamnya terdapat lambang Departemen Kehutanan dan lambang Gerakan Pramuka. Lambang ini selain digunakan sebagai bendera juga dikenakan sebagai tanda pengenal yang dipasang di lengan baju sebelah kiri. Lambang ini mempunyai arti kiasan sebagai berikut:
Pohon hijau melambangkan hutan yang subur yang mempunyai berbagai fungsi dalam upaya konservasi sumberdaya alam dan lingkungan hidup.
Pohon hitam melambangkan hutan yang produktif yang berfungsi sebagai sarana pendukung pembangunan nasional.
Garis-garis lengkung biru melambangkan fungsi hutan sebagai pengatur tata air.
Warna dasar coklat melambangkan tanah yang subur berkat adanya usaha konservasi tanah.
Tunas kelapa kuning melambangkan kegemilangan generasi muda yang tergabung dalam Saka Wanabakti yang giat mendukung pembangunan hutan dan kehutanan serta pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup.
Segilima melambangkan falsafah bangsa yaitu Pancasila yang merupakan azas tunggal bagi Saka Wanabhakti.
Keseluruhan lambang Saka Wanabakti ini mencerminkan anggota Satuan Karya Pramuka Wanabakti yang aktif membantu usaha pembangunan hutan dan kehutanan serta pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup guna mencapai masyarakat Indonesia yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
PP RAIMUNA
Kata raimuna berasal dari bahasa Ambai, bahasa yang dipakai oleh beberapa desa di Kecamatan Yapen Timur, Kabupaten Yapen Warropen (Serui) di pantai utara Irian Jaya (Papua).
Raimuna merupakan gabungan dua kata yaitu rai dan muna. Rai artinya sekelompok orang yang berkumpul untuk mencapai suatu tujuan tertentu dan telah disepakati bersama. Muna berarti kekuatan jiwa seseorang yang memberi semangat dalam mencapai kesuksesan. Jadi, kata raimuna memiliki arti kumpulan orang yang memiliki kekuatan jiwa dalam mencapai tujuan kesuksesan bersama yang telah disepakati.
Raimuna pada awalnya bernama Pertemuan Penegak dan Pandega Putri dan Putra (Perppanitera). Kegiatan ini pertama kali dilaksanakan 21-26 Agustus 1969 di Cimanggis, Kab. Bogor Jabar, dengan bunyi amsal "Upaya Bakti Pertiwi", berarti kegiatan atau usaha untuk berbakti kepada ibu pertiwi.
Perppanitera ke-2 berlangsung di Bedugul, Bali 14 sampai 23 Agustus 1972. Modelnya tidak jauh berbeda dengan kegiatan pertama. Hingga pada tahun 1976 di lahan lokakarya "Event X" yang diselenggarakan di Jakarta dirumuskan penggunaan kata raimuna sebagai pengganti istilah Perppanitra.
Raimuna nasional ke-3 diselenggarakan 14 sampai 24 September 1976 di Karangkates, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Isi kegiatannya merupakan ramuan dari Perppanitera, Pesata Satuan Karya, dan Perkemahan Wirakarya. Tema yang diambil yaitu "Mengembangkan Kepemimpinan Penegak dan Pandega Dalam Membina Persatuan Bangsa untuk Mencapai Cita-cita Kemerdekaan".
Raimuna Nasional IV diselenggarakan 7 sampai 14 Agustus 1982 dengan moto "Disiplin, Kepemimpinan, Bakti, dan Pengabdian". Raimuna Nasional V diselenggarakan 1 sampai 21 Desember 1987 mengambil tema "Belajar, Bekerja, dan Giat Beribadah Modal Pokok Penegak dan Pandega Menjadi Manusia Mandiri". Selanjutnya Raimuna Nasional VI diselenggarakan 3 sampai 12 Juli 1992, dengan tema "Disiplin dan Mandiri Merupakan Modal Pembangun Masa Depan Dalam Ikatan Persatuan dan Kesatuan". Raimuna Nasional VII diselenggarakan 1 sampai 10 Juli 1997, yang merupakan penyelenggaraan terakhir di abad 20.
Penyelenggaraan empat kali raimuna nasional, ke-IV hingga ke-VII, dilaksanakan di Buper Widya Mandala Bakti (Wiladatika) Cibubur, Jakarta.
Memasuki babak baru abad 21 serta bergeraknya roda politik dan sosial masyarakat baru di era reformasi. Sejalan pula dengan berkibarnya otonomi daerah, maka kegiatan raimuna nasional pun mengalami perubahan pola pelaksanaan. Untuk penyelenggaraan yang ke-VIII raimuna nasional kembali dilaksanakan di daerah. Saat itu tepatnya dilaksanakan pada tanggal 12 sampai 21 Juli 2003 bertempat di kawasan Candi Prambanan/Borobudur, DIY/Jateng.
Inilah babak baru penyelenggaraan raimuna nasional dengan misi mengembangkan kemampuan dan potensi daerah dalam menyelenggarakan kegiatan tingkat nasional. Demikian pun dalam hal kegiatan banyak sekali inovasi-inovasi baru dalam model-model kegiatan yang diharapkan mampu menyelaraskan diri dengan keinginan dan minat remaja dan pemuda saat ini melalui pengembangan multimedia dan teknik informasi.
Pengembangan multimedia dan teknik informasi yang diselaraskan dengan berbagai keterampilan hidup (life skill) dalam kemasan kegiatan yang "adventurer" menjadi andalan kegiatan pada penyelenggaraan ke-IX raimuna nasional ( 27 Juni 2008) yang secara resmi dibuka oleh Kakak (Pramuka Utama) Susilo Bambang Yudhoyono. Kegiatan tersebut akan berlangsung hingga tanggal 7 Juli 2008. Selaku tuan rumah adalah Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Provinsi DKI Jakarta,dan dihadiri oleh lebih kurang 10.000 orang Pramuka Penegak dan Pandega dari seluruh tanah air.***
Raimuna adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pandega dalam bentuk perkemahan besar yang diselenggarakan oleh kwartir Gerakan Pramuka, seperti Raimuna Ranting, Raimuna Cabang, Raimuna Daerah, Raimuna Nasional. Kata Raimuna berasal dari bahasa suku Asli di wilayah Yapen Waropen-papua, yang berasal dari kata Rai dan Muna yang artinya pertemuan ketua suku dalam suatu forum yang menghasilkan suatu tujuan suci untuk kepentingan bersama
Kegiatan Raimuna Nasional memang erat dengan Papua atau yang dulu lebih dikenal dengan nama Irian Jaya. Dari sejarahnya, pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega itu awalnya diberi nama Pertemuan Pramuka Pengak Pandega Puteri Putera (PERPPANITERA). Untuk pertama kalinya, Perppanitera diadakan di Cimanggis, Jawa Barat pada tanggal 21 – 26 Agustus 1969. Dan tiga tahun kemudian, Perppanitera II diadakan di Bedugul, Bali pada tanggal 14-23 Agustus 1972.
Pada saat itu, selain kegiatan Perppanitera untuk Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega juga ada sejumlah kegiatan sejenis lainnya. Maka akhirnya, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka memutuskan untuk menyatukan dalam satu bentuk perkemahan yang diberi nama Raimuna. Kata raimuna sendiri berasal dari bahasa ambai yang digunakan oleh penduduk di yapen timur kab. Yapen waropen prov. Papua. Kata raimuna merupakan gabungan dari dua kata rai dan muna. Rai memiliki arti sekelompok orang atau bisa juga diartikan sekelompok kepala suku, yang berkumpul untuk mencapai tujuan tertentu yang ditetapkan bersama. Sedangkan muna adalah daya kekuatan yang berpengaruh baik dalam mencapai kesuksesan. Secara singkat bisa diartikan, raimuna adalah sekelompok orang yang berkumpul bersama dengan daya kekuatan yang berpengaruh baik untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama.
Maka, meneruskan tradisi Perppanitera, kegiatan selanjutnya diberi nama Raimuna Nasional III dan diselenggarakan di Karangkates, Malang, Jawa Timur pada tanggal 14 – 29 September 1978. Sejak Raimuna Nasional III itulah tarian Raimuna selalu mengiringi bagian pendahuluan upacara pembukaan perkemahan bagi Pramuka Penagak dan Pandega itu. Setelah dari Malang, empat pelaksanaan Raimuna Nasional berikutnya diadakan di Bumi Perkemahan Wiladatika Cibubur, Jakarta. Raimuna Nasional IV diadakan pada tanggal 7 – 14 Agustus 1982, kemudian Raimuna Nasional V diselenggarakan pada tanggal 14 – 21 Desember 1987, Raimuna Nasional VI pada tanggal 3 – 12 Juli 1992 dan Raimuna Nasional VII diadakan pada tanggal 1 – 10 Juli 1997. Raimuna Nasional VIII berpindah tempat di kawasan candi prambanan, DI Yogyakarta pada tanggal 8 – 17 Juli 2003. Setelah dari Yogyakarta, Raimuna Nasional kembali diselenggarakan di Bumi Perkemahan Wiladatika, Cibubur, Jakarta Timur. Acara tersebut bertemakan “membangun kebersamaan dan semangat kebangsaan untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia”
TUJUAN
Tujuan Raimuna adalah membina dan mengembangkan persaudaraan dan persatuan di kalangan para Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega serta memberikan kepada mereka kegiatan kreatif, rekreatif dan produktif yang bersifat edukatif.
SASARAN
Sasaran Raimuna adalah agar setelah mengikuti Raimuna, para Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega :
meningkat takwanya kepada Tuhan Yang Maha Esa, meningkat rasa tanggungjawab dan rasa cintanya terhadap Nusa dan Bangsanya serta dirinya sendiri, meningkat kemantapan mental, fisik, pengetahuan, jiwa kepemimpinan, serta kepercayaannya kepada dirisendiri.memperoleh tambahan pengalaman, keterampilan dan sahabatnya.
FUNGSI
Raimuna adalah sarana untuk :
membina dan mengembangkan mental fisik, pengetahuan, kecakapan, keterampilan dan pengalaman Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega, membina dan mengembangkan kepemimpinan, kemampuan mengelola organisasi dan kegiatannya, memberi kesempatan dan kepercayaan kepada Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk belajar serta menambah pengalaman dalam menyelenggarakan acara pertemuan besar dari, oleh dan untuk para Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega, dibawah bimbingan dan pengawasan Pembina, serta tanggungjawab Kwartir atau Kortan yang bersangkutan, mengadakan pertukaran pengalaman, pandangan, pendapat dan kecakapan diantara para Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega, membiasakan hidup bersama dan bergotongroyong, serta menanamkan sifat toleransi dan setia kawan.
PENYELENGGARAAN
Penyelenggara Raimuna adalah :
Kwartir Nasional untuk Raimuna tingkat nasional(Raimuna Nasional diadakan 1 kali dalam waktu 4 tahun). Kegiatan dalam Raimuna Nasional berisikan juga kegiatan pesta karya dan kegiatan bakti pada masyarakat.Kwartir Daerah untuk Raimuna tingkat daerah (Raimuna Daerah diadakan 1 kali dalam 3 tahun) Kwartir Cabang untuk Raimuna tingkat cabang (Raimuna Daerah diadakan 1 kali dalam 2 tahun) Koordinator Kecamatan untuk Raimuna tingkat kecamatan (Raimuna Kecamatan diadakan 1 kali dalam 1 tahun)
PELAKSANA
Penyelenggara Raimuna adalah :
Pelaksana Raimuna adalah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega, dengan dewan Kerja Penegak dan Pandega sebagai inti dan koordinator, sedangkan para Andalan, anggota Majelis Pembimbing, Pelatih Pembina dan Pembina bertindal sebagai pelindung, anggota kehormatan, penasehat dan pendamping. Pelaksana Raimuna tersebut dalam Pt. 6a. di atas disusun dalam panitia-panitia. Jumlah anggota dan macam panitia harus didasarkan pada efisiensi, efektivitas, keperluan, situasi dan kondisi yang akan mempengaruhi kelancaran pelaksanaan kegiatan Raimuna. Panitia-panitia sebagai pelaksana bertugas untuk merencanakan, mengendalikan dan mengevaluasi seluruh pelaksanaan Raimuna termasuk dana, perlengkapan, alat dan fasilitas. Pelaksana bertanggungjawab kepada Kwartir atau Kortan yang bersangkutan.
KEGIATAN DALAM RAIMUNA
Penyusunan acara kegiatan dalam Raimuna bersumber pada nilai-nilai :
filsafat Pancasila dan agama , jiwa perjoangan 1945 , persahabatan dan kekeluargaan, perkembangan ekonomi, social dan teknologi, seni budaya, kesehatan, kesejahteraan, dan kelestarian lingkungan hidup, keamanan dan ketertiban masyarakat, adat-istiadat dan tata susila, kepemimpinan dan kewiraswastaan.
Segala kegiatan dalam Raimuna perlu disesuaikan dengan :
aspirasi pemuda-pemudi Indonesia pada umumnya, minat, kebutuhan dan kemampuan para Penegak dan Pandega, kepentingan dan kebutuhan masyarakat setempat.
PELAKSANAAN KEGIATAN
Pelaksanaan kegiatan dalam Raimuna supaya :diterapkan sepenuhnya sistem among dan prinsip-prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan. diarahkan untuk membina dan mengembangkan kepemimpinan dan kemampuan manajemen Pelaksana Raimuna adalah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega, dengan dewan Kerja Penegak dan Pandega sebagai inti dan koordinator, sedangkan para Andalan, anggota Majelis Pembimbing, Pelatih Pembina dan Pembina bertindal sebagai pelindung, anggota kehormatan, penasehat dan pendamping. Pelaksana Raimuna tersebut dalam Pt. 6a. di atas disusun dalam panitia-panitia. Jumlah anggota dan macam panitia harus didasarkan pada efisiensi, efektivitas, keperluan, situasi dan kondisi yang akan mempengaruhi kelancaran pelaksanaan kegiatan Raimuna. Panitia-panitia sebagai pelaksana bertugas untuk merencanakan, mengendalikan dan mengevaluasi seluruh pelaksanaan Raimuna termasuk dana, perlengkapan, alat dan fasilitas. Pelaksana bertanggungjawab kepada Kwartir atau Kortan yang bersangkutan.
Raimuna merupakan gabungan dua kata yaitu rai dan muna. Rai artinya sekelompok orang yang berkumpul untuk mencapai suatu tujuan tertentu dan telah disepakati bersama. Muna berarti kekuatan jiwa seseorang yang memberi semangat dalam mencapai kesuksesan. Jadi, kata raimuna memiliki arti kumpulan orang yang memiliki kekuatan jiwa dalam mencapai tujuan kesuksesan bersama yang telah disepakati.
Raimuna pada awalnya bernama Pertemuan Penegak dan Pandega Putri dan Putra (Perppanitera). Kegiatan ini pertama kali dilaksanakan 21-26 Agustus 1969 di Cimanggis, Kab. Bogor Jabar, dengan bunyi amsal "Upaya Bakti Pertiwi", berarti kegiatan atau usaha untuk berbakti kepada ibu pertiwi.
Perppanitera ke-2 berlangsung di Bedugul, Bali 14 sampai 23 Agustus 1972. Modelnya tidak jauh berbeda dengan kegiatan pertama. Hingga pada tahun 1976 di lahan lokakarya "Event X" yang diselenggarakan di Jakarta dirumuskan penggunaan kata raimuna sebagai pengganti istilah Perppanitra.
Raimuna nasional ke-3 diselenggarakan 14 sampai 24 September 1976 di Karangkates, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Isi kegiatannya merupakan ramuan dari Perppanitera, Pesata Satuan Karya, dan Perkemahan Wirakarya. Tema yang diambil yaitu "Mengembangkan Kepemimpinan Penegak dan Pandega Dalam Membina Persatuan Bangsa untuk Mencapai Cita-cita Kemerdekaan".
Raimuna Nasional IV diselenggarakan 7 sampai 14 Agustus 1982 dengan moto "Disiplin, Kepemimpinan, Bakti, dan Pengabdian". Raimuna Nasional V diselenggarakan 1 sampai 21 Desember 1987 mengambil tema "Belajar, Bekerja, dan Giat Beribadah Modal Pokok Penegak dan Pandega Menjadi Manusia Mandiri". Selanjutnya Raimuna Nasional VI diselenggarakan 3 sampai 12 Juli 1992, dengan tema "Disiplin dan Mandiri Merupakan Modal Pembangun Masa Depan Dalam Ikatan Persatuan dan Kesatuan". Raimuna Nasional VII diselenggarakan 1 sampai 10 Juli 1997, yang merupakan penyelenggaraan terakhir di abad 20.
Penyelenggaraan empat kali raimuna nasional, ke-IV hingga ke-VII, dilaksanakan di Buper Widya Mandala Bakti (Wiladatika) Cibubur, Jakarta.
Memasuki babak baru abad 21 serta bergeraknya roda politik dan sosial masyarakat baru di era reformasi. Sejalan pula dengan berkibarnya otonomi daerah, maka kegiatan raimuna nasional pun mengalami perubahan pola pelaksanaan. Untuk penyelenggaraan yang ke-VIII raimuna nasional kembali dilaksanakan di daerah. Saat itu tepatnya dilaksanakan pada tanggal 12 sampai 21 Juli 2003 bertempat di kawasan Candi Prambanan/Borobudur, DIY/Jateng.
Inilah babak baru penyelenggaraan raimuna nasional dengan misi mengembangkan kemampuan dan potensi daerah dalam menyelenggarakan kegiatan tingkat nasional. Demikian pun dalam hal kegiatan banyak sekali inovasi-inovasi baru dalam model-model kegiatan yang diharapkan mampu menyelaraskan diri dengan keinginan dan minat remaja dan pemuda saat ini melalui pengembangan multimedia dan teknik informasi.
Pengembangan multimedia dan teknik informasi yang diselaraskan dengan berbagai keterampilan hidup (life skill) dalam kemasan kegiatan yang "adventurer" menjadi andalan kegiatan pada penyelenggaraan ke-IX raimuna nasional ( 27 Juni 2008) yang secara resmi dibuka oleh Kakak (Pramuka Utama) Susilo Bambang Yudhoyono. Kegiatan tersebut akan berlangsung hingga tanggal 7 Juli 2008. Selaku tuan rumah adalah Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Provinsi DKI Jakarta,dan dihadiri oleh lebih kurang 10.000 orang Pramuka Penegak dan Pandega dari seluruh tanah air.***
Raimuna adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pandega dalam bentuk perkemahan besar yang diselenggarakan oleh kwartir Gerakan Pramuka, seperti Raimuna Ranting, Raimuna Cabang, Raimuna Daerah, Raimuna Nasional. Kata Raimuna berasal dari bahasa suku Asli di wilayah Yapen Waropen-papua, yang berasal dari kata Rai dan Muna yang artinya pertemuan ketua suku dalam suatu forum yang menghasilkan suatu tujuan suci untuk kepentingan bersama
Kegiatan Raimuna Nasional memang erat dengan Papua atau yang dulu lebih dikenal dengan nama Irian Jaya. Dari sejarahnya, pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega itu awalnya diberi nama Pertemuan Pramuka Pengak Pandega Puteri Putera (PERPPANITERA). Untuk pertama kalinya, Perppanitera diadakan di Cimanggis, Jawa Barat pada tanggal 21 – 26 Agustus 1969. Dan tiga tahun kemudian, Perppanitera II diadakan di Bedugul, Bali pada tanggal 14-23 Agustus 1972.
Pada saat itu, selain kegiatan Perppanitera untuk Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega juga ada sejumlah kegiatan sejenis lainnya. Maka akhirnya, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka memutuskan untuk menyatukan dalam satu bentuk perkemahan yang diberi nama Raimuna. Kata raimuna sendiri berasal dari bahasa ambai yang digunakan oleh penduduk di yapen timur kab. Yapen waropen prov. Papua. Kata raimuna merupakan gabungan dari dua kata rai dan muna. Rai memiliki arti sekelompok orang atau bisa juga diartikan sekelompok kepala suku, yang berkumpul untuk mencapai tujuan tertentu yang ditetapkan bersama. Sedangkan muna adalah daya kekuatan yang berpengaruh baik dalam mencapai kesuksesan. Secara singkat bisa diartikan, raimuna adalah sekelompok orang yang berkumpul bersama dengan daya kekuatan yang berpengaruh baik untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama.
Maka, meneruskan tradisi Perppanitera, kegiatan selanjutnya diberi nama Raimuna Nasional III dan diselenggarakan di Karangkates, Malang, Jawa Timur pada tanggal 14 – 29 September 1978. Sejak Raimuna Nasional III itulah tarian Raimuna selalu mengiringi bagian pendahuluan upacara pembukaan perkemahan bagi Pramuka Penagak dan Pandega itu. Setelah dari Malang, empat pelaksanaan Raimuna Nasional berikutnya diadakan di Bumi Perkemahan Wiladatika Cibubur, Jakarta. Raimuna Nasional IV diadakan pada tanggal 7 – 14 Agustus 1982, kemudian Raimuna Nasional V diselenggarakan pada tanggal 14 – 21 Desember 1987, Raimuna Nasional VI pada tanggal 3 – 12 Juli 1992 dan Raimuna Nasional VII diadakan pada tanggal 1 – 10 Juli 1997. Raimuna Nasional VIII berpindah tempat di kawasan candi prambanan, DI Yogyakarta pada tanggal 8 – 17 Juli 2003. Setelah dari Yogyakarta, Raimuna Nasional kembali diselenggarakan di Bumi Perkemahan Wiladatika, Cibubur, Jakarta Timur. Acara tersebut bertemakan “membangun kebersamaan dan semangat kebangsaan untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia”
TUJUAN
Tujuan Raimuna adalah membina dan mengembangkan persaudaraan dan persatuan di kalangan para Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega serta memberikan kepada mereka kegiatan kreatif, rekreatif dan produktif yang bersifat edukatif.
SASARAN
Sasaran Raimuna adalah agar setelah mengikuti Raimuna, para Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega :
meningkat takwanya kepada Tuhan Yang Maha Esa, meningkat rasa tanggungjawab dan rasa cintanya terhadap Nusa dan Bangsanya serta dirinya sendiri, meningkat kemantapan mental, fisik, pengetahuan, jiwa kepemimpinan, serta kepercayaannya kepada dirisendiri.memperoleh tambahan pengalaman, keterampilan dan sahabatnya.
FUNGSI
Raimuna adalah sarana untuk :
membina dan mengembangkan mental fisik, pengetahuan, kecakapan, keterampilan dan pengalaman Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega, membina dan mengembangkan kepemimpinan, kemampuan mengelola organisasi dan kegiatannya, memberi kesempatan dan kepercayaan kepada Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk belajar serta menambah pengalaman dalam menyelenggarakan acara pertemuan besar dari, oleh dan untuk para Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega, dibawah bimbingan dan pengawasan Pembina, serta tanggungjawab Kwartir atau Kortan yang bersangkutan, mengadakan pertukaran pengalaman, pandangan, pendapat dan kecakapan diantara para Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega, membiasakan hidup bersama dan bergotongroyong, serta menanamkan sifat toleransi dan setia kawan.
PENYELENGGARAAN
Penyelenggara Raimuna adalah :
Kwartir Nasional untuk Raimuna tingkat nasional(Raimuna Nasional diadakan 1 kali dalam waktu 4 tahun). Kegiatan dalam Raimuna Nasional berisikan juga kegiatan pesta karya dan kegiatan bakti pada masyarakat.Kwartir Daerah untuk Raimuna tingkat daerah (Raimuna Daerah diadakan 1 kali dalam 3 tahun) Kwartir Cabang untuk Raimuna tingkat cabang (Raimuna Daerah diadakan 1 kali dalam 2 tahun) Koordinator Kecamatan untuk Raimuna tingkat kecamatan (Raimuna Kecamatan diadakan 1 kali dalam 1 tahun)
PELAKSANA
Penyelenggara Raimuna adalah :
Pelaksana Raimuna adalah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega, dengan dewan Kerja Penegak dan Pandega sebagai inti dan koordinator, sedangkan para Andalan, anggota Majelis Pembimbing, Pelatih Pembina dan Pembina bertindal sebagai pelindung, anggota kehormatan, penasehat dan pendamping. Pelaksana Raimuna tersebut dalam Pt. 6a. di atas disusun dalam panitia-panitia. Jumlah anggota dan macam panitia harus didasarkan pada efisiensi, efektivitas, keperluan, situasi dan kondisi yang akan mempengaruhi kelancaran pelaksanaan kegiatan Raimuna. Panitia-panitia sebagai pelaksana bertugas untuk merencanakan, mengendalikan dan mengevaluasi seluruh pelaksanaan Raimuna termasuk dana, perlengkapan, alat dan fasilitas. Pelaksana bertanggungjawab kepada Kwartir atau Kortan yang bersangkutan.
KEGIATAN DALAM RAIMUNA
Penyusunan acara kegiatan dalam Raimuna bersumber pada nilai-nilai :
filsafat Pancasila dan agama , jiwa perjoangan 1945 , persahabatan dan kekeluargaan, perkembangan ekonomi, social dan teknologi, seni budaya, kesehatan, kesejahteraan, dan kelestarian lingkungan hidup, keamanan dan ketertiban masyarakat, adat-istiadat dan tata susila, kepemimpinan dan kewiraswastaan.
Segala kegiatan dalam Raimuna perlu disesuaikan dengan :
aspirasi pemuda-pemudi Indonesia pada umumnya, minat, kebutuhan dan kemampuan para Penegak dan Pandega, kepentingan dan kebutuhan masyarakat setempat.
PELAKSANAAN KEGIATAN
Pelaksanaan kegiatan dalam Raimuna supaya :diterapkan sepenuhnya sistem among dan prinsip-prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan. diarahkan untuk membina dan mengembangkan kepemimpinan dan kemampuan manajemen Pelaksana Raimuna adalah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega, dengan dewan Kerja Penegak dan Pandega sebagai inti dan koordinator, sedangkan para Andalan, anggota Majelis Pembimbing, Pelatih Pembina dan Pembina bertindal sebagai pelindung, anggota kehormatan, penasehat dan pendamping. Pelaksana Raimuna tersebut dalam Pt. 6a. di atas disusun dalam panitia-panitia. Jumlah anggota dan macam panitia harus didasarkan pada efisiensi, efektivitas, keperluan, situasi dan kondisi yang akan mempengaruhi kelancaran pelaksanaan kegiatan Raimuna. Panitia-panitia sebagai pelaksana bertugas untuk merencanakan, mengendalikan dan mengevaluasi seluruh pelaksanaan Raimuna termasuk dana, perlengkapan, alat dan fasilitas. Pelaksana bertanggungjawab kepada Kwartir atau Kortan yang bersangkutan.
Subscribe to:
Comments (Atom)