oleh Agus Suryawan pada 9 september 2011 18:19
Dahulu sangat menyenangkan dikala aq masih bersamamu
Kau ciptakan sayap untukku
tuk terbang meraih mimpi
namun kini semua takbisa lagi
kau telah pergi...
sayap yang kau ciptakan kini telah patah
sehingga aku takbisa terbang lagi.
akankah..
akankah ada?
sahabat yang mau membuat sayap baru untukku
Search This Blog
Showing posts with label Cerita Debu. Show all posts
Showing posts with label Cerita Debu. Show all posts
Friday, 9 September 2011
Tuesday, 12 July 2011
sebuah ruby
Alkisah, di sebuah kerajaan, raja memiliki sebuah batu rubi yang sangat indah. Raja sangat menyayangi, mengaguminya, dan berpuas hati karena merasa memiliki sesuatu yang indah dan berharga. Saat permaisuri akan melangsungkan ulang tahunnya, raja ingin memberikan hadiah batu rubi itu kepada istri tercintanya. Tetapi saat batu itu dikeluarkan dari tempat penyimpanan, terjadi kecelakaan sehingga batu itu terjatuh dan tergores retak cukup dalam.
Raja sangat kecewa dan bersedih. Dipanggillah para ahli batu-batu berharga untuk memperbaiki kerusakan tersebut. Beberapa ahli permata telah datang ke kerajaan, tetapi mereka menyatakan tidak sanggup memperbaiki batu berharga tersebut.
“Mohon ampun, Baginda. Goresan retak di batu ini tidak mungkin bisa diperbaiki. Kami tidak sanggup mengembalikannya seperti keadaan semula.”
Kemudian sang baginda memutuskan mengadakan sayembara, mengundang seluruh ahli permata di negeri itu yang mungkin waktu itu terlewatkan.
Tidak lama kemudian datanglah ke istana seorang setengah tua berbadan bongkok dan berbaju lusuh, mengaku sebagai ahli permata. Melihat penampilannya yang tidak meyakinkan, para prajurit menertawakan dia dan berusaha mengusirnya. Mendengar keributan, sang raja memerintahkan untuk menghadap.
“Ampun Baginda. Mendengar kesedihan Baginda karena kerusakan batu rubi kesayangan Baginda, perkenankanlah hamba untuk melihat dan mencoba memperbaikinya. ”
“Baiklah, niat baikmu aku kabulkan,” kata baginda sambil memberikan batu tersebut.
Setelah melihat dengan seksama, sambil menghela napas, si tamu berkata, “Saya tidak bisa mengembalikan batu ini seperti keadaan
semula, tetapi bila diperkenankan, saya akan membuat batu rubi retak ini menjadi lebih indah.”
Walaupun sang raja meragukan, tetapi karena putus asa tidak ada yang bisa dilakukan lagi dengan batu rubi itu, raja akhirnya setuju. Maka, ahli permata itupun mulai memotong dan menggosok.
Beberapa hari kemudian, dia menghadap raja. Dan ternyata batu permata rubi yang retak telah dia pahat menjadi bunga mawar yang sangat indah. Baginda sangat gembira, “Terima kasih rakyatku. Bunga mawar adalah bunga kesukaan permaisuri, sungguh cocok sebagai hadiah.”
Si ahli permata pun pulang dengan gembira. Bukan karena besarnya hadiah yang dia terima, tetapi lebih dari itu. Karena dia telah membuat raja yang dicintainya berbahagia.
Raja sangat kecewa dan bersedih. Dipanggillah para ahli batu-batu berharga untuk memperbaiki kerusakan tersebut. Beberapa ahli permata telah datang ke kerajaan, tetapi mereka menyatakan tidak sanggup memperbaiki batu berharga tersebut.
“Mohon ampun, Baginda. Goresan retak di batu ini tidak mungkin bisa diperbaiki. Kami tidak sanggup mengembalikannya seperti keadaan semula.”
Kemudian sang baginda memutuskan mengadakan sayembara, mengundang seluruh ahli permata di negeri itu yang mungkin waktu itu terlewatkan.
Tidak lama kemudian datanglah ke istana seorang setengah tua berbadan bongkok dan berbaju lusuh, mengaku sebagai ahli permata. Melihat penampilannya yang tidak meyakinkan, para prajurit menertawakan dia dan berusaha mengusirnya. Mendengar keributan, sang raja memerintahkan untuk menghadap.
“Ampun Baginda. Mendengar kesedihan Baginda karena kerusakan batu rubi kesayangan Baginda, perkenankanlah hamba untuk melihat dan mencoba memperbaikinya. ”
“Baiklah, niat baikmu aku kabulkan,” kata baginda sambil memberikan batu tersebut.
Setelah melihat dengan seksama, sambil menghela napas, si tamu berkata, “Saya tidak bisa mengembalikan batu ini seperti keadaan
semula, tetapi bila diperkenankan, saya akan membuat batu rubi retak ini menjadi lebih indah.”
Walaupun sang raja meragukan, tetapi karena putus asa tidak ada yang bisa dilakukan lagi dengan batu rubi itu, raja akhirnya setuju. Maka, ahli permata itupun mulai memotong dan menggosok.
Beberapa hari kemudian, dia menghadap raja. Dan ternyata batu permata rubi yang retak telah dia pahat menjadi bunga mawar yang sangat indah. Baginda sangat gembira, “Terima kasih rakyatku. Bunga mawar adalah bunga kesukaan permaisuri, sungguh cocok sebagai hadiah.”
Si ahli permata pun pulang dengan gembira. Bukan karena besarnya hadiah yang dia terima, tetapi lebih dari itu. Karena dia telah membuat raja yang dicintainya berbahagia.
Sunday, 10 July 2011
Kita tak pernah sendiri
(Alone but not Alones)
Seekor lebah madu menjalani kesehariannya untuk mencari nectar bersama sahabat-sahabatnya. Suatu ketika dia terpisah dari sahabat-sahabatnya dan tersesat, lebahpun merasa sangat sedih, ia merasa sangat kehilangan sahabat-sahabatnya. Mereka yang selalu bersamanya. Namun sang lebah tidak menyerah dia berusaha keras untuk menemukan sahabat-sahabatnya dan kembali kesarang. Setelah sekian lama mencari ia masih belum dapat menemukan sahabat-sahabatnya, maka tersirat dalam fikirannya bahwa sahabatnya telah pergi meninggalkannya. Dalam keadaan tersebut lebah berusaha untuk belajar kembali, ia belajar mendengar, melihat dan merasakan, bukan dengan indranya ia melakukan hal tersebut melainkan menggunakan hatinya dengan nuraninya, karena hal tersebutlah akhirnya ia menemukan kembali sahabat-sahabatnya yang tadinya ia kira telah meninggalkannya. Bahkan ia akhirnya bisa menemukan pasangannya.
Seekor lebah madu menjalani kesehariannya untuk mencari nectar bersama sahabat-sahabatnya. Suatu ketika dia terpisah dari sahabat-sahabatnya dan tersesat, lebahpun merasa sangat sedih, ia merasa sangat kehilangan sahabat-sahabatnya. Mereka yang selalu bersamanya. Namun sang lebah tidak menyerah dia berusaha keras untuk menemukan sahabat-sahabatnya dan kembali kesarang. Setelah sekian lama mencari ia masih belum dapat menemukan sahabat-sahabatnya, maka tersirat dalam fikirannya bahwa sahabatnya telah pergi meninggalkannya. Dalam keadaan tersebut lebah berusaha untuk belajar kembali, ia belajar mendengar, melihat dan merasakan, bukan dengan indranya ia melakukan hal tersebut melainkan menggunakan hatinya dengan nuraninya, karena hal tersebutlah akhirnya ia menemukan kembali sahabat-sahabatnya yang tadinya ia kira telah meninggalkannya. Bahkan ia akhirnya bisa menemukan pasangannya.
Friday, 27 May 2011
debu dan pohon
Debu terbang terbawa angin, menempel disebuah pohon kemudian debu berbincang-bincang dengan pohon,
Pohon : hai debu?
Debu : hai, ada apa?
Pohon : sepertinya malang amat nasibmu
Debu : kenapa menurutmu nasibku malang
Pohon : setiap saat selalu terbang kesana kemari terbawa angin
Debu : nasibku tidaklah malang justru aku sangat bersyukur karena aku dapat menikmati betapa indahnya alam ini, aku malah yang merasa kasihan padamu..
Pohon : kenapa?
Debu : karena kau hanya diam ditempat saja dan tidak bisa menikmati betapa indahnya alamini…
Pohon : hai debu?
Debu : hai, ada apa?
Pohon : sepertinya malang amat nasibmu
Debu : kenapa menurutmu nasibku malang
Pohon : setiap saat selalu terbang kesana kemari terbawa angin
Debu : nasibku tidaklah malang justru aku sangat bersyukur karena aku dapat menikmati betapa indahnya alam ini, aku malah yang merasa kasihan padamu..
Pohon : kenapa?
Debu : karena kau hanya diam ditempat saja dan tidak bisa menikmati betapa indahnya alamini…
Sunday, 2 January 2011
Bercanda yang berlebihan tidaklah baik
ternyata debu tidak mengatakan perasaan yang muncul tersebut, debu tetap menyimpan perasaan yang ada, dia tidak mau merusak hubungan baiknya. suatu ketika debu pergi kesebuah taman bersama sahabat baiknya yaitu kucing, ditaman yang indah tu ada kelinci, lebah, burung pipit, kupu-kupu dan hewan-hewan lainnya. mereka sedang tertawa bersama, bercanda. dan bermain. debu menghampiri mereka, ia inggin bermain dan bercanda bersama meraka. saat mereka sedang asyik bermain dan bercanda tanpa sengaja debu membuat kelinci menangis, karena ada bagaian dari debu yang masuk kematanya, lebahpun menghampiri debu. ia berkata " kamu apakan temanku? kenapa dia menangis? kamu harus tanggung jawab" kata si lebah.
apakah debu akan meminta maaf pada kelinci ???????
apakah debu akan meminta maaf pada kelinci ???????
Saturday, 1 January 2011
sahabat baru dan sesuatu yang baru
Di dunia yang baru lebah bertemu banyak teman, ada lebah, lumba-lumba, kucing, burung pipit,kelinci dan banyak lagi yang lainnya,lebah selalu baik padanya, karena itulah debu menganggap lebah adalah seorang teman yang istimewa, disuatu malam yang sangat dingin dan gelap, semuanya saling berpegangan tangan. debu memegang tangan lebah, dalam inti debu muncul sesuatu yang aneh yang tidak ia ketahui,dalam hati ia bertanya "Perasaan apa in? kenapa begini? " debu tidak mempedulikkan sesuatu yang muncul tersebut karena ia tidang ingin melukainya karena sudah banyak yang terluka karena dia (batuk, kelilipan, sesak nafas, dll)
akankah debu mengatakan perasaannya dan sebenarnya apa yang muncul????????
akankah debu mengatakan perasaannya dan sebenarnya apa yang muncul????????
Friday, 31 December 2010
akhir adalah sebuah awal
Di siang hari udara terasa agak panas, angin berhembus semilir menyejukkan hati, sebuah debu terbang terbawa angin, sambil menikmati indahnya alam ia teringat masa-masa bahagia di tempatnya yang dulu, dahulu dia memiliki sahabat-sahabat yang baik dan selalu menemaninya disaat suka maupun duka, teringat masa-masa mereka tersapu,menghinggapi meja kemudian dilap. namun kini semuanya telah berlalu, masa-masa yang dulu indah kini telah berlalu. tanpa disadari debu sampai disuatu tempat yang baru. dengan suasana yang baru, pokoknya semuanya serba baru,akankah debu mendapatkan teman yang baik seperti ditempatnya yang dulu??????????
Subscribe to:
Comments (Atom)