Search This Blog

Showing posts with label pengetahuan. Show all posts
Showing posts with label pengetahuan. Show all posts

Tuesday, 24 July 2018

Kampung Ramah Anak

Sekarang ini siapasi yang tidak mengenal smartphone, dari kalangan orang tua sampai anak-anak, hampir semua menggunakan smartphone, di tengah maraknya smartphone ini ada sebuah desa di sleman yang membuat peraturan tidak boleh menggunakan smarthphone,

Tepatnya di desa leles, Rw 18 condongcatur, depok, sleman. Setiapsore hari jika kita berkunjung kedesa ini kita bisa melihat aktifitas anak2 membaca buku dan bermain permainan tradisioal seperti masak-masakan. Kita juga bisa melihat para orang tua mengawasi anak-anak mereka bermain sambil ber interaksi dengan warga lainnya. Jalan menuju desa ini pada sorehari ditutup untuk kendaraan bermotor agar anak-anak bisa bermain dengan aman. Selain itu desa juga menyediakan tanah lapang dengan beberapa mainan seperti perosotan ayunan sebagai wahana permainan anak-anak didesa tersebut. Saat memasuki desan ini kita bisa melihat spanduk bertuliskan”kawasan wajib senyum” di spanduk juga tertulis “stop kekerasan terhadap perempuan dan anak”

Paijan Trisnoraharjo mengungkapkan kampung ramah anak ini terbentuk mulai tahun 2015 setelah rw 18 mengikuti kegiatan penghapusan kekerasan terhadap anak dalam rumahtangga (PKDRT), usai kegiatan itu warga membuat kesepakatan dan dengan kesadaran masing-masing untuk meneruskan  dan menjadikan kampung mereka menjadi kampung ramah anak, guna memenuhi hak-hak anak.
Di kampung ini terdapat beberapa kesepakatan yang telah di sepakati oleh para warga diantaranya:
pembatasan penggunakan smarthphone, agar anak mau bermain dengan teman-temannya tidak hanya asik bermain smarthphone dan mau keperpustakaan untuk membaca buku. Jaan-di desa ini ditutup untuk kendaraan bermotor dan di khususkan untuk area bermain pada pukul 16.00 wib- 18.00 wib. Dan pada malam hari mulai pukul 19.00 wib – 21.00 wib para orang tua di desa ini tidak diperkenankan memegang smartphone, orang tua harus menemani atau mendampiingi anak-anaknya belajar, hal ini bertujuan agar orang tua mengetahui perkembangan anaknya tidak hanya sibuk dengan smartphone

Friday, 9 September 2011

addsense

wah bosen nih.... enaknya berbagi informasi aja ^_^ kali ini aku mau berbagi tentang addsense, chek this....

addsense merupakan sebuah iklan baris yang ditampilkan di sebuah blog atau websites dimana pemilik website atau blog akan mendapatkan bayaran dengan perhitungan tiap iklan yang di klik oleh pengunjung website maupun blog mereka untuk besarnya pembayaran tergantung dari kesepakatan antara pemilik blog dengan orang yang mau memasang iklan,

saya rasa segitu yang saya bagi semoga bermanfaat... ^_^ di tunggu commentnya ya, hehehe

Wednesday, 23 March 2011

Moral kuwi sakbenere apa?

Dalam kehidupan bermasyarakat arti sebuah moral sangat lah penting. Karena moral ini akan menunjukkan jatidiri suatu masyarakat dalam kehidupan sehari-hari seseorang akan dapat dikatakan bermoral apabila ia sudah berlaku sesuai dengan adat istiadat, kebiasaan, peraturan/ norma-norma, nilai-nilai atau tata cara dalam kehidupan bermasyarakat. Untuk mendapatkan hal tersebut anak-anak harus diterapkan moralitas yang mempunyai arti bahwa anak harus mempunyai kemauan untuk menerima dan melakukan peraturan, nilai-nilai atau prinsip-prinsip, moral, konsep moral pada anak dapat dibentuk sejak anak baru lahir bahkan sejak anak masih ada didalam kandungan, tergantung bagaimana sang ibu memperlakukannya. Meskipun sudah dipelajari sejak sedini mungkin namun setelah dewasa manusia tetap berhadapan dengan masalah moral dalam berhubungan dengan orang lain. Karena perkembangan moral pada diri anak itu sejalan dengan perkembangan kognitifnya.
Dalam pembelajaran moral pada anak pola asuh dan perlakuan orang-orang tua dalam rangka memenuhi kebutuhan, memberikan perlindungan dan mendidik anak dalam kehidupan sehari-hari menjadi ujung tombak untuk menjadikan anak memiliki moral yang baik dalam kehidupannya. Karena peranan orang tua dianggap paling besar pengaruhnya terhadap perkembangan moral seorang anak dalam hal ini dapat dilihat dari perbedaan perkembangan seorang anak. Jika anak terlalu dimanjakan dalam kehidupannya maka ia akan cenderung menjadi manja dan ini jika di biarkan akan berakhir pada hal yang menyimpang dari norma atau adat istiadat yang ada

Tuesday, 19 October 2010

the blog

Of the papers that have been I was looking for I know that A blog (a mixture of the term web log) is a type of website or part of a website. Blogs are usually maintained by an individual with regular entries commentary, descriptions of events, or other material such as graphics or video. Entries are usually displayed in reverse-chronological order. Blogs can also be used as a verb, meaning to maintain or add content to the blog regularly conducted by the addition of this.

Most blogs interactive, allowing visitors to leave comments and even each other messages via widgets on blogs and interactivity is what distinguishes them from other static websites,

Many blogs provide commentary or news on a particular topic, others function as more personal online diary for the author. A typical blog combines text, images, and links to other blogs, web pages, and other media related to the topic. The ability of readers to leave comments in an interactive format is an important part of many blogs. Most blogs primarily textual, although some focus on art (Art blog), photographs (photoblog), videos (video blogging), music (MP3 blog), audio (podcasting). Microblogging is another type of blogging, featuring very short posts.

In December 2007, blog search engine Technorati was tracking more than 112 million blogs in the world.

Monday, 11 October 2010

Landasan Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh

Pendidikan terbuka dan jarak jauh merupakan suatu sistem yang sengaja dan dengan sadar dirancang untuk berbagai keperluan yang belum terpenuhi oleh pendidikan reguler. Landasan perkembangan dari pendidikan terbuka dan jarak jauh yaitu:
a. Landasan Ontologis
Hakikat pendidikan terbuka dan jarak jauh adalah memberikan kemungkinan pendidikan yang sesuai dengan perbedaan kemampuan dan kondisi manusia yang bersangkutan.
b. Landasan Epistemologis
Sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh dapat diselenggarakan yaitu dengan memberdayakan lembaga masyarakat, termasuk keluarga, untuk mengembangkan, memilih, dan atau memperoleh pendidikan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan mereka dengan mendayagunakan sumber yang tersedia secara optimal.
c. Landasan Aksiologis
Manfaat pendidikan terbuka dan jarak jauh pertama-tama ditujukan kepada peserta didik atau warga belajar, yaitu agar mereka dapat dimungkinkan mengikuti pendidikan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan mereka.

Wednesday, 5 May 2010

Pendidikan masyarakat multikultural

Oleh: Ki Supriyoko
PENDIDIKAN dan masyarakat multikultural itu memiliki hubungan timbal balik (reciprocal relationship). Artinya, bila pada satu sisi pendidikan memiliki peran signifikan guna membangun masyarakat multikultural, di sisi lain masyarakat multikultural dengan segala karakternya memiliki potensi signifikan untuk memberhasilkan fungsi dan peran pendidikan umumnya.
Itu berarti, penguatan di satu sisi, langsung atau tidak langsung, akan memberi penguatan pada sisi lain. Penguatan terhadap pendidikan, misalnya dengan memperbaiki sistem dan mengefektifkan kegiatan belajar, akan menambah keberhasilan dalam membangun masyarakat multikultural. Di sisi lain, penguatan pada masyarakat multikultural, yaitu dengan mengelola potensi yang dimiliki secara benar, akan menambah keberhasilan fungsi dan peran pendidikan umumnya.
Implikasinya, dilakukannya penguatan pada kedua sisi secara simultan akan memberi hasil optimal, baik dari sisi peran pendidikan maupun pembangunan masyarakat multikultural sendiri.
Potensi masyarakat multikultural
Bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa majemuk, ditandai dengan banyaknya etnis, suku, agama, budaya, kebiasaan, di dalamnya. Di sisi lain, masyarakat Indonesia dikenal sebagai masyarakat multikultural, masyarakat yang anggotanya memiliki latar belakang budaya (cultural background) beragam.
Kemajemukan dan multikulturalitas mengisyaratkan adanya perbedaan. Bila dikelola secara benar, kemajemukan dan multikulturalitas menghasilkan energi hebat. Sebaliknya, bila tidak dikelola secara benar, kemajemukan dan multikulturalitas bisa menimbulkan bencana dahsyat. Kolaborasi positif orang buta dan orang lumpuh dapat meningkatkan produktivitasnya belasan kali lipat.
Dalam konteks pendidikan, kemajemukan bangsa dan multikulturalitas masyarakat Indonesia merupakan potensi yang "hebat" bila dikelola secara benar.Sebaliknya, kemajemukan bangsa dan multikulturalitas masyarakat Indonesia merupakan potensi yang "jahat" bila tidak bisa dikelola secara benar.
Setiap komunitas dengan latar belakang budaya tertentu pasti memiliki local genius yang berupa nilai-nilai positif dan negatif. Nilai positif dan negatif ini bila di-share dengan komunitas lain, secara mutualistik akan menghasilkan daya yang jauh lebih produktif dari semula. Ini merupakan potensi masyarakat multikultural yang dapat dikembangkan untuk memberhasilkan peran pendidikan.
Realitas seperti itu sering dilupakan para pengelola pendidikan. Perbedaan lebih dilihat sebagai sumber perpecahan, bukan potensi untuk berprestasi.
Padahal, secara empiris telah terbukti, local genius yang dimiliki kelompok-kelompok masyarakat telah memberhasilkan fungsi dan peran pendidikan; misalnya, dengan mengambil nilai-nilai positif yang diyakini kelompok masyarakat akan memudahkan guru dalam menanamkan sikap positif pada anak didik. Demikian juga dengan mengambil nilai- nilai filosofis yang diyakini kelompok masyarakat tertentu dapat memperlancar tugas guru dalam mengembangkan akhlak siswanya.
Peran pendidikan
Dalam konteks membangun masyarakat multikultural, selain berperan meningkatkan mutu bangsa agar dapat duduk sama rendah, berdiri sama tinggi dengan bangsa-bangsa lain, pendidikan juga berperan memberi perekat antara berbagai perbedaan di antara komunitas kultural atau kelompok masyarakat yang memiliki latar belakang budaya berbeda-beda agar lebih meningkat komitmennya dalam berbangsa dan bernegara.
Jenis perekat yang dipakai ialah pembangunan karakter dan semangat kebangsaan atau nation and character building (NCB). Dalam hal ini, karakter kebangsaan merupakan pengembangan jati diri bangsa Indonesia yang (pernah) dikenal sebagai bangsa yang ramah, sopan, toleran, dan sebagainya. Sedangkan semangat kebangsaan adalah keinginan yang amat mendasar dari setiap komponen masyarakat untuk berbangsa.
Karakter dan semangat kebangsaan seperti itu akan berkembang, baik secara natural maupun kultural, menuju tercapainya persatuan dan kesatuan bangsa. Dalam konteks NCB, bangsa itu adalah satu dan tidak terpisah-pisahkan. Persatuan dan kesatuan merupakan konsekuensi logis pengembangan jati diri dan keinginan mendasar untuk berbangsa.
Dalam konteks NCB, tiap komponen bangsa memiliki kedudukan, hak dan kewajiban sama. Etnis Melayu memiliki kedudukan yang sama dengan etnis Cina dan etnis-etnis lain; suku Aceh memiliki hak yang sama dengan suku Sunda dan suku-suku lain; demikian pula pemeluk agama Islam mempunyai kewajiban yang sama dengan pemeluk agama Katolik dan agama-agama lain dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Semua komponen bangsa mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama untuk mengembangkan bangsa.
Khusus di bidang nation building, tampaknya hal ini perlu dibenahi kembali dalam tata kehidupan bangsa Indonesia. Banyak remaja dan pemuda kini asing dengan sejarah nasional; begitu pula dengan siswa SD, SLTP, SMU, dan SMK, bahkan mahasiswa di perguruan tinggi. Padahal, sejarah nasional sarat muatan kebangsaan, baik nilai maupun pesan, untuk senantiasa berdisiplin dalam berbangsa. Itu sebabnya, semangat kebangsaan perlu dikembangkan terus.
Bagaimana dengan character building? Rasanya tak banyak berbeda. Munculnya banyak kasus yang destruktif dalam konteks kebangsaan, misalnya terjadinya sentimen antaretnis, perselisihan antarsuku, sampai perang antar(pemeluk) agama, menunjukkan karakter kebangsaan Indonesia saat ini lemah. Karakter kebangsaan ini harus selalu dipupuk dan disirami agar dapat tumbuh dengan baik.
Pengembangan karakter kebangsaan itu tidak sekadar untuk menjadikan anggota masyarakat multikultural Indonesia dapat berperilaku baik, santun, ramah; tetapi lebih dari itu, dapat memupuk jiwa yang senantiasa berdisiplin dalam berbangsa. Baik, santun, ramah adalah nilai- nilai konstruktif dalam kehidupan, tetapi belum begitu bermakna dalam konteks semangat kebangsaan. Jadi, karakter yang dikembangkan tidak hanya character for the individual well being, tetapi lebih dari itu, character for the national well being yang diperlukan untuk mengembangkan semangat kebangsaan. Dari sisi moral, yang dikembangkan tidak sekadar individual morality, tetapi sampai kepada social morality.
Konon kita ini adalah bangsa besar yang berkarakter; tetapi mengapa sampai hari ini masih ditemui bentrok antarsuku, perang antar(pemeluk) agama, perkelahian antaretnis, pertikaian antarkelompok, dan sejenisnya? Entahlah, yang jelas itu semua menunjukkan pendidikan di negeri ini belum sepenuhnya berhasil menjalankan fungsi dan memainkan peranannya. Sayang, kini hampir tidak ada lagi pemimpin yang sungguh-sungguh peduli terhadap pendidikan bangsa.

Prof Dr Ki Supriyoko MPd Guru Besar Universitas Sarjanawiyata Taman Siswa Yogyakarta;
Wakil Presiden Pan-Pacific Association of Private Education (PAPE) yang Bermarkas di Tokyo, Jepang

Monday, 3 May 2010

Saka Wana bakti

Satuan Karya Pramuka (Saka) Wanabakti merupakan salah satu Saka (Satuan Karya) dalam Gerakan Pramuka Indonesia yang memberikan bekal pengetahuan dan ketrampilan khusus di bidang kehutanan dan lingkungan hidup serta menanamkan rasa cinta dan tanggung jawab dalam mengelola sumberdaya alam. Ruang lingkup materinya meliputi pengelolaan hutan, pemeliharaan hutan dan sumber daya alam, penyelamatan hutan dan lingkungan hidup, dan pemanfaatan hasil hutan bagi masyarakat. Tentunya tanpa meninggalkan materi-materi kepramukaan lainnya.
Satuan Karya Pramuka atau biasa disingkat dengan saka merupakan terobosan yang dilakukan oleh Gerakan Pramuka dalam memberikan wadah kepada anggotanya, terutama Penegak dan Pandega (berusia 16-25 tahun) untuk mendalami berbagai bidang kejuruan. Selain Saka Wanabakti juga masih terdapat beberapa saka lainnya seperti Saka Bhayangkara, Saka Dirgantara, Saka Bahari, Saka Wira Kartika, Saka Taruna Bumi, Saka Bhakti Husada, dan Saka Kencana (Keluarga Berencana).
Tujuan dibentuknya Saka Wanabakti adalah untuk memberi wadah pendidikan di bidang kehutanan kepada anggota Gerakan Pramuka, terutama Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega agar mereka dapat membantu membina dan mengembangkan kegiatan pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup, melaksanakan secara nyata, produktif dan berguna bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega sebagai baktinya terhadap pembangunan masyarakat, bangsa dan negara.
Kegiatan kesakaan dilaksanakan di gugusdepan dan satuan karya Pramuka disesuaikan dengan usia dan kemampuan jasmani dan rohani peserta didik. Kegiatan pendidikan tersebut dilaksanakan sedapat-dapatnya dengan praktek berupa kegiatan nyata yang memberi kesempatan peserta didik untuk menerapkan sendiri pengetahuan dan kecakapannya dengan menggunakan perlengkapan yang sesuai dengan keperluannya.
Saka yang bergerak dalam bidang cinta kehutanan dan lingkungan hidup ini terselenggara berdasarkan Keputusan bersama antara Departemen Kehutanan Republik Indonesia dan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka yang ditandatangani pada tanggal 27 Oktober 1983 du Jakarta.
Penyelenggaraan Saka Wanabhakti dilaksanakan oleh Gerakan Pramuka bekerja sama dengan Departemen Kehutanan, Perum Perhutani ataupun dengan LSM lingkungan hidup. Latihan dan kegiatan Saka Wanabakti diselenggarakan di tingkat Kwartir Ranting (Kecamatan) atau Kwartir Cabang (Kabupaten/Kota).
Saka Wanabhakti beranggotakan:
Pembina Pramuka sebagai Pamong Saka (Pendidik) dan Instruktur.
Pramuka Penegak (usia 16-20 tahun) sebagai peserta didik
Pramuka Pandega (usia 21-25 tahun) sebagai peserta didik
Pramuka Penggalang (usia 11-15 tahun) juga dapat mengikuti kegiatan saka Wanabakti sebagai peminat.
Dalam Saka Wanabhakti setiap anggota selain diberikan materi kepramukaan sebagaimana dalam kegiatan pramuka biasa juga diberikan penekanan kepada beberapa materi yang berkaitan dengan kehutanan, sumber daya alam dan lingkungan hidup. Materi khusus dalam Saka Wanabhakti ini di kelompokkan dalam 4 (empat) krida, yaitu:
1.Krida Tata Wana yang meliputi perisalah hutan; pengukuran dan pemetaan hutan; dan penginderaan jauh.
2.Krida Reksa Wana yang meliputi keragaman hayati; konservasi kawasan; perlindungan hutan; konservasi jenis satwa; konservasi jenis tumbuhan; pemanduan; penelusuran gua; pendakian, pengendalian kebakaran hutan dan lahan; pengamatan satwa; penangkaran satwa; pengendalian perburuan; dan pembudidayaan tumbuhan.
3.Krida Bina Wana yang meliputi konservasi tanah dan air; perbenihan; pembibitan; penanaman dan pemeliharaan; perlebahan; budi daya jamur; dan persuteraan alam.
4.Krida Guna Wana yang meliputi: pengenalan jenis pohon; pencacahan pohon; pengukuran kayu; kerajinan hutan kayu; pengolahan hasil hutan; dan penyulingan minyak astiri.
Saka Wanabakti memiliki lambang yang berbentuk segi lima di dalamnya terdapat lambang Departemen Kehutanan dan lambang Gerakan Pramuka. Lambang ini selain digunakan sebagai bendera juga dikenakan sebagai tanda pengenal yang dipasang di lengan baju sebelah kiri. Lambang ini mempunyai arti kiasan sebagai berikut:
Pohon hijau melambangkan hutan yang subur yang mempunyai berbagai fungsi dalam upaya konservasi sumberdaya alam dan lingkungan hidup.
Pohon hitam melambangkan hutan yang produktif yang berfungsi sebagai sarana pendukung pembangunan nasional.
Garis-garis lengkung biru melambangkan fungsi hutan sebagai pengatur tata air.
Warna dasar coklat melambangkan tanah yang subur berkat adanya usaha konservasi tanah.
Tunas kelapa kuning melambangkan kegemilangan generasi muda yang tergabung dalam Saka Wanabakti yang giat mendukung pembangunan hutan dan kehutanan serta pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup.
Segilima melambangkan falsafah bangsa yaitu Pancasila yang merupakan azas tunggal bagi Saka Wanabhakti.
Keseluruhan lambang Saka Wanabakti ini mencerminkan anggota Satuan Karya Pramuka Wanabakti yang aktif membantu usaha pembangunan hutan dan kehutanan serta pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup guna mencapai masyarakat Indonesia yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Thursday, 29 April 2010

asal nama indonesia

Nama Indonesia ber asal dari bahasa Yunani. Dari kata Indo dan Nesos. Indo yang berarti India atau Hindia, Sadangkan nesos yang berarti Kepulauan. Dengan demikian arti nama Indonesia adalah kepulauan hindia atau india. kata Nesos digunakan digunakan karena miri dengan nama nusa dan memiliki umur yang sama.

Nama indonesia pertama muncul dari tulisan ilmiah seorang inggris bernama george samuel windsor Earl. Earl adalah seorang ahli ethnologi yang meneliti bangsa-bangsa dikepulauan nusantara. Ia menyebut nama bangsa yang berada di kepulauan tersebut sengan nama Indu-nesia dan melayunesia pada tulisannya yang ia buat tahun 1835-1850.

kemudian james richardson Logan pada tahun 1850 menulis suatu karangan ilmiah yang berjudul “The Ethnology of The India Archipelagoand Eastern, dalam karangantersebut ia menyebut kepulauan nusantara dengan nama indonesia. Logan juga menggunakan nama indonesia untuk menyebut penduduk kepulauan itu yang berkulit lebih terang dibanding yang berada diwilayah timurnya.

Orang yang mempopulerkan nama indonesia adalah Adolf Bastian seorang jerman yang ahli dalam Etnologi, ia menggunakan nama tersebut pada tahun 1884 dalam karangan ilmiah yang berjudul Indonesien Oder Die Inseln Des Malayischen Archipels. Sejak itu nama indonesia makin populer untuk menyebut nama wilayah yang juga disebut sebagai hindia belanda.

Pribumi yang mula-mula menggunakan nama indonesia adalah suwardi suryaningrat(Ki Hajar Dewantara) ketika dibuang kenegeri belanda tahun 1913 beliau mendirikan sebuah biro pers dengan nama Indonesische Pers-bureau.

Nama indonesia juga diperkenalkan sebagai pengganti nama Indisch(Hindia) oleh Prof Cornelis van vollenhoven seorang ahli hukum adat(1917) ia selalu menggunakan nama indonesia untuk menggantikan nama Inlander dalam karangannya yang berjudul Het Adatrecht van Nederlands-Indie.

Thursday, 31 December 2009

biographi miekichi

Miekichi dilahirkan di kota Hiroshima sebagai putra ketiga dari ayah bernama Etsuji dan ibu bernama Fusa. Setelah lulus sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Hiroshima, Suzuki pindah ke Kyoto untuk bersekolah di Dai San Kōtō Gakkō (Sekolah Lanjutan Atas III sistem lama, sekarang Fakultas Seni Budaya Universitas kyoto Setelah lulus, Suzuki meneruskan ke Jurusan Bahasa Inggris, Fakultas Sastra Universitas kekaisaran tokyo
Sejak di bangku sekolah menengah, Suzuki sudah senang menulis. Cerita yang ditulisnya dengan nama pena Eizan sering dimuat majalah Shokokumin dan Shiensei Di kelas 2 SMP, sejumlah cerita anak yang ditulisnya, seperti Ahō Hato dimuat dalam majalah Shōnen Kurabu. Sewaktu masih di bangku kuliah, Suzuki menderita sakit dan pergi beristirahat ke pulau nomi di lepas pantai Prefektur Hiroshima. Pengalamannya selama di sana dituangkan dalam cerpen berjudul Chidori. Natsume sutseki memuji cerpen tersebut, dan mengusulkannya untuk dimuat dalam majalah Hototogisu Sejak itu pula, Suzuki menjadi salah seorang murid Sōseki dan menerima bimbingan dalam bidang tulis menulis.
Setelah lulus kuliah, Suzuki terus menulis sambil bekerja sebagai guru bahasa Inggris di sekolah menengah pertama. Novelnya yang berjudul Kuwa no Mi dimuat bersambung di harian Kokumin dari Shinbun ngga 15 November 1913, dan namanya mulai terkenal sebagai novelis. Novel tersebut juga diterbitkan penerbit Shunyōdō pada bulan Januari tahun berikutnya. Namun setelah itu, Suzuki mengalami kebuntuan, dan berhenti menulis novel sejak tahun 1915 Pada tahun berikutnya, Suzuki beralih menjadi penulis bacaan anak setelah menulis cerita untuk anak perempuannya.
Pada tahun 1918 Suzuki menerbitkan majalah sastra anak Akai tori (Burung Merah), dan teman-temannya sesama sastrawan diminta untuk menyumbangkan tulisan.Ronosuke okutagawa menyumbangkan cerita anak-anak berjudul Kumono ito (Jaring Laba-laba), sedangkan Takeo Arishima dengan Hitofusa nobudo (Setangkai Buah Anggur). Kitahara hakushu menyumbangkan lagu anak-anak, sedangkan Osanai kaoru dan Kubota mantaro menyumbangkan naskah sandiwara anak-anak. Penulis bacaan anak seperti Joji tsubota dan nankichi niimi juga sering menulis untuk majalah Akai Tori.
Setelah terbit 196 edisi selama 17 tahun, penerbitan Akai Tori terhenti pada tahun 1936 setelah Suzuki meninggal dunia. Di masa jayanya, Akai Tori dikabarkan beroplah lebih dari 30 ribu eksemplar. Jumlah pembacanya diperkirakan jauh lebih banyak lagi. Majalah yang dibeli sekolah dan perkumpulan pemuda desa umumnya dibaca secara bergiliran.
Sejak tahun 1948 nama Suzuki Miekichi diabadikan dalam bentuk Penghargaan suzuki meikichi Penghargaan ini diberikan untuk anak-anak Jepang yang pandai mengarang.

Wednesday, 30 December 2009

biodata shimokawa

Ōten Shimokawa (atau Hekoten Shimokawa) (下川凹天, Shimokawa Ōten?, Mei 1892 - 1973/05/26, Miyakojima, Okinawa, Jepang) yang japanese artis, dianggap sebagai salah satu seniman pendiri dan perintis anime. Little is known of his early personal life, other than his family moved to the Tokyo area when he was nine years old. Sedikit yang diketahui tentang kehidupan awal kehidupan pribadinya, selain keluarganya pindah ke Tokyo daerah ketika ia berusia sembilan tahun. Here he began working for Tokyo Puck Magazine as a political cartoonist and manga series artist, later becoming an editorial assistant. Di sini ia mulai bekerja untuk Tokyo Puck Majalah sebagai kartunis politik dan manga seri artis, kemudian menjadi asisten editor.
At the age of 26, Shimokawa was hired by Tenkatsu Production Company to create a short animated film . Pada usia 26, Shimokawa dipekerjakan oleh Perusahaan Produksi Tenkatsu pendek untuk membuat film animasi. Shimokawa used several animation techniques that were, at the time, unique: using chalk or white wax on a dark board background to draw characters, rubbing out portions to be animated, and drawing with ink directly onto film, whiting out animated portions. Shimokawa digunakan beberapa animasi yang teknik, pada saat itu, unik: menggunakan kapur atau lilin putih pada papan yang gelap untuk menggambar karakter latar belakang, mengusap keluar porsi untuk menjadi animasi, dan menggambar dengan tinta secara langsung ke film, kapur sirih keluar animasi bagian. At the time, celluloid cels (rather than modern acetate film) was costly and scarce in Japan, having to be imported. Pada waktu itu, seluloid cels (bukan modern asetat film) itu mahal dan langka di Jepang, karena harus diimpor. These techniques cut production costs, material costs and completion time. Teknik-teknik ini memotong biaya produksi, biaya material dan waktu penyelesaian.
The resulting film was Imokawa Mukuzo Genkanban no Maki , released in 1917. Film ini yang dihasilkan Imokawa tidak Mukuzo Genkanban Maki, dirilis pada tahun 1917. Though not the earliest animation created in Japan, it is considered to be the first "true" Anime film, as it was the first to be publicly shown in a theater. Meskipun tidak animasi yang paling awal dibuat di Jepang, dianggap menjadi yang pertama "benar" Film film, seperti yang orang pertama yang secara terbuka ditampilkan dalam teater. The film ran only five minutes. Film berlari hanya lima menit. As with many animation works created in Japan before the mid 1920s, no trace of the film, or any of Shimokawa's five other short films, has survived. Seperti banyak karya-karya animasi yang dibuat di Jepang sebelum pertengahan tahun 1920-an, tidak ada jejak dari film, atau salah satu dari lima Shimokawa film pendek lainnya, telah selamat.
Shimokawa's animation work was cut short by chronic health problems, and he returned to work as a consultant and editor for other production companies making animated films in the 30s and 40s. Shimokawa's animasi karya dipotong oleh masalah kesehatan kronis, dan ia kembali bekerja sebagai konsultan dan editor untuk produksi lainnya perusahaan yang membuat film animasi dalam 30-an dan 40-an. Not much is known of his later life; indeed, very few works bear mention of his contribution beyond his own personal works. Tidak banyak yang diketahui tentang kehidupan kemudian hari; memang, sangat sedikit karya beruang menyebutkan kontribusinya luar karya pribadinya.

Tuesday, 22 December 2009

asal mula manga

ASAL MULA KOMIK/MANGA

Perkembangan suatu hal tentu tak lepas begitu saja dari perjalanan masa lalunya, dan kejayaan masa lalu . Komik merupakan salah satu sinyalir "perekat budaya", komik melangsungkan evolusinya bersama-sama dengan berjalannya peradaban manusia. Kata 'komik' tersebut tidaklah berdiri sendiri, kata komik muncul pertama kali dengan ekornya 'strip' ( the comic strip) dan ia bukan pula merupakan suatu bentuk seni yang sama sekali baru seperti yang suka diangkat sebagian orang, komik diibaratkan sebuah perayaan atas kematian yang brilian dari konsepsi artistik yang sudah usang(out of date)
.
Secara naif biasanya komik strip di anggap mirip dengan narasi grafis (graphic narration). Kebiasaan ini adalah upaya menyetarakan komik dengan model awal narasi visual seperti gambaran/relief di Trajan Column atau Queen Mathilde’s, berikut pula contoh lainnya seperti lembaran-lembaran papirus Mesir, Bayeux Tapestry, novel cukilan kayu. Gambaran terdekatnya pada kita dapat di temui pada relief candi Borobudur dan Prambanan yang terkenal, secara spesifik Indonesia mempunyai Wayang Beber di Jawa, yang menggunakan teknik bercerita dengan gambar adegan per adegan. Dalanglah yang menarasikan satu persatu gulungan wayang beber dan menjalin kisah di dalamnya. Ada juga Prasi, ilustrasi dan lukisan dari daun lontar di Bali. Dan yang mendekati adalah ilustrasi naratif manuskrip Jawa yang banyak ditemukan berasal dari pertengahan abad ke 19, seperti Serat Rama Kawi, Serat Bratayuda, Serat Panji Jayakusuma, Serat Damarwulan . Tarik mundurlah lebih jauh lagi hingga ke lukisan dinding zaman pra-sejarah dan kita mempelajarinya sebagai sebuah arkeologi komik. Membedakan antara ‘komik’ dan model awal 'narasi visual' yang disebut-sebut itu, sedikit mirip seperti menganalogikan perbedaan 'sinema/bioskop/ layar tancap' dengan ‘wayang’(shadow teater/puppet); meski film atau animasi dapat di wayang-kan seperti dilakukan Lotte Reiniger(animator) , namun secara eksplisit kita bisa cukup jelas dalam membedakan keduanya.

Abad ke 19 di Eropa tercatat banyak eksplorasi dari narasi-narasi bergambar (illustrated narratives), yang beriringan dengan perkembangan teknologi cetak seperti zincography dan photoengraving. Tapi narasi itu, yang disebut "Images d’Epinal" di Perancis dan "Bilderbogen" di Jerman, masih menempatkan "jarak" antara teks dan gambar. Secara artistikal puncaknya kreasi cerita gambar (picture stories) ini dibuat oleh Rodolphe Toppfer dan Wilhelm Busch. Di abad-abad sebelumnya telah berlangsung eksprimen-eksperimen yang untuk sementara waktu terlihat antara teks dan ilustrasi berjalan di jalur yang berbeda, sampai akhirnya hadirlah ilustrasi cerita karya William Hogarth di tahun 1730-an yang menyatukan keterpisahan antara teks dan gambar, ke dalam satu jalinan cerita. Hogarth membuat sealami mungkin rangkaian adegan(sekuensial) dari sebuah visual naratif, dengan melukisan adegannya seolah-olah berada pada sebuah aksi panggung. Alhasil timbullah kesan dramatikal yang memikat. Apa yang Hogarth lakukan masa itu merupakan sesuatu hal yang sungguh berbeda dari cara mengillustrasi yang lazim di zamannya, sehingga dari sanalah diberikan sebutan yaitu "kartun(cartoon)". Konsepsi berupa setting antara teks dan gambar yang ia buat itu kelak akan menggiring adanya temuan sistematis penggunaan balon kata. Diduga konsepsi semacam ini berlanjut menelurkan asal-usul bentuk komik seutuhnya yaitu 'komik strip'.

Menjelang pergantian akhir abad ke 19, lahirnya bentuk budaya baru yang disebut komik ini, maka mulailah tampil ke depan pintu zaman sebuah model ekspresi baru yang populer. Menyandingkan pepatah Konfusius yang berbunyi, "A Picture means A Thousand Words", komik mendapatkan induksi pemaknaan yang lebih berarti sebagai sebuah media penyampai pesan yang memadukan teks narasi dan ilustrasi gambar. Sebagaimana yang diupayakan Will Eisner, seorang komikus Amerika yang sukses mengembangkan komik dalam bentuk yang ia sebut-sebut novel grafis (graphic novel), dimana dalam pandangannya buku komik merupakan montase kata dan gambar dimana seorang pembaca harus melatih kemampuannya menginterpretasikan hal-hal secara verbal dan visual bersamaan.

Rezim seni(seperti: perspektif, komposisi, sapuan kuas) dan rezim literatur(seperti: tata bahasa, plot, sintaksis) keduanya menjadi saling terataskan. Membaca komik adalah sebentuk upaya melakukan persepsi estetik (keindahan) dan pengejaran intelektual. Ia memperbandingkan komik sebagai seni merangkai adegan (sequential art) .

Komik dalam pandangan menurut Scott McCloud, "Juxtaposed pictorial and other images in deliberate sequence, intended to convey information and/or to produce an aesthetic response in the viewer." Terjemahan yang dikutip dari bukunya Memahami Komik terbitan KPG adalah, "Gambar-gambar serta lambang-lambang lain yang terjuktaposisi dalam turutan tertentu, untuk menyampaikan informasi dan/atau mencapai tanggapan estetis dari pembacanya."

Pada tahun 1973, Malte Dahrendorf menyebut komik sebagai benda/barang gambar secara masal adalah kisah bertekanan pada gerak dan tindakan yang ceritanya dalam urutan gambar dengan daftar dan jenisnya yang khas . Jika kita percaya pada tesis Marshall McLuhan yang menyebutkan tentang "Berakhirnya kurun waktu buku(bacaan/tulisan)" dan meramalkan "Kurun waktu berlambang gambar", maka berlimpahnya penggunaan bahasa visual seperti yang terdapat dalam komik masih akan meluas lagi.

Jepang menyimpan penamaan tersendiri untuk komik yaitu 'Manga', dengan huruf kanji yang sama di Cina disebut Man Hua. Sebelumnya sempat di kenal sebutan Ponchi-e (istilah untuk gambar-gambar dari majalah Punch yang terbit pertama kali tahun 1814 di Inggris) dan juga komikkusu (mengadaptasi dari kata comics). Asal usul istilah Manga sendiri tidak ada keterkaitan spesifik dengan pengertian manga sebagaimana kita kenal sekarang ini sebagai sebutan untuk komik ala Jepang. Dahulu pada tahun 1814, jilid pertama “Hokusai Manga” diterbitkan, isinya adalah sketsa-sketsa Katshuhika Hokusai(1760-1849), seorang artis ukiyo-e (seni cukil kayu Jepang) yang terkenal, diterbitkan sebanyak 15 jilid. Tak ada gerak-gerik manusia yang luput dari ketajaman observasi matanya dan goresan kuasnya yang ekspresif. Hokusai menggambarkan obyektifitas pandangannya tentang kemanusiaan dari sisi yang humoris . Artis lain yang dinilai punya peran penting pada dunia komik Jepang adalah Yoshitoshi Tsukioka (1839-1892) artis ukiyo-e generasi akhir masa Meiji, adalah artis yang sangat baik melukiskan monster, makhluk aneh dan fantasi.

Konotasi manga kala itu disamakan dengan cartoon, dengan caranya sendiri-sendiri William Hogarth dan Katshuhika Hokusai melahirkan bentuk ilustrasi yang berbeda dari umum di tempat dan zamannya masing-masing. Adalah Rakuten Kitazawa(1876-1955) yang kemudian menjeneralisirkan penggunaan istilah Manga sebagai pengertian untuk kartun dan komik strip di Jepang, melalui suplemen hari minggu di harian Jiji Shinpou. Karya-karyanya masih sangat kental di pengaruhi oleh Outcoult, Dirks dan Opper. Tahun 1918 ia mendirikan Manga Kourakukai, sebuah asosiasi kartunis Jepang. Kitazawa adalah seorang pionir komik strip modern Jepang. Sekarang kartun/karikatur dan manga, mempunyai dunianya masing-masing dalam Jepang kontemporer. 
Tradisi literatur atau sastra Jepang yang memikat dan biasanya berupaya menggiring emosional pembaca sehingga larut terbawa dalam imajinasi dan suasana cerita, tampaknya merupakan dasar kuat bagi kelanjutan perkembangan teknik bercerita dalam manga. Osamu Tezuka, yang dijuluki ‘The God of Manga’ yang tertarik sekali dengan desain karakter kartun Disney dan Max Fleischer, kemudian mengembangkan karakter individunya kedalam karya manga dan anime(sebutan khas animasi produksi Jepang) yang karena kepopulerannya, melanda berikutnya ke generasi-generasi selanjutnya hingga kini. Tezuka juga mendapatkan inspirasi dari film-film Jerman dan Perancis yang ia tonton semasa remaja, membawanya pada eksperimen teknik sinematografis masuk ke dalam manga Jepang, diantaranya melalui penciptaan efek-efek kesan ruang dan kedalaman, teknik 'passing' adegan, gerak dinamis dan slow motion, ritme cerita yang mendebarkan, dan alur cerita yang mengasyikkan dan tak harus selalu berakhir gembira. Beberapa efek sinematografis yang ia masukkan ke dalam manga adalah seperti pengambilan adegan dalam framing yang transisi obyeknya berubah perlahan-lahan. Semacam kesan zooming, pengambilan shoot gambar yang detail dari sudut ke sudut suatu obyek.

Jepang kontemporer mengandung banyak unsur campuran berbagai kebudayaan impor. Dimana di dalam pencampuran itu masih selalu terlekat erat esensi unsur yang menunjukkan tradisi ke-Jepangan-nya, misalnya saja kultur Jepang yang sangat menghemat ruang dan kompak, filosofis hidup ajaran Zen dan Konfusius, terlihat mempengaruhi lahirnya komposisi dan struktur lay-out manga yang efektif dan efisien dalam menggunakan bidang kertas terbatas namun tetap dijaga kejernihan

Monday, 21 December 2009

Apa Anime itu?

Anime (アニメ) (baca: a-ni-me, bukan a-nim) adalah animasi khas Jepang, yang biasanya dicirikan melalui gambar-gambar berwarna-warni yang menampilkan tokoh-tokoh dalam berbagai macam lokasi dan cerita, yang ditujukan pada beragam jenis penonton. Anime dipengaruhi gaya gambar manga, komik khas Jepang.

Kata anime tampil dalam bentuk tulisan dalam tiga karakter katakana a, ni, me (アニメ) yang merupakan bahasa serapan dari bahasa Inggris "Animation" dan diucapkan sebagai "Anime-shon".

Anime pertama yang mencapai kepopuleran yang luas adalah Astro Boy karya Ozamu Tezuka pada tahun 1963. Sekarang anime sudah sangat berkembang jika dibandingkan dengan anime jaman dulu. Dengan grafik yang sudah berkembang sampai alur cerita yang lebih menarik dan seru. Masyarakat Jepang sangat antusias menonton anime dan membaca manga. Dari anak-anak sampai orang dewasa. Mereka menganggap, anime itu sebagai bagian dari kehidupan mereka, Hal ini yang membuat beberapa televisi kabel yang terkenal akan beberapa film kartunnya, seperti Cartoon Network dan Nickelodeon mengekspor kartunnya. Untuk bisa mendapatkan anime, mereka harus membeli DVD/VCD anime atau mereka bisa mendownload anime itu dari situs-situs penyedia layanan Direct Download Link (DDL). Sekarang anime menjadi sebuah bisnis yang menggiurkan bagi semua orang, dan banyak juga orang yang memanfaatkan hal ini untuk sebuah tindakan kejahatan. Pembuat anime itu sendiri disebut animator.Para Animator itu bekerja disebuah perusahaan media untuk memproduksi sebuah anime. Di dalam perusahaan itu, terdapat beberapa animator yang saling bekerja sama untuk menghasilkan sebuah anime yang berkualitas. Tapi sangat disayangkan, gaji dari para animator tersebut kecil jika dibandingkan dengan kerja keras mereka. Hal ini yang membuat para animator enggan untuk bekerja secara professional. Mereka merasa hal itu tidak sebanding dengan usaha yang telah mereka lakukan. Para animator itu sendiri sering disebut Seniman Bayangan. Karena mereka bekerja seperti seorang seniman yang berusaha mengedepankan unsur cerita dan unsur intrinsiknya.

Apa Anime itu?

Anime (アニメ) (baca: a-ni-me, bukan a-nim) adalah animasi khas Jepang, yang biasanya dicirikan melalui gambar-gambar berwarna-warni yang menampilkan tokoh-tokoh dalam berbagai macam lokasi dan cerita, yang ditujukan pada beragam jenis penonton. Anime dipengaruhi gaya gambar manga, komik khas Jepang.

Kata anime tampil dalam bentuk tulisan dalam tiga karakter katakana a, ni, me (アニメ) yang merupakan bahasa serapan dari bahasa Inggris "Animation" dan diucapkan sebagai "Anime-shon".

Anime pertama yang mencapai kepopuleran yang luas adalah Astro Boy karya Ozamu Tezuka pada tahun 1963. Sekarang anime sudah sangat berkembang jika dibandingkan dengan anime jaman dulu. Dengan grafik yang sudah berkembang sampai alur cerita yang lebih menarik dan seru. Masyarakat Jepang sangat antusias menonton anime dan membaca manga. Dari anak-anak sampai orang dewasa. Mereka menganggap, anime itu sebagai bagian dari kehidupan mereka, Hal ini yang membuat beberapa televisi kabel yang terkenal akan beberapa film kartunnya, seperti Cartoon Network dan Nickelodeon mengekspor kartunnya. Untuk bisa mendapatkan anime, mereka harus membeli DVD/VCD anime atau mereka bisa mendownload anime itu dari situs-situs penyedia layanan Direct Download Link (DDL). Sekarang anime menjadi sebuah bisnis yang menggiurkan bagi semua orang, dan banyak juga orang yang memanfaatkan hal ini untuk sebuah tindakan kejahatan. Pembuat anime itu sendiri disebut animator.Para Animator itu bekerja disebuah perusahaan media untuk memproduksi sebuah anime. Di dalam perusahaan itu, terdapat beberapa animator yang saling bekerja sama untuk menghasilkan sebuah anime yang berkualitas. Tapi sangat disayangkan, gaji dari para animator tersebut kecil jika dibandingkan dengan kerja keras mereka. Hal ini yang membuat para animator enggan untuk bekerja secara professional. Mereka merasa hal itu tidak sebanding dengan usaha yang telah mereka lakukan. Para animator itu sendiri sering disebut Seniman Bayangan. Karena mereka bekerja seperti seorang seniman yang berusaha mengedepankan unsur cerita dan unsur intrinsiknya.