Search This Blog

Wednesday, 7 September 2011

Secarik Maaf untuk Sahabat




Tempo hari, kubuang buku harian lusuh

Berkisah segala cinta, tawa, dan keluh

Tentang namamu

Dalam angkuh kubisik kata,

“Aku tak lagi butuh dirimu....”



Aku meluap lupa pada sebuah nama, pada sebuah perjamuan

Bintang yang sering kita pandang, telah lumat dalam ingat

Kuingkari jarak yang sungguh dapat kulacak

Lantas kusimpan potretmu, pada bingkai berkarat



Hari telah mengubah nama, waktu belum usai mengganti posisi

Canda tawa dan janji masa muda mengabur begitu saja

Acuhku retakkan prasasti

Sebuah persahabatan



Lalu pada sebuah senja di akhir Ramadhan

Gema takbir memukul sisi penaku

Meluruh jiwaku

Simbahi lembaran penuh nista



Aku mengais bumi, temui keping ceriamu

Maaf kugemakan di antara koridor waktu

“Sobat, maafkan salahku...”



Duhai sahabat,

Benar-benar kupahami arti sebuah pertemuan

Tak kupungkiri awal sebuah perpisahan

Kuakui ku tak selalu benar

Secarik maaf ini kukirim kepadamu, teriring butir ketulusan yang kukabar bersama angin…







:Untuk sahabat masa sekolahku yang kerap terlupa

Sehingga tak jarang, kita tak pernah berkabar

Tentang gerimis dan hujan yang kerap jadi mimpi kita

By : temenku... Kurnia Hidayati

4 comments:

  1. jadi kangen sama temeni-temen ku....

    ReplyDelete
  2. jadi kangen sama temenku yang dulu....

    ReplyDelete
  3. great
    2 thumbs up..,,

    jirc steady

    ReplyDelete
  4. Kok ga di tulis yang nulis, itu kan puisiku...
    :0

    ReplyDelete