Search This Blog

Tuesday, 24 July 2018

Kampung Ramah Anak

Sekarang ini siapasi yang tidak mengenal smartphone, dari kalangan orang tua sampai anak-anak, hampir semua menggunakan smartphone, di tengah maraknya smartphone ini ada sebuah desa di sleman yang membuat peraturan tidak boleh menggunakan smarthphone,

Tepatnya di desa leles, Rw 18 condongcatur, depok, sleman. Setiapsore hari jika kita berkunjung kedesa ini kita bisa melihat aktifitas anak2 membaca buku dan bermain permainan tradisioal seperti masak-masakan. Kita juga bisa melihat para orang tua mengawasi anak-anak mereka bermain sambil ber interaksi dengan warga lainnya. Jalan menuju desa ini pada sorehari ditutup untuk kendaraan bermotor agar anak-anak bisa bermain dengan aman. Selain itu desa juga menyediakan tanah lapang dengan beberapa mainan seperti perosotan ayunan sebagai wahana permainan anak-anak didesa tersebut. Saat memasuki desan ini kita bisa melihat spanduk bertuliskan”kawasan wajib senyum” di spanduk juga tertulis “stop kekerasan terhadap perempuan dan anak”

Paijan Trisnoraharjo mengungkapkan kampung ramah anak ini terbentuk mulai tahun 2015 setelah rw 18 mengikuti kegiatan penghapusan kekerasan terhadap anak dalam rumahtangga (PKDRT), usai kegiatan itu warga membuat kesepakatan dan dengan kesadaran masing-masing untuk meneruskan  dan menjadikan kampung mereka menjadi kampung ramah anak, guna memenuhi hak-hak anak.
Di kampung ini terdapat beberapa kesepakatan yang telah di sepakati oleh para warga diantaranya:
pembatasan penggunakan smarthphone, agar anak mau bermain dengan teman-temannya tidak hanya asik bermain smarthphone dan mau keperpustakaan untuk membaca buku. Jaan-di desa ini ditutup untuk kendaraan bermotor dan di khususkan untuk area bermain pada pukul 16.00 wib- 18.00 wib. Dan pada malam hari mulai pukul 19.00 wib – 21.00 wib para orang tua di desa ini tidak diperkenankan memegang smartphone, orang tua harus menemani atau mendampiingi anak-anaknya belajar, hal ini bertujuan agar orang tua mengetahui perkembangan anaknya tidak hanya sibuk dengan smartphone

Monday, 23 July 2018

Hari anak Nasional


23 juli 2018 kita memperingati hari anak nasional, dengan adanya hari anak ini diharapkan pemerintah dan orang tua lebih memperhatikan hak2 anak-anak indonesia termasuk haknya dalam hal pendidikan, besertaan dengan upcara di beberapa daerah diputarkan video presiden joko widodo, tentang hari anak nasional, saat acara puncak hari anak nasional ini juga di adakan berbagai permainan tradisional anak2, yang sudah mulai terkubur karena kebanyakan anak2 sekarang sibuk bermain denan smartphone, dan melupakan permainan tradisional.