Pengertian keputusan
Pada umumnya tiap orang sependapat bahwa kata keputusan(decision) berarti pilihan (choice), yaitu pilihan dari dua atau lebih kemungkinan. Namun dalam pilihan ini bukan untuk menentukan yang benar dan yang salah namun justru sering terjadi pilihan antara yang “hampir benar” dan yang “mungkin salah. Berikut pendapat ahli mengenai pengertian keputusan:
Mc Kenzie melihat bahwa keputusan ialah “pilihan nyata “ karena pilihan diartikan sebagai pilihan tentang cara untuk mencapai tujuan itu, apakah pada tingkat perorangan ataupun golongan
Mc Grew dan Wilson lebih melihat pada kaitannya dengan proses, yaitu bahwa suatu keputusan ialah keadaan akhir dari suatu proses yang lebih dinamis, yang diberi label pengambilan keputusan Ia dipandang sebagai proses karena terdiri atas satu seri aktivitas yang berkaitan dan tidak hanya dianggap sebagai tindakan bijaksana.
Morgan dan cerullo mendefinisikan keputusan sebagai “sebuah keputusan yang dicapai sesudah dilakukan pertimbangan, yang terjadi setelah satu kemungkinan dipilih, sementara yang lain disampingkan”
.
Pertimbangan dalam pengambilan keputusan
Unsur Prosedural
Dibalik suatu keputusan ada unsur prosedural, yaitu pertama-tama pembuat keputusan mengidentifikari masalah, mengklarifikasikan tujuan-tujuan khusus yang diinginka, memeriksa berbagai kemungkinan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, dan mengakhiri proses itu dengan menentukan pilihan untuk bertindak. Jadi suatu keputusan didasarkan pada fakta dan nilai. Keduanya sangat penting tapi dalam keputusan suatu organisasi fakta lebih mendominasi nilai-nilai dalam pengambilan keputusan.
Alternatif dan Konsekuensi
Pada akhirnya keputusan bertolak dari berapa kemungkinan atau alternatif untuk dipilih. Setiap alternatif membawa konsekuensi-konsekuensi. Menurut Simon, sejumlah alternatif itu berbeda satu dengan yang lain mengingat perbedaan dari konsekuensi yang akan di timbulhan. Pilihan yang dijatuhkan pada alternatif itu harus dapat memberikan kebahagiaan atau kepuasan karena ini merupakan aspek paling penting dalam pengam bilan keputusan.
Apabila kita memperhatikan konsekuensi-konsekuensi dari suatu keputusan, hampir dapat dikatakan bahwa tidak akan ada satupun keputusan yang akan menyenangkan semua orang. Satu keputusan hanya akan memuaskan sekelompok atau sebagian besar orang saja. Selalu ada saja kelompok atau pihak yang merasa dirugikan oleh suatu keputusan. Dan jika keputusan ini dianggap tidak objektif tidak menutup kemungkinan bagi mereka untuk melakukan reaksi negatif terhadap keputusan yang diambil. Keputusan yang diambil dapat juga berpengaruh terhadap sebagian besar golongan masyarakat. Oleh karena itu dalam menetapkan keputusan kita harus mempertimbangkan secara menyeluruh tentang kemungkinan konsekuensi yang timbul.
No comments:
Post a Comment