Klasifikasi keputusan
Sturtur
Ditinjau dari segi setruktural, ruang lingkup dan tingkat pembuatan keputusan maka keputusan dapat diklasifiksikan kedalam dua jenis besar yaitu:
1.Keputusan umum (Generic decisions) yang timbul dari berbagai kebijakan peraturan dan prinsip yang sudah ditetapkan
2.Keputusan unik (Unique decisions) yaitu keputusan kreatif yang memerlukan ketentuan tersendiri diluar batas aturan atau prinsip yang telah ditetapkan.
Kedua keputusan diatas oleh Simon disebut sebagai keputusan terprogram dan keputusan nonprogram sedangkan Chamberlian mengklasifikasikan sebagai:
1.Keputusan Administratif yang umumnya berjangka pendek, lebih banyak berkaitan dengan berbagai faktor internal yang dapat dikontrol.
2.Keputusan-keputusan stratejik yaitu lebih banyak berkaitan dengan faktor-faktor eksternal yang berjangka panjang dan tidak dapat terkontrol
Menurut Henry Mintzberg keputusan dibagi menjadi dua berdasarkan kemunculannya yaitu:
1.keputusan yang muncul pertama disebut keputusan tak ber struktur (Unstuctured decisions)
2.Sedang keputusan yang lain, yang ada setelah keputusan pertama dinamakan keputusan berstruktur (Structured decisions)
Menurut Brickloe keputusan berstruktur ialah keputusan yang dibuat melalui urutan siklus tertentu, keputusan pertama biasanya berpengaruh pada keputusan berikutnya, keputusan ini biasanya di ikuti atau digunakan oleh para eksekutif. Sedangkan para menejer lebih sering menggunakan keputusan tidak terstruktur mengingat banyaknya informasi dan ketidak pastian.
Pembuatan keputusan
Ditinjau dari segi keputusan, Hitt et al. Menegaskan bahwa keputusan terprogram biasanya dibuat oleh mereka yang menduduki posisi manajemen yang tidak terlalu tinggi. Dan sebaliknya keputusan besar biasanya dibuat oleh manajemen tingkat tinggi.
Waktu dan Keterampilan
Pada keputusan pertama biasanya lebih mudah, lebih cepat. Maka pada pengambilan keputusan tipe kedua adalah sebaliknya karena kemampuan membuatnya akan membedakan antara manajer yang efektif dan tidak
Empat jenis keputusan
Menurut Sutherland keputusan dapat digolongkan menjadi empat jenis keputusan yaitu:
1.tujuan, cita-cita yang dibuat penanggung jawab organisasi yang kompleks dan berhubungan dengan tujuan yang diinginkan sebenarnya.
2.Keputusan stratejik yang mempersoalkan apa yang dapat dibuat untuk mencapai tujuan.
3.Keputusan taktis, yang mengarah pada bagaimana melaksanakan keputusan stratejik dan lebih pendek jangka waktunya, namun memiliki implikasi jangka panjang, sehingga jika ini ter lewati mengakibatkan efek kedepannya
4.keputusan operasional
Kategori keputusan
Ditinjau dari perolehan informasi dan cara memproses informasi dapat dibagi dalam 4 kategori yaitu:
1.Keputusan Representasi
Suatu keputusan dapat disebut keputusan representasi apabila dalam pengambilannya ada informasi yang cukup banyak dan tahu dengan tepat bagaimana memanipulasi informasi tersebut, keputusan jenis ini biasanya menggunakan model-model matematik seperti operations, research, cost-benefit analysis dan simulasi. Dalam keputusan ini konflik dapat diatasi, ketidak pastian menjadi terselesaikan.
2. Keputusan empiris
Suatu keputusan yang memiliki sedikit informasi tetapi memiliki cara yang jelas untuk memperoleh informasi pada saat informasi itu diperoleh, disebut keputusan empiris pada keputusan ini terdapat ambigu dan konflik yang potensial mengenai informasi mana yang harus dicari dan bagaimana menduga dan memperkirakan peristiwa-peristiwa yang tidak pasti. Tugas utama pengambilan keputusan ini ialah mencari informasi lagi.
3. Keputusan Informasi
Keputusan ini muncul saat ada berbagai informasi, tetapi diliputi kontroversi tentang bagaimana memproses siruasi ini. Konflik muncul ketika lahir perbedaan tentang informasi mana yang akan diproses dan akan digunakan untuk membuat prediksi.
4. Keputusan Eksplorasi
keputusan ini muncul saat jumlah informasi sangat sedikit dan juga tidak ada kata sepakat tentang cara yang akan digunakan untuk mencari informasi. Karena itu memerlukan eksplorasi untuk menentukan keputusan yang tepat.
Klasifikasi ini menurut Nutt dapat pula mewakiti tingkatan-tingkatan keputusan
1.Pengambilan keputusan tidak menghadapi masalah yang serius sasaran jelas dan pencapaian tidak mengalami kesulitan
2.konteks situasi dari keputusan empirikal mulai muncul kepermukaan, sasaran harus jelas dan disesuaikan dengan situasi lingkungan
3.konteks situasi semakin serius, preferensi tidak dapat diperkirakan dan dapat berubah sewaktu-waktu.
4.Situasi serba tidak menentu pengambil keputusan yang memiliki kepentingan berbeda-beda sulit dikendalikan.
Search This Blog
Tuesday, 18 May 2010
Sunday, 16 May 2010
Keputusan
Pengertian keputusan
Pada umumnya tiap orang sependapat bahwa kata keputusan(decision) berarti pilihan (choice), yaitu pilihan dari dua atau lebih kemungkinan. Namun dalam pilihan ini bukan untuk menentukan yang benar dan yang salah namun justru sering terjadi pilihan antara yang “hampir benar” dan yang “mungkin salah. Berikut pendapat ahli mengenai pengertian keputusan:
Mc Kenzie melihat bahwa keputusan ialah “pilihan nyata “ karena pilihan diartikan sebagai pilihan tentang cara untuk mencapai tujuan itu, apakah pada tingkat perorangan ataupun golongan
Mc Grew dan Wilson lebih melihat pada kaitannya dengan proses, yaitu bahwa suatu keputusan ialah keadaan akhir dari suatu proses yang lebih dinamis, yang diberi label pengambilan keputusan Ia dipandang sebagai proses karena terdiri atas satu seri aktivitas yang berkaitan dan tidak hanya dianggap sebagai tindakan bijaksana.
Morgan dan cerullo mendefinisikan keputusan sebagai “sebuah keputusan yang dicapai sesudah dilakukan pertimbangan, yang terjadi setelah satu kemungkinan dipilih, sementara yang lain disampingkan”
.
Pertimbangan dalam pengambilan keputusan
Unsur Prosedural
Dibalik suatu keputusan ada unsur prosedural, yaitu pertama-tama pembuat keputusan mengidentifikari masalah, mengklarifikasikan tujuan-tujuan khusus yang diinginka, memeriksa berbagai kemungkinan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, dan mengakhiri proses itu dengan menentukan pilihan untuk bertindak. Jadi suatu keputusan didasarkan pada fakta dan nilai. Keduanya sangat penting tapi dalam keputusan suatu organisasi fakta lebih mendominasi nilai-nilai dalam pengambilan keputusan.
Alternatif dan Konsekuensi
Pada akhirnya keputusan bertolak dari berapa kemungkinan atau alternatif untuk dipilih. Setiap alternatif membawa konsekuensi-konsekuensi. Menurut Simon, sejumlah alternatif itu berbeda satu dengan yang lain mengingat perbedaan dari konsekuensi yang akan di timbulhan. Pilihan yang dijatuhkan pada alternatif itu harus dapat memberikan kebahagiaan atau kepuasan karena ini merupakan aspek paling penting dalam pengam bilan keputusan.
Apabila kita memperhatikan konsekuensi-konsekuensi dari suatu keputusan, hampir dapat dikatakan bahwa tidak akan ada satupun keputusan yang akan menyenangkan semua orang. Satu keputusan hanya akan memuaskan sekelompok atau sebagian besar orang saja. Selalu ada saja kelompok atau pihak yang merasa dirugikan oleh suatu keputusan. Dan jika keputusan ini dianggap tidak objektif tidak menutup kemungkinan bagi mereka untuk melakukan reaksi negatif terhadap keputusan yang diambil. Keputusan yang diambil dapat juga berpengaruh terhadap sebagian besar golongan masyarakat. Oleh karena itu dalam menetapkan keputusan kita harus mempertimbangkan secara menyeluruh tentang kemungkinan konsekuensi yang timbul.
Pada umumnya tiap orang sependapat bahwa kata keputusan(decision) berarti pilihan (choice), yaitu pilihan dari dua atau lebih kemungkinan. Namun dalam pilihan ini bukan untuk menentukan yang benar dan yang salah namun justru sering terjadi pilihan antara yang “hampir benar” dan yang “mungkin salah. Berikut pendapat ahli mengenai pengertian keputusan:
Mc Kenzie melihat bahwa keputusan ialah “pilihan nyata “ karena pilihan diartikan sebagai pilihan tentang cara untuk mencapai tujuan itu, apakah pada tingkat perorangan ataupun golongan
Mc Grew dan Wilson lebih melihat pada kaitannya dengan proses, yaitu bahwa suatu keputusan ialah keadaan akhir dari suatu proses yang lebih dinamis, yang diberi label pengambilan keputusan Ia dipandang sebagai proses karena terdiri atas satu seri aktivitas yang berkaitan dan tidak hanya dianggap sebagai tindakan bijaksana.
Morgan dan cerullo mendefinisikan keputusan sebagai “sebuah keputusan yang dicapai sesudah dilakukan pertimbangan, yang terjadi setelah satu kemungkinan dipilih, sementara yang lain disampingkan”
.
Pertimbangan dalam pengambilan keputusan
Unsur Prosedural
Dibalik suatu keputusan ada unsur prosedural, yaitu pertama-tama pembuat keputusan mengidentifikari masalah, mengklarifikasikan tujuan-tujuan khusus yang diinginka, memeriksa berbagai kemungkinan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, dan mengakhiri proses itu dengan menentukan pilihan untuk bertindak. Jadi suatu keputusan didasarkan pada fakta dan nilai. Keduanya sangat penting tapi dalam keputusan suatu organisasi fakta lebih mendominasi nilai-nilai dalam pengambilan keputusan.
Alternatif dan Konsekuensi
Pada akhirnya keputusan bertolak dari berapa kemungkinan atau alternatif untuk dipilih. Setiap alternatif membawa konsekuensi-konsekuensi. Menurut Simon, sejumlah alternatif itu berbeda satu dengan yang lain mengingat perbedaan dari konsekuensi yang akan di timbulhan. Pilihan yang dijatuhkan pada alternatif itu harus dapat memberikan kebahagiaan atau kepuasan karena ini merupakan aspek paling penting dalam pengam bilan keputusan.
Apabila kita memperhatikan konsekuensi-konsekuensi dari suatu keputusan, hampir dapat dikatakan bahwa tidak akan ada satupun keputusan yang akan menyenangkan semua orang. Satu keputusan hanya akan memuaskan sekelompok atau sebagian besar orang saja. Selalu ada saja kelompok atau pihak yang merasa dirugikan oleh suatu keputusan. Dan jika keputusan ini dianggap tidak objektif tidak menutup kemungkinan bagi mereka untuk melakukan reaksi negatif terhadap keputusan yang diambil. Keputusan yang diambil dapat juga berpengaruh terhadap sebagian besar golongan masyarakat. Oleh karena itu dalam menetapkan keputusan kita harus mempertimbangkan secara menyeluruh tentang kemungkinan konsekuensi yang timbul.
Subscribe to:
Comments (Atom)