Search This Blog
Thursday, 8 September 2011
Raimuna Nasional Gerakan Pramuka X Tahun 2012 di Papua
kali ini aku pengen bagi-bagi info buat kakak-kakak pramuka, hehehe info kali ini tentang Raimuna...
ada yang tau apa itu Raimuna???
Raimuna merupakan dua buah kata yang berasal dari Suku Ambai, Provinsi Papua, terdiri atas Rai yang artinya Pertemuan, dengan Muna yang artinya Pemimpin/Kepala Suku.
Sehingga Raimuna dapat diartikan Pertemuan Para Pemimpin/kepala Suku, makna tersebut dapat mewakili makna pertemuan besar Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega, karena Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega merupakan para pemimpin dikelompoknya masing – masing dan calon pemimpina bangsa.
dari info yang saya dapat rencananya Raimuna Nasional Gerakan Pramuka X Tahun 2012 akan diadakan di Papua, dengan misinya yaitu:
1. Melaksanaan tujuan pembinaan bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega,
2. Meningkatkan Ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa,
1. Meningkatkan kecintaan tanah air,
2. Meningkatkan Rasa Persaudaraan,
3. Membentuk sikap Teguh, Rela berkorban, Mandiri, dan penuh tanggung jawab.
untuk logo dari kegiatan ini adalah burung cenderawasih yaitu burung khas Papua, ya saya rasa itu yang bisa saya bagi untuk info lengkapnya bisa dilihat ...di sini...
terima kasih semoga bermanfaat...
Blog, Blog, and Blog
sebenarnya apasih blog itu???? mau tau kan?
Blog merupakan singkatan dari web log atau bentuk aplikasi dar web yang menyerupai tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web umum. Tulisan-tulisan ini seringkali dimuat dalam urut terbalik (isi terbaru dahulu baru kemudian diikuti isi yang lebih lama), meskipun tidak selamanya demikia masalah urutan ini tergantung setingannya. Situs web seperti ini biasanya dapat diakses oleh semua pengguna Internet sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut. contoh blok yang ber topikkan kartun maka isinya adalah tentang kartun, yang topiknya komputer isinya tentang komputer dan lain-lain
berbagai macam tujuan orang membuat blok, seperti untuk berjualan, untuk publikasi suatu perusahaan instansi, untuk tugas sekolah atau kuliah, mengisi waktu luang dll,
nah sekarang udah tau tentang blog kan ^_^... thanks ya udah baca, di tunggu coment2nya
Wednesday, 7 September 2011
Secarik Maaf untuk Sahabat
Tempo hari, kubuang buku harian lusuh
Berkisah segala cinta, tawa, dan keluh
Tentang namamu
Dalam angkuh kubisik kata,
“Aku tak lagi butuh dirimu....”
Aku meluap lupa pada sebuah nama, pada sebuah perjamuan
Bintang yang sering kita pandang, telah lumat dalam ingat
Kuingkari jarak yang sungguh dapat kulacak
Lantas kusimpan potretmu, pada bingkai berkarat
Hari telah mengubah nama, waktu belum usai mengganti posisi
Canda tawa dan janji masa muda mengabur begitu saja
Acuhku retakkan prasasti
Sebuah persahabatan
Lalu pada sebuah senja di akhir Ramadhan
Gema takbir memukul sisi penaku
Meluruh jiwaku
Simbahi lembaran penuh nista
Aku mengais bumi, temui keping ceriamu
Maaf kugemakan di antara koridor waktu
“Sobat, maafkan salahku...”
Duhai sahabat,
Benar-benar kupahami arti sebuah pertemuan
Tak kupungkiri awal sebuah perpisahan
Kuakui ku tak selalu benar
Secarik maaf ini kukirim kepadamu, teriring butir ketulusan yang kukabar bersama angin…
:Untuk sahabat masa sekolahku yang kerap terlupa
Sehingga tak jarang, kita tak pernah berkabar
Tentang gerimis dan hujan yang kerap jadi mimpi kita
By : temenku... Kurnia Hidayati
Monday, 8 August 2011
OKPT FIP UNNES 2011
Orientasi Kepramukaan Perguruan Tinggi (OKPT)
Guguslatih Ilmu Pendidikan - Racana Wijaya
Gugus Depan Kota Semarang 14.111-14.112 Universitas Negeri Semarang
Tahun 2011
Kegiatan dilaksanakan pada hari Minggu dan Senin, 21 dan 22 Agustus 2011 dimulai pukul 07.00 (tidak menginap). Pelaksanaan kegiatan OKPT bertempat di Auditorium Unnes (21 Agustus 2011) dan di Fakultas Ilmu Pendidikan (22 Agustus 2011).
Peserta diwajibkan mengenakan pakaian Pramuka lengkap yang terdiri atas:
a. Putra: baret, hasduk, baju Pramuka, celana Pramuka, kaos kaki hitam, sepatu hitam-pantovel
b. Putri: topi, stangan leher, baju Pramuka, rok Pramuka, kaos kaki krem/tidak berkaos kaki, sepatu hitam-pantovel. Untuk yang berjilbab, mengenakan jilbab warna cokelat tua (sama dengan warna rok).
Baju Pramuka boleh beratribut, dan boleh tidak beratribut. Untuk tanda tingkat memakai warna kuning (Penegak).
Pendaftaran OKPT dilaksanakan secara online mulai Rabu, 10 Agustus 2011 di http://pramuka.unnes.ac.id/okpt dengan klik menu ‘DAFTAR’. Setelah mendaftar, silakan ‘Cetak Form‘ dan ‘Cetak Cocard‘. Form pendaftaran dikumpulkan pada saat pelaksanaan OKPT, sedangkan Cocard dipakai selama kegiatan OKPT berlangsung.
Informasi selanjutnya akan diberikan pada saat Technical Meeting, pada hari Selasa, 16 Agustus 2011 yang bertempat di Fakultas Ilmu Pendidikan (bersamaan dengan Technical Meeting Program Pengenalan Akademik {PPA}).
Informasi OKPT Guguslatih Ilmu Pendidikan bisa diperoleh di
Guguslatih Ilmu Pendidikan - Racana Wijaya
Gugus Depan Kota Semarang 14.111-14.112 Universitas Negeri Semarang
Tahun 2011
Kegiatan dilaksanakan pada hari Minggu dan Senin, 21 dan 22 Agustus 2011 dimulai pukul 07.00 (tidak menginap). Pelaksanaan kegiatan OKPT bertempat di Auditorium Unnes (21 Agustus 2011) dan di Fakultas Ilmu Pendidikan (22 Agustus 2011).
Peserta diwajibkan mengenakan pakaian Pramuka lengkap yang terdiri atas:
a. Putra: baret, hasduk, baju Pramuka, celana Pramuka, kaos kaki hitam, sepatu hitam-pantovel
b. Putri: topi, stangan leher, baju Pramuka, rok Pramuka, kaos kaki krem/tidak berkaos kaki, sepatu hitam-pantovel. Untuk yang berjilbab, mengenakan jilbab warna cokelat tua (sama dengan warna rok).
Baju Pramuka boleh beratribut, dan boleh tidak beratribut. Untuk tanda tingkat memakai warna kuning (Penegak).
Pendaftaran OKPT dilaksanakan secara online mulai Rabu, 10 Agustus 2011 di http://pramuka.unnes.ac.id/okpt dengan klik menu ‘DAFTAR’. Setelah mendaftar, silakan ‘Cetak Form‘ dan ‘Cetak Cocard‘. Form pendaftaran dikumpulkan pada saat pelaksanaan OKPT, sedangkan Cocard dipakai selama kegiatan OKPT berlangsung.
Informasi selanjutnya akan diberikan pada saat Technical Meeting, pada hari Selasa, 16 Agustus 2011 yang bertempat di Fakultas Ilmu Pendidikan (bersamaan dengan Technical Meeting Program Pengenalan Akademik {PPA}).
Informasi OKPT Guguslatih Ilmu Pendidikan bisa diperoleh di
Tuesday, 12 July 2011
sebuah ruby
Alkisah, di sebuah kerajaan, raja memiliki sebuah batu rubi yang sangat indah. Raja sangat menyayangi, mengaguminya, dan berpuas hati karena merasa memiliki sesuatu yang indah dan berharga. Saat permaisuri akan melangsungkan ulang tahunnya, raja ingin memberikan hadiah batu rubi itu kepada istri tercintanya. Tetapi saat batu itu dikeluarkan dari tempat penyimpanan, terjadi kecelakaan sehingga batu itu terjatuh dan tergores retak cukup dalam.
Raja sangat kecewa dan bersedih. Dipanggillah para ahli batu-batu berharga untuk memperbaiki kerusakan tersebut. Beberapa ahli permata telah datang ke kerajaan, tetapi mereka menyatakan tidak sanggup memperbaiki batu berharga tersebut.
“Mohon ampun, Baginda. Goresan retak di batu ini tidak mungkin bisa diperbaiki. Kami tidak sanggup mengembalikannya seperti keadaan semula.”
Kemudian sang baginda memutuskan mengadakan sayembara, mengundang seluruh ahli permata di negeri itu yang mungkin waktu itu terlewatkan.
Tidak lama kemudian datanglah ke istana seorang setengah tua berbadan bongkok dan berbaju lusuh, mengaku sebagai ahli permata. Melihat penampilannya yang tidak meyakinkan, para prajurit menertawakan dia dan berusaha mengusirnya. Mendengar keributan, sang raja memerintahkan untuk menghadap.
“Ampun Baginda. Mendengar kesedihan Baginda karena kerusakan batu rubi kesayangan Baginda, perkenankanlah hamba untuk melihat dan mencoba memperbaikinya. ”
“Baiklah, niat baikmu aku kabulkan,” kata baginda sambil memberikan batu tersebut.
Setelah melihat dengan seksama, sambil menghela napas, si tamu berkata, “Saya tidak bisa mengembalikan batu ini seperti keadaan
semula, tetapi bila diperkenankan, saya akan membuat batu rubi retak ini menjadi lebih indah.”
Walaupun sang raja meragukan, tetapi karena putus asa tidak ada yang bisa dilakukan lagi dengan batu rubi itu, raja akhirnya setuju. Maka, ahli permata itupun mulai memotong dan menggosok.
Beberapa hari kemudian, dia menghadap raja. Dan ternyata batu permata rubi yang retak telah dia pahat menjadi bunga mawar yang sangat indah. Baginda sangat gembira, “Terima kasih rakyatku. Bunga mawar adalah bunga kesukaan permaisuri, sungguh cocok sebagai hadiah.”
Si ahli permata pun pulang dengan gembira. Bukan karena besarnya hadiah yang dia terima, tetapi lebih dari itu. Karena dia telah membuat raja yang dicintainya berbahagia.
Raja sangat kecewa dan bersedih. Dipanggillah para ahli batu-batu berharga untuk memperbaiki kerusakan tersebut. Beberapa ahli permata telah datang ke kerajaan, tetapi mereka menyatakan tidak sanggup memperbaiki batu berharga tersebut.
“Mohon ampun, Baginda. Goresan retak di batu ini tidak mungkin bisa diperbaiki. Kami tidak sanggup mengembalikannya seperti keadaan semula.”
Kemudian sang baginda memutuskan mengadakan sayembara, mengundang seluruh ahli permata di negeri itu yang mungkin waktu itu terlewatkan.
Tidak lama kemudian datanglah ke istana seorang setengah tua berbadan bongkok dan berbaju lusuh, mengaku sebagai ahli permata. Melihat penampilannya yang tidak meyakinkan, para prajurit menertawakan dia dan berusaha mengusirnya. Mendengar keributan, sang raja memerintahkan untuk menghadap.
“Ampun Baginda. Mendengar kesedihan Baginda karena kerusakan batu rubi kesayangan Baginda, perkenankanlah hamba untuk melihat dan mencoba memperbaikinya. ”
“Baiklah, niat baikmu aku kabulkan,” kata baginda sambil memberikan batu tersebut.
Setelah melihat dengan seksama, sambil menghela napas, si tamu berkata, “Saya tidak bisa mengembalikan batu ini seperti keadaan
semula, tetapi bila diperkenankan, saya akan membuat batu rubi retak ini menjadi lebih indah.”
Walaupun sang raja meragukan, tetapi karena putus asa tidak ada yang bisa dilakukan lagi dengan batu rubi itu, raja akhirnya setuju. Maka, ahli permata itupun mulai memotong dan menggosok.
Beberapa hari kemudian, dia menghadap raja. Dan ternyata batu permata rubi yang retak telah dia pahat menjadi bunga mawar yang sangat indah. Baginda sangat gembira, “Terima kasih rakyatku. Bunga mawar adalah bunga kesukaan permaisuri, sungguh cocok sebagai hadiah.”
Si ahli permata pun pulang dengan gembira. Bukan karena besarnya hadiah yang dia terima, tetapi lebih dari itu. Karena dia telah membuat raja yang dicintainya berbahagia.
Subscribe to:
Comments (Atom)
