Search This Blog

Thursday, 8 September 2011

Blog, Blog, and Blog

sebenarnya apasih blog itu???? mau tau kan? Blog merupakan singkatan dari web log atau bentuk aplikasi dar web yang menyerupai tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web umum. Tulisan-tulisan ini seringkali dimuat dalam urut terbalik (isi terbaru dahulu baru kemudian diikuti isi yang lebih lama), meskipun tidak selamanya demikia masalah urutan ini tergantung setingannya. Situs web seperti ini biasanya dapat diakses oleh semua pengguna Internet sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut. contoh blok yang ber topikkan kartun maka isinya adalah tentang kartun, yang topiknya komputer isinya tentang komputer dan lain-lain berbagai macam tujuan orang membuat blok, seperti untuk berjualan, untuk publikasi suatu perusahaan instansi, untuk tugas sekolah atau kuliah, mengisi waktu luang dll, nah sekarang udah tau tentang blog kan ^_^... thanks ya udah baca, di tunggu coment2nya

Wednesday, 7 September 2011

Secarik Maaf untuk Sahabat




Tempo hari, kubuang buku harian lusuh

Berkisah segala cinta, tawa, dan keluh

Tentang namamu

Dalam angkuh kubisik kata,

“Aku tak lagi butuh dirimu....”



Aku meluap lupa pada sebuah nama, pada sebuah perjamuan

Bintang yang sering kita pandang, telah lumat dalam ingat

Kuingkari jarak yang sungguh dapat kulacak

Lantas kusimpan potretmu, pada bingkai berkarat



Hari telah mengubah nama, waktu belum usai mengganti posisi

Canda tawa dan janji masa muda mengabur begitu saja

Acuhku retakkan prasasti

Sebuah persahabatan



Lalu pada sebuah senja di akhir Ramadhan

Gema takbir memukul sisi penaku

Meluruh jiwaku

Simbahi lembaran penuh nista



Aku mengais bumi, temui keping ceriamu

Maaf kugemakan di antara koridor waktu

“Sobat, maafkan salahku...”



Duhai sahabat,

Benar-benar kupahami arti sebuah pertemuan

Tak kupungkiri awal sebuah perpisahan

Kuakui ku tak selalu benar

Secarik maaf ini kukirim kepadamu, teriring butir ketulusan yang kukabar bersama angin…







:Untuk sahabat masa sekolahku yang kerap terlupa

Sehingga tak jarang, kita tak pernah berkabar

Tentang gerimis dan hujan yang kerap jadi mimpi kita

By : temenku... Kurnia Hidayati

Monday, 8 August 2011

OKPT FIP UNNES 2011

Orientasi Kepramukaan Perguruan Tinggi (OKPT)
Guguslatih Ilmu Pendidikan - Racana Wijaya
Gugus Depan Kota Semarang 14.111-14.112 Universitas Negeri Semarang
Tahun 2011

Kegiatan dilaksanakan pada hari Minggu dan Senin, 21 dan 22 Agustus 2011 dimulai pukul 07.00 (tidak menginap). Pelaksanaan kegiatan OKPT bertempat di Auditorium Unnes (21 Agustus 2011) dan di Fakultas Ilmu Pendidikan (22 Agustus 2011).

Peserta diwajibkan mengenakan pakaian Pramuka lengkap yang terdiri atas:
a. Putra: baret, hasduk, baju Pramuka, celana Pramuka, kaos kaki hitam, sepatu hitam-pantovel
b. Putri: topi, stangan leher, baju Pramuka, rok Pramuka, kaos kaki krem/tidak berkaos kaki, sepatu hitam-pantovel. Untuk yang berjilbab, mengenakan jilbab warna cokelat tua (sama dengan warna rok).
Baju Pramuka boleh beratribut, dan boleh tidak beratribut. Untuk tanda tingkat memakai warna kuning (Penegak).

Pendaftaran OKPT dilaksanakan secara online mulai Rabu, 10 Agustus 2011 di http://pramuka.unnes.ac.id/okpt dengan klik menu ‘DAFTAR’. Setelah mendaftar, silakan ‘Cetak Form‘ dan ‘Cetak Cocard‘. Form pendaftaran dikumpulkan pada saat pelaksanaan OKPT, sedangkan Cocard dipakai selama kegiatan OKPT berlangsung.

Informasi selanjutnya akan diberikan pada saat Technical Meeting, pada hari Selasa, 16 Agustus 2011 yang bertempat di Fakultas Ilmu Pendidikan (bersamaan dengan Technical Meeting Program Pengenalan Akademik {PPA}).
Informasi OKPT Guguslatih Ilmu Pendidikan bisa diperoleh di

Tuesday, 12 July 2011

sebuah ruby

Alkisah, di sebuah kerajaan, raja memiliki sebuah batu rubi yang sangat indah. Raja sangat menyayangi, mengaguminya, dan berpuas hati karena merasa memiliki sesuatu yang indah dan berharga. Saat permaisuri akan melangsungkan ulang tahunnya, raja ingin memberikan hadiah batu rubi itu kepada istri tercintanya. Tetapi saat batu itu dikeluarkan dari tempat penyimpanan, terjadi kecelakaan sehingga batu itu terjatuh dan tergores retak cukup dalam.
Raja sangat kecewa dan bersedih. Dipanggillah para ahli batu-batu berharga untuk memperbaiki kerusakan tersebut. Beberapa ahli permata telah datang ke kerajaan, tetapi mereka menyatakan tidak sanggup memperbaiki batu berharga tersebut.
“Mohon ampun, Baginda. Goresan retak di batu ini tidak mungkin bisa diperbaiki. Kami tidak sanggup mengembalikannya seperti keadaan semula.”
Kemudian sang baginda memutuskan mengadakan sayembara, mengundang seluruh ahli permata di negeri itu yang mungkin waktu itu terlewatkan.
Tidak lama kemudian datanglah ke istana seorang setengah tua berbadan bongkok dan berbaju lusuh, mengaku sebagai ahli permata. Melihat penampilannya yang tidak meyakinkan, para prajurit menertawakan dia dan berusaha mengusirnya. Mendengar keributan, sang raja memerintahkan untuk menghadap.
“Ampun Baginda. Mendengar kesedihan Baginda karena kerusakan batu rubi kesayangan Baginda, perkenankanlah hamba untuk melihat dan mencoba memperbaikinya. ”
“Baiklah, niat baikmu aku kabulkan,” kata baginda sambil memberikan batu tersebut.
Setelah melihat dengan seksama, sambil menghela napas, si tamu berkata, “Saya tidak bisa mengembalikan batu ini seperti keadaan
semula, tetapi bila diperkenankan, saya akan membuat batu rubi retak ini menjadi lebih indah.”
Walaupun sang raja meragukan, tetapi karena putus asa tidak ada yang bisa dilakukan lagi dengan batu rubi itu, raja akhirnya setuju. Maka, ahli permata itupun mulai memotong dan menggosok.
Beberapa hari kemudian, dia menghadap raja. Dan ternyata batu permata rubi yang retak telah dia pahat menjadi bunga mawar yang sangat indah. Baginda sangat gembira, “Terima kasih rakyatku. Bunga mawar adalah bunga kesukaan permaisuri, sungguh cocok sebagai hadiah.”
Si ahli permata pun pulang dengan gembira. Bukan karena besarnya hadiah yang dia terima, tetapi lebih dari itu. Karena dia telah membuat raja yang dicintainya berbahagia.

Sunday, 10 July 2011

Kita tak pernah sendiri

(Alone but not Alones)

Seekor lebah madu menjalani kesehariannya untuk mencari nectar bersama sahabat-sahabatnya. Suatu ketika dia terpisah dari sahabat-sahabatnya dan tersesat, lebahpun merasa sangat sedih, ia merasa sangat kehilangan sahabat-sahabatnya. Mereka yang selalu bersamanya. Namun sang lebah tidak menyerah dia berusaha keras untuk menemukan sahabat-sahabatnya dan kembali kesarang. Setelah sekian lama mencari ia masih belum dapat menemukan sahabat-sahabatnya, maka tersirat dalam fikirannya bahwa sahabatnya telah pergi meninggalkannya. Dalam keadaan tersebut lebah berusaha untuk belajar kembali, ia belajar mendengar, melihat dan merasakan, bukan dengan indranya ia melakukan hal tersebut melainkan menggunakan hatinya dengan nuraninya, karena hal tersebutlah akhirnya ia menemukan kembali sahabat-sahabatnya yang tadinya ia kira telah meninggalkannya. Bahkan ia akhirnya bisa menemukan pasangannya.