Search This Blog

Tuesday, 7 June 2011

kemah di merapi

kemah ini sebenarnya di laksanakan pada tanggal 3,4,5 namun karena aku dan 10 anak lainnya adalah pasukan ribut jadi kami berangkat tanggal 2 nya, kami bertugas mendirikan tenda dan juga memasang umbul-umbul. tenda yang kami bangun tidak tanggung-tanggung yaitu 1 tenda komanto dan 2 tenda pleton, setelah tenda berdiri tugas selanjutnya adalah memasang umbul-umbul kami memasang umbul umbul sampai pukul 11 malam. pengalaman yang mengasyikkan saat memasang umbul-umbul adalah ketika kami di kejar-kejar anjing. keesokan harinya kegiatannya adalah lomba untuk anak-anak SD, tapi sebelum lomba kegiatannya adalah upacara pembukaan. setelah upacara pembukaan ini ada sesuatu yang unik yaitu pak rektor ketawa-ketiwi bareng anak-anak SD, hehehe
malam hari, ribut-ribut biasa
hari ketiga buat aku kegiatannya adalah siko edukkatif, tonis, kerja bakti, dll. dan malam harinya adalah api unggun pada saat api ungun ini kegiatannya sangat menyenangkan banyak pertunjukan-pertunjukan yang asyik karena warga juga ikut dalam kegiatan ini
nah... pada hari terakhir ini para pasukan huru hara bekerja lagi untuk bongkar-bongkar tenda dan umbul-umbul, wuahhhhh rasanya kalau kalian pengen tau cuapeeeek buangetz.hehehe

Friday, 27 May 2011

debu dan pohon

Debu terbang terbawa angin, menempel disebuah pohon kemudian debu berbincang-bincang dengan pohon,
Pohon : hai debu?
Debu : hai, ada apa?
Pohon : sepertinya malang amat nasibmu
Debu : kenapa menurutmu nasibku malang
Pohon : setiap saat selalu terbang kesana kemari terbawa angin
Debu : nasibku tidaklah malang justru aku sangat bersyukur karena aku dapat menikmati betapa indahnya alam ini, aku malah yang merasa kasihan padamu..
Pohon : kenapa?
Debu : karena kau hanya diam ditempat saja dan tidak bisa menikmati betapa indahnya alamini…

c

suasana kampus ternyata tidak ada bedanya dengan sekolah SD,SMP, maupun SMA tapi tidak ada salahnya sih, cuma terkadang suasana ini mengingatkanku pada sahabatku, dulu terasa sangat menyenangkan, banyak masa-masa indah yang kami lalui bersama, kebersamaan pun terjaln erat susah,senang kami lalui bersama namun kini suasananya telah berubah, terkadang aku ingin merasakan kebersamaan seperti dahulu dengan sahabat-sahabatku sekarang..

Hujan

Aku hanya bisa memandangmu tak bisa aku gapai dirimu dalam hujan terdengar lirih sebuah nyanyian, aku pandang waajahmu Nampak seberkas senyuman mampu untuk hibur hatiku terkadang aku bingung kenapa saat aku ada didekatmu bibir ini serasa terkunci, tak mampu untuk mengungkapkan sepatah katapun, muncul pertanyaan dalam benak ini, ada apa dengan aku ini?

Tuesday, 24 May 2011

Kelahiran Bima

mengingat masa kecil biasanya bapak ngajak nonton wayang rasanya sangat menyenangkan, berikut salah satu kisah kelahiran seorang pandawa yaitu bima

Raja Dhestharata dihadap oleh Arya Suman dan Patih Sanjaya. Mereka membicarakan anak Pandhu yang lahir, tetapi masih berada dalam bungkus. Bayi berbungkus itu diasingkan ke hutan Krendhawahana. Konon Premadi telah diutus menghadap Bagawan Abiyasa untuk minta pertolongan agar bayi segera keluar dari bungkus. Dhestharata minta agar Arya Suman dan Warga Korawa berusaha ikut memecahkan bungkus. Setelah pertemuan selesai Dhestharata masuk ke istana, memberi tahu kepada permasuri tentang bayi anak Pandhu.
Arya Suman menjumpai para Korawa dan bercerita tentang bayi bungkus. Ia diperintah raja untuk membantu memecahkannya. Dursasana usul agar bayi dalam bungkus dibunuh saja, dengan dalih pura-pura menolongnya.
Kala Dahana raja Batareta dihadap oleh Patih Kala Bantala, Kala Maruta, Kala Ranu dan abdi perempuan bernama Kepet Mega. Raja bercerita tentang mimpinya. Dalam mimpi raja bertemu dengan Citrawarsiti putri raja Karentegnyana di Tasikmadu. Raja Kala Dahana ingin memperisteri putri itu, lalu mengutus Patih Kala Bantala untuk menyampaikan surat lamaran. Patih Kala Bantala segera minta diri, berangkat ke Tasikmadu. Para perajurit raksasa ikut menyertainya. Di tengah perjalanan perajurit raksasa itu bertemu dengan perajurit Korawa. Maka terjadilah perselisihan, mereka bertempur. Perajurit Batareta menyimpang jalan, menghindari perang.
Premadi menghadap Bagawan Abiyasa, ia menanyakan peri hal kakaknya yang masih tinggal di dalam bungkus. Bagawan Abiyasa memberitahu, bahwa bayi dalam bungkus segera akan lahir. Premadi diwejang oleh Sang Bagawan, kemudian disuruh pergi ke hutan Krendhawahana. Premadi minta diri, lalu berangkat ke hutan. Para panakawan menyertainya. Di tengah perjalanan Premadi dihadang oleh beberapa raksasa. Terjadilah perkelahian, raksasa berhasil dikalahkan oleh Premadi.
Bathara Guru dihadap oleh Dewi Uma, Bathara Narada dan beberapa dewa lainnya. Bathara Narada memberi tahu, bahwa gara-gara terjadi karena seorang bayi dalam bungkus, yang tergolek di hutan Krendhawahana. Bathara Guru minta agar Bathara Narada mengajak Gajahsena turun ke Marcapada, membantu kelahiran bayi bungkus. Bathara Narada dan Gajahsena turun ke Marcapada.
Bathara Narada dan Gajahsena tiba di hutan Krandhawahana. Gajahsena diminta untuk memecah bungkus bayi. Bayi dalam bungkus dibanting, maka tiba-tiba dari dalam bungkus larilah seorang anak dewasa lengkap dengan dengan busana dan nampak gagah perkasa. Gajahsena mengejar dan berulang-ulang membanting anak itu, tetapi tidak hancur, bahkan semakin kuat
R.S. Subalidinata
Artikel ini diambil dari http://wayang.wordpress.com/2010/03/07/banjaran-cerita-pandhawa-12-kelahiran-bima-1/